Web portal pendidikan – Selamat sore sobat belapendidikan, kali ini kita akan bahas mengenai penyebaran hoax, sebelum kita menyebarkan berita apapun baik itu fakta ataupun hoax alangkah baiknya kita telusuri terlebih dahulu, agar tidak terjadi hal yang dapat membuat keributan kedepannya. Berikut ulasannya sebagai berikut.

Telusuri Terlebih Dahulu Sebelum Menyebarkan Hoax


Ada beberapa arti kata Hoax  dalam  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yaitu :

  1. Hoax adalah kata yang berarti ketidak benaran suatu informasi.
  2. Hoax adalah berita bohong,
  3. Hoax adalah berita bohong, tidak bersumber.

Banyak sumber yang menyebutkan bahwa kata hoax pertama kali digunakan oleh orang-orang Amerika Serikat yang mengacu pada sebuah film yang berjudul “The Hoax” pada tahun 2006 yang di  sutradarai oleh Lasse Hallstrom.

Film ini dinilai mengandung banyak kebohongan, sejak saat itulah istilah hoax muncul setiap kali ada sebuah pemberitaan palsu atau sebuah informasi yang belum tentu ke valid an nya.

Sedangkan menurut Robert Nares, kata hoax muncul pada abad ke 18 yang merupakan kata lain dari kata hocus yakni permainan sulap.

Arti Kata Hoax Berasal Dari Mana ?


Penyeberan hoax sudah berawal dari zaman dahulu. Berbagai macam hoax seperti makanan, kesehatan, politik dan banyak hal, bahkan bencana alam pun bisa dijadikan hoax.

Pembuat hoax beraasal dari berbagai kalangan seperti anak remaja, dewasa bahkan orang tua pun bisa membuat hoax. Ada yang berasal dari orang biasa, artis politikus, dll. Ada 800 ribu situs penyebar hoax di Indonesia.

Orang yang menyebarkan hoax mempunyai kesenangan tersendiri seperti mencari sensasi di kalangan masyarakat,mencari popularitas,ingin lebih dikenal oleh masyarakat sekitar dan untuk menikmati kesenangan dalam kebohongan yang diciptakan tentunya dengan memanfaat kan teknologi yang serba canggih ini.

Berdasarkan survey, 65% warga Indonesia gampang percaya hoax. Itu termasuk yang tertinggi di dunia. Kemkominfo menyatakan kalau ternyata sebagaian besar pengguna internet di Indonesia mudah percaya informasi palsu di dunia maya.

Padahal Indonesia termasuk Negara dengan pengguna internet terbanyak di dunia. Tapi ternyata fakta ini tidak selaras dengan kemampuan mereka menggunakan internet dengan bijak.

Sebuah riset mengatakan kalau Indonesia berada di peringkat 7 dunia sebagai Negara yang paling mudah percaya hoax. Fakta ini disampaikan langsung oleh kemkominfo.

Diwartakan liputan6, Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan,mengatakan dari sekitar 132 juta pengguna internet di Indonesia, 65% nya mudah terhasut hoax.

Semuel merujuk pada datadari Centre for International Governance Innovation (CIGI) IPSOS 2017. Sebagai perbandingan, warga Negara maju seperti Amerika Serikat ternyata masih banyak juga yang percaya hoax, jumlahnya 53% dari seluruh pengguna internet di sana. Kalau Perancis presentasenya sekitar 43%, sedangkan Jepang lebih rendah lagi, yakni hanya sekitar 32%.

Contoh penyebaran hoax di salah satu sosial media
Contoh penyebaran hoax di salah satu sosial media

Banyak hal yang bisa dijadikan bukti kalau orang Indonesia memang mudah diperdaya, salah satunya unggahan di facebook yang sampai mendapat komentar ratusan ribu ini.

Satu kata bisa mengubah arti, itu yang tercermin dalam sebuah hoax yang tersebar di media social. Seseorang mengambil berita salah satu media online yaitu kompas.com dan mengganti satu kata dalam judul sehingga membuat artinya menjadi lain. Bandingkan.

  1. ASLI – Ahk (inisial). Kamu kira kami BOHONG bangun masjid dan naikkan haji marbut?
  2. PALSU –  Ahk.           Kamu kira kami NIAT bangun masjid dan naikkan haji marbut?

Telah jelas sebuah berita hoax dapat menggiring opini dan pemikiran public, bayangkan saja dengan mengganti satu kata dalam sebuah judul berita yang benar dapat membuat pengertian menjadi sangat berlawanan dan menimbulkan kesalahpahaman, tetapi itu lah potret nyata yang terjadi di Indonesia saat ini.

Menurut David Harley dalam buku Common Hoaxes and Chain Letters(2008), ada beberapa aturan praktis yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi hoax secara umum.


Pertama, informasi hoax biasanya memiliki karakteristik surat berantai dengan menyertakan kalimat seperti “Sebarkan ini ke semua orang yang Anda tahu, jika tidak, sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi”.

Kedua, informasi hoax biasanya tidak menyertakan tanggal kejadian atau tidak memiliki tanggal yang realistis atau bisa diverifikasi, misalnya “kemarin” atau “dikeluarkan oleh…” pernyataan-pernyataan yang tidak menunjukkan sebuah kejelasan.

Kemudian yang ketiga, informasi hoax biasanya tidak memiliki tanggal kadaluwarsa pada peringatan informasi, meskipun sebenarnya kehadiran tanggal tersebut juga tidak akan membuktikan apa-apa, tetapi dapat menimbulkan efek keresahan yang berkepanjangan.

Keempat, tidak ada organisasi yang dapat diidentifikasi yang dikutip sebagai sumber informasi atau menyertakan organisasi tetapi biasanya tidak terkait dengan informasi.


Siapapun bisa mengatakan: “Saya mendengarnya dari seseorang yang bekerja di Microsoft” (atau perusahaan terkenal lainnya).

Ciri-ciri informasi hoax dan email berantai yang dikemukakan Harley sesuai dengan tiga informasi hoax yang disebarkan mahasiswa nya di dalam grup Whatsapp masing-masing, yaitu memuat kalimat yang mengajak untuk menyebarkan informasi seluas-luasnya, tidak mencantumkan tanggal dan deadline, tidak mencantumkan sumber yang valid dan memakai nama dua perusahaan besar.

Meskipun dalam informasi yang memuat tanggal pembuatan/penyebaran dan tanggal kadaluarsa informasi juga terkadang tidak dapat membuktikan bahwa informasi tersebut bukan hoax, keempat ciri-ciri ini setidaknya dapat membantu kita dalam memfokuskan pemikiran kita ketika berhadapan dengan sebuah informasi.

Menurut sobat belapendidikan, hal apa yang harus dilakukan sebelum memastikan apakah berita itu benar atau hoax ? Berikan tanggapannya di kolom komentar yang sudah disediakan dibawah.

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com