web portal pendidikan – Selamat malam gays, kali ini kita akan memberikan artikel tentang tanggung jawab produsen, dimana judul yang akan saya ulas adalah Tanggung Jawab Produsen Pelaku Usaha. Dalam artikel ini dibahas tentang tanggung jawab dari produsen sendiri sebagai pelaku usaha.

Tanggung Jawab Produsen Pelaku Usaha

1. Pertanggung jawaban publik

Produsen sebagai pelaku usaha mempunyai tugas dan kewajiban untuk ikut serta menciptakan dan menjaga iklim usaha yang sehat yang menunjang bagi pembangunan per ekonomian nasional secara keseluruhan. Karena itu, kepada produsen pelaku usaha dibebankan tanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan kewajiban itu, yang melalui penerapan norma norma hukum kepatutan, dan menjunjung tinggi kebiasaan yang berlaku di kalangan dunia usaha.

Etika bisnis merupakan salah satu pedoman bagi setiap pembangunan perekonomian secara keseluruhan. Prinsip business is business, tidak dapat diterapkan, tetapi juga harus dengan pemahaman atas prinsip bisnis untuk pembangunan.

Jadi, sejauh mungkin pembangunan perekonomian nasional secara keseluruhan. Karena itu kepada produsen pelaku usaha harus bekerja keras untuk menjadikan usahanya memberi kontribusi pada peningkatan pembangunan nasional secara keseluruhan.

Kewajiban produsen pelaku usaha untuk senantiasa beriktikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya (vide Pasal 7 angka 1 Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen) berarti pelaku usaha ikut bertanggung jawab untuk menciptakan iklim berusaha yang sehat demi menunjang pembangunan nasional. Jelas ini adalah tanggung jawab publik yang diemban oleh produsen pelaku usaha.

Banyak ketentuan di dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ini yang bermaksud mengarahkan produsen pelaku usaha untuk berperilaku sedemikian rupa dalam rangka menyukseskan pembangunan ekonomi nasional, khususnya di bidang usaha.

Atas setiap pelanggaran yang dilakukan oleh produsen pelaku usaha maka kepadanya dikenakan sanksi sanksi hukum, baik sanksi administratif maupun sanksi pidana. Beberapa perbuatan yang bertentangan dengan tujuan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dapat dikategorikan sebagai perbuatan kejahatan.

Pemberian sanksi ini penting mengingat bahwa menciptakan iklim berusaha yang sehat membutuhkan keseriusan dan ketegasan. Sekaligus sebagai alat preventif bagi produsen pelaku usaha lainnya sehingga tidak terulang lagi perbuatan yang sama.

tanggung jawab pelaku usaha
Point point penting bagi produsen dalam tanggung jawabnya sebagai pelaku usaha

Tanggung Jawab Produsen Pelaku Usaha

Bentuk pertanggung jawaban administratif yang dapat dituntut dari produsen sebagai pelaku usaha diatur di dalam Pasal 60 Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yaitu pembayaran ganti kerugian paling banyak Rp 200.000.000,00 terhadap pelanggaran atas ketentuan tentang;

  • Kelalaian membayar ganti rugi kepada konsumen (Pasal 19 ayat (2) dan (3) ).
  • Periklanan yang tidak memenuhi syarat.
  • Kelalaian dalam menyediakan suku cadang.
  • Kelalaian memenuhi garansi/jaminan yang dijanjikan.

Sedangkan pertanggungjawaban pidana yang dibebankan kepada produsen pelaku adalah:

  • Pidana penjara paling lama 5 tahun atas pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 13 ayat (2), Pasal 15, Pasal 17 ayat (1) huruf a,b,c, dan e ayat (2); dan Pasal 18.
  • Pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000,00 terhadap pelanggaran atas Pasal 11,12, 13 ayat (1), Pasal 14,16 dan 17 ayat (1) huruf d dan f.
  • Terhadap sanksi pidana diatas dapat dikenakan hukuman tambahan berupa
  1. Perampasan barang tertentu
  2. Pengumuman keputusan hakim
  3. Pembayaran ganti rugi
  4. Perintah penghentian kegiatan tertentu yang menyebabkan timbulnya kerugian konsumen
  5. Kewajiban menarik barang dari peredaran atau
  6. Pencabutan izin usaha

2. Pertanggungjawaban Privat (Keperdataan)

Dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen diatur mengenai pertanggung jawaban produsen yang disebut dengan pelaku usaha, Tanggung Jawab Pelaku Usaha Pasal 19-28. Ketentuan pasal pasal tersebut adalah sebagai berikut:

a. Tanggung Jawab Pelaku Usaha pada umumnya

Pasal 19 menentukan:

  1. Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan kerugian konsumen akibat mengonsumsi barang dan atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan.
  2. Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang atau jasa sejenis atau setara nilainya.
  3. Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu (7 hari setelah tanggal transaksi).
  4. Pemberian ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak menghapus kemungkinan adanya tuntutan pidana berdasarkan pembuktian lebih lanjut mengenai adanya unsur kesalahan.

Yang dimasud dengan Pasal 19 Undang Undang Perlindungan Konsumen ini adalah jika konsumen menderita kerugian berupa terjadinya kerusakan, pencemaran, atau kerugian finansial dan kesehatan karena mengonsumsi produk yang diperdagangkan, produsen sebagai pelaku usaha wajib memberi ganti rugi, baik dalam bentuk pengembalian uang, penggantian barang, perawatan maupun dengan pemberian santunan.

Dengan demikian, ketentuan ini tidak memaksudkan supaya persoalan diselesaikan melalui pengadilan, tetapi merupakan kewajiban mutlak bagi produsen untuk memberi penggantian kepada konsumen, kewajiban yang harus dipenuhi seketika. Jika sebaliknya kesalahan ada pada konsumen, produsen dibebaskan dari kewajiban tersebut.

b. Tanggung Jawab Pelaku Usaha Periklanan

Pasal 20 menentukan :

“Pelaku usaha periklanan bertanggung jawab atas iklan yang diproduksi dan segala akibat yang ditimbulkan oleh iklan tersebut.”

Pasal 20 ini menegaskan bahwa tanggung jawab atas iklan dan segala akibatnya berada di tangan pelaku usaha periklanan, apakah perusahaan produsen iklan saja atau termasuk pemesanan iklan dan media yang mengiklankan ? Hal ini tentu membutuhkan penjelasan yang mendalam.

Dalam keadaan tertentu, pihak pemesanan iklan dan media penyiar iklan tentu dapat dan bahkan lebih patut dimintai pertanggungjawaban.

Tanggung Jawab Produsen Pelaku Usaha

c. Tanggung Jawab Importir

Pasal 1 menentukan

  • Importir bertanggung jawab sebagai pembuat barang yang di impor apabila importasi barang tersebut tidak dilakukan oleh agen atau perwakilan produsen luar negeri.
  • Importir jasa bertanggung jawab sebagai penyedia jasa asing apabila penyediaan jasa asing tersebut tidak dilakukan oleh agen atau perwakilan penyedia jasa asing.

Pasal 21 Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen ini berbicara tentang tanggung jawab atas barang dan jasa impor.

Ditentukan bahwa yang bertanggung jawab atas barang dan atau jasa impor itu adalah importirnya. Mereka bertanggung jawab sebagai pembuatnya.

d. Pembuktian Unsur Kesalahan

Pasal 22 menentukan:

“Pembuktian terhadap ada tidaknya unsur kesalahan dalam kasus pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (4), Pasal 20, dan Pasal 21 merupakan beban dan tanggung jawab pelaku usaha tanpa menutup kemungkinan bagi jaksa untuk melakukan pembuktian.”

Pasal 22 Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ini mempersoalkan tentang segi pidana dari masalah pelanggaran atas Pasal 19,20, 21 dimana pembuktian unsur kesalahan pada perkara pidana itu dibebankan pada produsen atau jaksa.

e. Jika Pelaku Usaha Menolak Bertanggung Jawab

Pasal 23 Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ini merupakan lanjutan dari ketentuan Pasal 19 yang mengatakan bahwa kalau produsen pelaku usaha menolak membayar ganti kerugian kepada konsumen, produsen pelaku usaha dapat digugat ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen ataupun ke pengadilan.

Jadi tampak bahwa Pasal 19 menawarkan fasilitas jalan damai. Kalau para pihak tidak memanfaatkannya, dapat dipilih badan peradilan yang akan menyelesaikannya.

Nah, itulah penjelasan dari Tanggung Jawab Produsen Pelaku Usaha. Jika ada kekurangan atau kekeliruan sobat dapat bertanya dan berpendapat dalam kolom komentar dibawah ini.

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi belapendidikan.com