Web portal pendidikan – Selamat siang sobat belapendidikan, kiriman artikel kali ini tidak kalah menarik dengan artikel lainnya, dimana ada suatu makna yang tersirat dalam sebuah tulisan. Judul yang dikirimkan ke email kami yaitu “Kisah roti gantung : “Sedekah Diam Diam”. Ini bukan sekedar kisah roti gantung, namun ada intisari yang harus kita pahami sebagai makhluk ciptaan. Ingin tau uraian opini nya ? Berikut akan saya paparkan dibawah ini.

Kisah Roti Gantung : “Sedekah Diam Diam”

Rochayani : Kisah roti gantung, sedekah diam diam
Rochayani : Kisah roti gantung, sedekah diam diam

A. Sejarah “Roti Gantung”

Askida Ekmek merupakan salah satu tradisi kuno yang ada di negara Turki. Kata Askida Ekmek sendiri memiliki arti “roti yang ditangguhkan”. Askida Ekmek biasanya terdiri atas berbagai macam jenis roti antara lain, baguette, roti gulung, gandum hitam, multigrain, roti jagung, kue, biskuit, dan kue kering. Roti biasanya dimasak dengan menggunakan oven berbahan bakar kayu. Dilansir dari muslim.okezonecom (05/12/19), disebutkan bahwa tradisi ini berakar dari agama Islam, dimana masyarakat di negara tersebut mayoritas adalah muslim.

Cara kerja sedekah ini pun terbilang unik. Jika biasanya pembeli memberi sejumlah uang sesuai jumlah makanan yang diambil. Berbeda halnya dengan yang ada di Turki. Para pembeli akan melebihkan uang saat membayar.

Sebut saja mereka memberi sejumlah uang untuk dua potong roti. Tetapi, pembeli hanya mengambil sepotong roti. Lalu, sepotong lagi untuk siapa? Biasanya, kelebihan roti tersebut akan diamanatkan kepada penjual untuk diletakkan di keranjang gantung yang terpasang disalah satu sudut toko roti. Oleh sebab itu, saya lebih suka menyebut tradisi ini dengan istilah “Roti Gantung”.

Baca juga :

Setelah roti terkumpul, penjual akan mempersilakan siapapun yang merasa membutuhkan untuk mengambilnya secara cuma-cuma (gratis). Uniknya, masyarakat yang membutuhkan tidak akan mengambil secara berlebihan. Mereka hanya mengambil beberapa potong sesuai kebutuhan.

B. Makna Tersembunyi Dibalik “Roti Gantung”

Makna tersembunyi dibalik roti gantung
Makna tersembunyi dibalik roti gantung

Bila dikaitkan dengan agama Islam, maka akan kita temukan hubungan antara kebiasaan berbagi roti dengan perintah sedekah. Sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Rasulullah bersabda bahwa “Setiap perbuatan baik adalah sedekah” (HR. Bukhari).

Agaknya, ajaran inilah yang kemudian memantik semangat masyarakat di Turki. Berkaca dari tradisi ini, setidaknya kita telah belajar bagaimana cara berbagi dimulai dari hal sederhana, yakni memberi roti (makanan). Tentu dengan tetap mengedepankan kelayakan atas apa yang kita punya, misalnya dengan memberikan makanan terbaik. Paling tidak, sama seperti apa yang kita konsumsi sehari-hari.

Allah SWT juga berfirman dalam QS. At-Thalaq Ayat 7 yang berbunyi :

Dan orang-orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah SWT kepadanya. Allah tidak akan memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

Ayat ini saya rasa benar-benar diterapkan oleh masyarakat Turki. Disana, kita dapat melihat realitas bahwa hidup manusia itu mengalami pasang surut. Adakalanya kebutuhan kita dicukupkan oleh Allah SWT dengan memberikan rezeki lebih.

Adakalanya kita merasakan kekurangan. Walaupun sebenarnya, bila kita mau melihat lebih mendalam sesungguhnya Allah telah mencukupkan rizki semua makhluk-Nya. Hanya saja, kadang kita lupa untuk bersyukur atas rezeki yang Allah SWT berikan. Sehingga, nikmat yang ada seolah tetap terasa kurang.

Benar kata pepatah lama, “Ada hari itu milikku dan ada hari itu milikmu”. Jika hari ini kita masih diberi rezeki yang cukup oleh Allah, maka bersedekahlah. Akan ada hari dimana kita tidak selamanya memiliki rezeki yang cukup.

Meski begitu, dalam kondisi apapun tetaplah berbagi pada saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan. Percayalah, Allah SWT sudah menjanjikan kelapangan bagi hamba-Nya yang mau melapangkan kesempitan orang lain. Kalau kata Ust. Hanan Attaki, gambling-lah dengan apa yang Allah SWT janjikan, maka kita tidak akan kecewa.

Karena Allah adalah dzat yang Maha Menepati Janji. Kuncinya adalah yakin, bahwa Allah SWT akan selalu menolong hamba-Nya yang membutuhkan pertolongan. Termasuk saat kita mengalami kesulitan, pasti akan ada perantara yang Allah SWT kirimkan untuk membantu kita.

Situasi ini tampak kentara dalam praktik yang dilakukan orang masyarakat Turki. Saat mengalami kekurangan, maka kita bisa mengambil roti gantung untuk sekedar menahan rasa lapar. Sebaliknya, ketika memiliki rezeki lebih, maka kita bisa memberikan uang ekstra untuk membeli roti dan menaruhnya di keranjang gantung. Inilah bukti nyata bahwa Allah SWT tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendiri tanpa adanya pertolongan.

Artikel ditulis oleh Rochayani
Email pengirim : rochayani yani
Judul artikel : Kisah roti gantung : “Sedekah diam diam”

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com