Jurnaliscun.net – Selamat siang sobat belapendidikan. Pada kali ini saya akan membuat suatu artikel edukasi yang menyangkut dengan teori teori politik. Artikel kali ini saya beri judul dengan nama Teori Politik. Untuk lebih lanjutnya sobat dapat baca ulasan dan penjelasan dari artikel berikut dibawah ini.

TEORI POLITIK

Teori adalah generalisasi yang abstrak mengenai beberapa fenomena. Dalam menyusun generalisasi, teori selalu memakai konsep konsep. Konsep lahir dalam pikiran manusia dan karena itu bersifat abstrak, sekalipun fakta fakta dapat dipakai sebagai batu loncatan.

Konsep adalah unsur yang penting dalam usaha kita untuk mengerti dunia sekeliling. Mengerti itu hanya dapat dicapai melalui pikiran kita. Konsep adalah konstruksi mental, suatu ide yang abstrak, yang menunjuk pada beberapa fenomena atau karakteristik dengan sifat yang spesifik yang dimiliki oleh fenomena itu. Jadi, konsep adalah abstraksi dari atau mencerminkan persepsi persepsi mengenai realita, atas dasar konsep atau seperangkat konsep dapat disusun atau dirumuskan generalisasinya. Biasanya konsep dirumuskan dalam satu atau dua kata.

Generalisasi adalah proses melalui suatu observasi mengenai satu fenomena tertentu berkembang menjadi satu observasi mengenai lebih dari satu fenomena. Melalui konsep, generalisasi melihat hubungan hubungan sebab akibat antara beberapa fenomena atau pada cara yang paling efektif untuk mencapai suatu tujuan. Jika kita menyebut sesuatu typical kita membuat generalisasi.

Generalisasi yang paling tinggi atau yang paling sophisticated derajat generalisasinya dinamakan teori. Dalam kehidupan keseharian, kita sering mengontraskan teori dengan praktik, atau teori dengan fakta.


Baca Juga : Hubungan Ilmu Politik Dengan Ilmu Lainnya

Teori politik adalah bahasan dan generalisasi dari fenomena yang bersifat politik. Dengan perkataan lain, teori politik adalah bahasan dan renungan atas tujuan dari kegiatan politik, cara mencapai tujuan itu, kemungkinan kemungkinan dan kebutuhan yang ditimbulkan oleh situasi politik tertentu dan kewajiban kewajiban yang diakibatkan oleh tujuan politik itu sendiri.

Konsep konsep yang dibahas dalam teori politik mencakup : masyarakat, kelas sosial, negara, kekuasaan, kedaulatan, hak dan kewajiban, kemerdekaan, lembaga lembaga negara, perubahan sosial, pembangunan politik, modernisasi dan sebagainya.

Menurut Thomas P. Jenkin dalam bukunya The Study of Political Theory dapat dibedakan dua macam teori politik, sekalipun perbedaan antara kedua kelompok teori tidak bersifat mutlak.

  • Teori yang mempunyai dasar moral atau bersifat akhlak dan yang menentukan norma norma untuk perilaku politik. Dengan adanya unsur norma norma dan nilai teori teori ini boleh dinamakan yang mengandung nilai. Termasuk golongan ini adalah filsafat politik, teori politik sistematis, ideologi dan sebagainya.
  • Teori yang menggambarkan dan membahas fenomena dan fakta fakta politik dengan tidak mempersoalkan norma norma atau nilai. Teori teori ini dapat dinamakan non-valutional, biasanya bersifat deskriptif dan komparatif. Teori ini berusaha untuk membahas fakta fakta kehidupan politik sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi.
Teori teori politik yang mempunyai dasar moral fungsinya terutama untuk menentukan pedoman dan patokan moral yang sesuai dengan akhlak. Semua fenomena politik ditafsirkan dalam rangka tujuan dan pedoman moral ini, karena dianggap bahwa dalam kehidupan politik yang sehat diperlukan pedoman dan patokan. Teori semacam ini mencoba mengatur hubungan dan interaksi antara anggota masyarakat sedemikian rupa sehingga di satu pihak memberi kepuasan perorangan, dan dipihak lain dapat membimbingnya menuju kesuatu struktur masyarakat politik yang stabil tetapi dinamis.
Teori teori yang termasuk dalam kelompok diatas dibagi lagi dalam tiga kelompok, yaitu filsafat, teori sistematis, dan ideologi.
A. Filsafat Politik
 
Filsafat politik mencari penjelasan yang berdasarkan rasio, ia melihat jelas adanya hubungan antara sifat dan hakikat dari alam semesta dengan sikap dan hakikat dari kehidupan politik di dunia fana ini. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah bahwa persoalan persoalan yang menyangkut alam semesta seperti metafisika dan epistemologi harus dipecahkan dulu sebelum persoalan persoalan politik yang kita alami sehari hari dapat ditanggulangi. Filsafat politik erat hubungannya dengan etika dan filsafat sosial.
B. Teori Politik Sistematis (Systematic Political Theory)
 
Teori teori politik ini tidak memajukan suatu pandangan tersendiri mengenai metafisika dan epistemologi, tetapi mendasari diri atas pandangan pandangan yang sudah lazim diterima pada masa itu. Jadi, ia tidak menjelaskan asal usul atau cara lahirnya norma norma, tetapi hanya mencoba untuk merealisasikan norma norma itu dalam suatu program politik.

Baca Juga : Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan

Teori teori politik semacam ini merupakan suatu langkah lanjutan dari filsafat politik dalam arti bahwa ia langsung menetapkan norma norma dalam kegiatan politik. Misalnya, abad ke 19 teori politik banyak membahas mengenai adanya sistem hukum dan sistem politik yang sesuai dengan pandangan itu. Bahasan bahasan ini didasari atas pandangan yang sudah lazim pada masa itu mengenai adanya hukum alam tetapi tidak lagi mempersoalkan hukum alam itu sendiri.
C. Ideologi Politik
 
Ideologi politik adalah himpunan nilai nilai, ide atau norma, kepercayaan atau keyakinan yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang atas dasar mana ia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problematika politik yang dihadapinya dan yang menentukan pelaku politiknya.
Nilai nilai dan ide ini merupakan suatu sistem yang berpautan. Dasar dari ideologi politik adalah keyakinan akan adanya suatu pola tata tertib sosial politik yang ideal. Ideologi politik mencakup pembahasan dan diagnosa, serta saran saran mengenai bagaimana mencapai tujuan ideal itu. Ideologi, berbeda dengan filsafat yang sifatnya merenung, mempunyai tujuan untuk menggerakan kegiatan dan aksi.
Ideologi yang berkembang luas mau tidak mau dipengaruhi kejadian kejadian dan pengalaman pengalaman dalam masyarakat dimana ia berada, dan sering harus mengadakan kompromi dan perubahan yang cukup luas. Contoh dari beberapa ideologi atau doktrin politik misalnya, demokrasi, komunisme, liberalisme, fasisme dan sebagainya. Dalam hal ini komunisme merupakan ideologi yang sifat doktriner dan militannya paling menonjol.
Itulah penjelasan dan ulasan mengenai Teori Teori Politik. Terima kasih sudah membaca dan berkunjung di artikel kami yang berjudul Teori Politik.” Nantikan artikel artikel edukasi lainnya dari kami.
JURNALISCUN TAGS
 
Teori Teori Politik
Teori Dalam Berpolitik
Teori Teori Yang Ada Dalam Ruang Lingkup Politik
Teori Politik Menurut Para Ahli
 
Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com