Sikap dan Akhlak Islami Yang Harus Dimiliki Pelajar Masa Kini

oleh -49 views
sikap dan akhlak islami yang harus dimiliki pelajar masa kini
Khairul Fahmi Hadi - Sikap dan akhlak islami yang harus dimiliki pelajar masa kini

Menurut penulis saat ini para pelajar tidak memiliki sikap dan akhlak yang baik, untuk itu alangkah baiknya kita sebagai orang dewasa menuntun anak anak kita, adek adek kita untuk memperbaiki akhlaknya. Dalam tulisan kali ini saya akan menjelaskan dan memberikan pandangan terhadap sikap dan akhlak islami yang harus dimiliki pelajar masa kini. Untuk ulasannya mari kita simak.

Sikap Dan Akhlak Islami Yang Harus Dimiliki Pelajar Masa Kini

sikap dan akhlak islami yang harus dimiliki pelajar masa kini
Khairul Fahmi Hadi – Sikap dan akhlak islami yang harus dimiliki pelajar masa kini

Kemajuan Teknologi dan Arus Informasi kini telah megantarkan kita pada Era Revolusi Industri 4.0 yang banyak membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat di zaman ini. Tidak hanya kalangan orang dewasa bahkan sampai usia remajapun turut merasakan dampak dari perubahan besar ini dalam kehidupan saat ini.

Namun yang dikhawatirkan adalah bagaimana dampak dari perkembangan zaman ini jika mempengaruhi proses pendidikan mereka yang sedang berlangsung dan perkembangan akhlak mereka yang seharusnya menjadi manusia berakhlak dan berprilaku yang terpuji. Apakah tersedianya berbagai macam fasilitas di zaman revolusi industri ini dapat membantu menambah kebaikan diri para pelajar hari ini atau bahkan sebaliknya ?

Melihat kenyataan yang terjadi di lapangan banyak kabar yang menunjukkan kasus kerusakan akhlak bahkan perbuatan pelanggaran syari’at yg terjadi di zaman ini. Hal ini dapat disaksikan oleh kita bersama di berbagai jenis media tentang fakta kejadian yang terjadi.

Mulai dari kasus penipuan, kekerasan, dan berbagai penyimpangan akhlak yang diserap dari budaya luar yang bertolak belakang dengan nilai dan budaya kita juga bahkan melanggar syari’at agama yang kita anut.

Bahkan yang miris dan parah adalah kasus kenakalan remaja yang menjatuhkan korban jiwa. Hal seperti ini sangatlah disayangkan terjadi dan merupakan bahaya yang mengancam bangsa ini jika tidak diperhatikan dengan serius.

Dari pemaparan diatas beberapa faktor yang dicurigai mendorong terjadinya berbagai keburukan yang ada bisa jadi penyebab terbesarnya adalah kebebasan menggunakan fasilitas dan penggunaan yang tidak diikat dengan aturan agama yg berdasarkan keimanan yang kuat.

Dalam menyikapi persoalan ini maka perlu adanya kerjasama yang berkesinambungan dan terus dipertahankan keberadaannya antara pihak orang tua dan para pendidik di sekolah. Mengapa demikian?

Karena orang tua adalah pihak yang menyaksikan pertumbuhan sang anak di rumah dan juga bertanggung jawab mendidik karakter anak yg telah Tuhan titipkan kepada mereka. Adapun pendidik mesti menjalankan tugas peran pendidikan dalan proses transfer ilmu sebaik mungkin dalam upaya membentuk dan membimbing karakter dan sikap terpuji yang harus dimiliki oleh anak bangsa sebagai generasi penerus yang kelak diharapkan membawa negara ini menuju kemajuan dan kemakmuran di masa depan.

Seorang manusia yang beriman haruslah memiliki sifat dan sikap yang mencerminkan adanya aqidah yang kokoh dalam jiwanya. Hal inilah yang dapat menjadi penentu arah hidup yang dijalani.

Islam sebagai agama yang sempurna terlebih dalam mendidik jiwa manusia menjadi makhluk yang bermoral dan berprilaku terpuji menjadikan Iman sebagai kunci dasar perbaikan akhlak islami. Maka menghadirkan Iman dalam hati adalah kunci selamat menjalani kejodupan di zaman ini terlebih pada era revolusi industri 4.0 dimana manusia harus lebih sadar akan pentingnya keyakinan yang mengikat aturannya dalam kehidupan yang dijalani.

Sikap & Akhlak Islami Yang Harus Diajarkan Setiap Pelajar Pada Era Revolusi Industri 4.0


Berikut ini adalah sikap dan akhlak Islami yang semestinya diajarkan dan diupayakan tumbuh dalam jiwa setiap pelajar di zaman Era Revolusi Industri 4.0 ini agar kualitas moral dan pertumbuhan karakter yang ideal tetap terjaga.

Pertama adalah sikap muroqobah yaitu merasa senantiasa diawasi oleh Allah ‘Azza wa Jalla , lalu menjaga sifat malu, dan tak kalah penting adalah sikap jujur dan bertanggung jawab dalam menggunakan berbagai fasilitas modern di zaman ini.

Baca juga :

Dan akan lebih sempurna lagi jika ditambahkan dengan sikap cinta untuk saling tolong-menolong membantu dalam kebaikan dan ketaqwaan bila mampu memanfaatkan teknologi dan fasilitas canggih yang tersedia saat ini.

Penulis akan mencoba untuk menjabarkan masing-masing dari sikap dan akhlak yang disarankan untuk dimiliki agar mendapatkan bagian gambaran terang pengertian dari sikap-sikap di atas dari berbagai sumber yang dipercayakan dan apa pengaruhnya dalam menyikapi Era Revolusi Industri 4.0 saat ini. Maka alangkah lebih baik hal ini dicatat dan bisa lebih diperdalami masing-masing pembaca agar teraih manfaat yang lebih sempurna.

1. Sikap Muroqobah

artinya apabila seorang manusia memahami dan meyakini bahwa Allâh Subhanahu wa Ta’ala selalu mengawasi segala gerak lahir dan batinnya. Prilaku seorang hamba yang senantiasa memahami dan meyakini dirinya selalu diawasi inilah yang disebut murâqabah.

Murâqabah ini merupakan hasil dari pengetahuan seseorang yang dengannya dia meyakini bahwa Allâh Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mengawasi, melihat, mendengar dan mengetahui semua sepak terjangnya setiap saat, setiap tarikan nafas dan setiap kejapan mata.

Di antara firman Allah Subhaanahu wa ta’ala, yang mengabarkan bahwasannya Dia senantiasa melihat dan mengawasi setiap hambanya yang cukup untuk membuat kita tersadarkan atas pengawasanNya adalah dalam ayatnya berikut:

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
Allâh Maha mengetahui mata yang berkhianat dan Maha mengetahui apa yang disembunyikan oleh dada. [Ghâfir/40:19]

Yang diharapkan dari sikap muroqobah selalu kepada Allah di era revolusi industri ini dapat mencegah setiap anak untuk berani sembarangan mengunjungi situs-situs atau menyalahgunakan aplikasi yang berpotensi untuk mengakses konten-konten buruk yang merusak jati diri bangsa.

2. Menjaga Sifat Malu Dalam Diri

Sifat malu yang dimaksudkan di sini adalah malu yang merupakan kelanjutan dari sikap muroqobah terhadap pengawasan Allah ‘Azza wa Jalla malu yang didapatkan dengan ma’rifatullâh (mengenal Allah Azza wa Jalla ) dengan mengenal keagungan-Nya, kedekatan-Nya dengan hamba-Nya, perhatian-Nya terhadap mereka, pengetahuan-Nya terhadap mata yang berkhianat dan apa saja yang dirahasiakan oleh hati.

Malu yang didapat dengan usaha inilah yang dijadikan oleh Allah Azza wa Jalla sebagai bagian dari iman. Siapa saja yang tidak memiliki malu, baik yang berasal dari tabi’at maupun yang didapat dengan usaha, maka tidak ada sama sekali yang menahannya dari terjatuh ke dalam perbuatan keji dan maksiat sehingga seorang hamba menjadi setan yang terkutuk yang berjalan di muka bumi dengan tubuh manusia.

Kita memohon keselamatan kepada Allah Azza wa Jalla. Ketahuilah pula bahwa akhlak malu ini adalah Akhlak Agama ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ دِيْنٍ خُلُقًا وَخَلُقُ اْلإِسْلاَمِ الْـحَيَاءُ.
“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.”
Shahîh: HR.Ibnu Mâjah (no. 4181) dan ath-Thabrâni dalam al-Mu’jâmush Shaghîr (I/13-14) dari Shahabat Anas bin Malik Radhiyallahu anhu.

Lihat Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah (no. 940).

Jadi apabila seseorang hilang rasa malunya maka ada yang bermasalah dengan pengamalannya dalam beragama islam dan dia harus memperbaiki hati dan mendalami lagi aqidah yang dimilikinya. Diharapkan sikap malu yang tertancap kuat dapat menghalau diri dari berbuat yang tidak senonoh dan tak sesuai dengan nilai dan moral dalam kehidupan kita.

3. Selalu Bersikap Jujur Dan Bertanggung Jawab Atas Setiap Yang Dikerjakan.

Sikap jujur mesti ditanamkan sejak kecil dan dijadikan kebiasaan mulia yang senantiasa ada dalam diri kita karena inilah kunci keselamatan dan kebaikan dalam hidup. Orang yang jujur juga harus menjaga sikap ini selama hidupnya dengan berkomitmen dengan bersungguh-sungguh.

Terlebih kejujuran perbuatan kelak akan dipertanggungjawabkan baik di dunia dan akhirat. Orang yang menyepelekan masalah kejujuran maka keburukan dan kerugian pasti akan menimpanya cepat atau lambat.

Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari apabila seseorang bermudah-mudahan menyebarkan berita palsu atau isu yang berpotensi menyebabkan kepanikan ditengah masyarakat tanpa perduli pertanggungjawabannya maka akan terjadi keburukan dan kebohongan yang tersebar di masyarakat.

Namun, setiap kebohongan pada waktunya pasti akan terungkap apabila terlacak maka orang yang telah melakukan penipuan dan tidak bertanggung jawab atas perbuatannya akhirnya harus dihukum dan dipenjara disebabkan perbuatan yang dikerjakannya itu.

Maka dari itu pendidikan kejujuran itu sangat penting untuk senantiasa diajarkan dan dijaga di tengah masyarakat di zaman era revolusi industri ini dimana hoax dan penipuan begitu mudah dilakukan.

4. Cinta Untuk Saling Tolong-menolong Dalam Kebaikan Dan Ketaqwaan.

Yang paling diharapkan menjadi sikap yang membudaya di era revolusi industri ini adalah tatlala setiap orang cinta untuk tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan. Orang yang benar dalam melakukan ini sejatinya dia senantiasa dalam kebaikan hidupnya dan mampu menjadikan dirinya orang yang memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi orang lain.

Orang seperti inilah yang patut diacungi jempol. Seorang yang beriman hendaknya melakukan hal ini dengan landasan keikhlasan dan mengharapkan pahala di sisi Allah. Apapun yg bisa dia lakukan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat hendaknya diupayakan seoptimal mungkin.

Orang berilmu membantu orang lain dengan ilmunya. Orang kaya membantu dengan kekayaannya. Dan hendaknya kaum Muslimin menjadi satu tangan dalam membantu orang yang membutuhkan. Jadi, seorang Mukmin setelah mengerjakan suatu amal shalih, berkewajiban membantu orang lain dengan ucapan atau tindakan yang memacu semangat orang lain untuk beramal.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [al-Mâidah/5:2]

Kita memiliki harapan agar setiap orang di zaman ini mampu mengamalkan kandungan ayat ini dengan kemampuan masing-masing yang dapat dilakukan. Karena selain semakin menjadikan hubungan antara sesama menjadi harmonis juga membantu kita meraih perolehan pahala dan menambah bekal untuk kehidupan di akhirat nanti aamiin.

Demikianlah artikel ini ditulis semoga dapat memberikan inspirasi dan memotivasi kita agar lebih baik dan benar dalam mengikuti perkembangan zaman di era revolusi industri ini. Mohon maaf atas segala kekurangan yang dirasa dan terimakasih atas segala waktu yang diluangkan untuk menyimak artikel ini.

Artikel ditulis oleh Khairul Fahmi Hadi
Mahasiswa Prodi PAI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMa) Yogyakarta
Email pengirim : khairul fahmi hadi
Judul artikel : Sikap Dan Akhlak Islami Yang Harus Dimiliki Pelajar Masa Kini

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com