Racun Karya Pilkada

oleh -1.121 views
Racun karya pilkada - Muhammad Alam Rasyad
Racun karya pilkada - Muhammad Alam Rasyad

Karya yang mengandung racun sempat tersebar di media sosial, salah satunya tentang perselingkuhan yang dituduhkan kepada salah satu calon wakil presiden yaitu Sandiaga Salahudin Uno atau yang biasa dikenal dengan Sandiaga Uno menjadi salah satu karya yang dibuat oleh para produser dalam membantu kemenangan pasangan calon yang di unggulkan, namun sempat tersebarnya berita tersebut menimbulkan sangka buruk bagi masyarakat.

Apabila pemuda lebih proaktif dan produktif untuk ikut andil dalam mencegah tersebarnya berita hoaks, sangka tersebut bisa diatasi lebih cepat.

Hingga baru-baru ini menkominfo sudah memblokir kurang lebih 20 situs yang menyebarkan berita hoaks tentang pilkada, akan tetapi tidak semua artikel atau tulisan dari media sosial bisa dengan mudah oleh menkominfo blokir, dengan alasan mempertimbangkan aspek yang dimana tidak semua terlibat dari pengguna media sosial.

Contoh dimana facebook menjadi tempat bagi para produser untuk terus menyebarkan berita hoaks, walaupun sudah ada ancaman pemblokiran oleh menkominfo kepada facebook, tetap saja ancaman ini belum bisa di eksekusi oleh menkominfo karena tidak semua pengguna facebook terlibat dalam penyebaran berita hoaks, juga banyaknya pebisnis yang menjadikan facebook sebagai pusat penyebaran bisnis mereka, apabila pemblokiran terjadi maka akan ada komplikasi dimana matinya bisnis yang dilakoni masyarakat.

Tidak mampunya menkominfo memberantas semua berita hoaks menjadi keleluasaan bagi para produser melanjutkan aksi mereka. Strategi secerdik apapun selalu punya celah untuk menghancurkannya, saat ini pemuda menjadi kelompok yang efektif dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Pemuda adalah aspek jitu yang dapat diandalkan untuk menyelesaikan masalah ini. Generasi muda harus bisa berperan dalam menyelesaikan masalah ini, ketika mereka terbiasa akan menghadapi kemajuan teknologi dengan tetap merasa enjoy dibandingkan generasi sebelumnya yang terbilang gaptek, yang mengakibatkan lambatnya penanganan terhadap kasus hoaks pilkada ini.

Mendorong pemuda untuk membantu dalam memberantas berita hoaks pilkada ini, akan memberikan hasil signifikan terhadap penyelesaian setiap kasus hoaks yang muncul sewaktu-waktu tanpa bisa kita prediksi.

Banyak cara menarik perhatian para pemuda untuk ikut menjadi garda pembasmi hoaks, khususnya pilkada. Membentuk tim dari perwakilan tiap kota atau provinsi untuk diberikan pelatihan dan pemberian materi tentang bagaimana menjadi obat bagi karya para produser saat proses kampanye menjelang pilkada.

Setelah dibentuknya sebuah tim, setiap perwakilan ketika kembali ke daerah mereka masing-masing mereka dianjurkan untuk membetuk tim lagi di daerah mereka dengan harapan banyaknya jaringan bisa lebih cepat dalam menyelesaikan semua berita hoaks yang menyebar di internet.

Dengan dibentuknya tim khusus yang terdiri dari para pemuda, perwakilan yang mengikuti pelatihan akan menjadi ketua atau koordinator untuk selalu mendapat pemberitaan secara cepat dan akurat mengenai lajunya proses kampanye sebagai sarana untuk mengetahui segala suatu yang terjadi di lapangan yang real tanpa ada unsur-unsur editing dari tim oposisi atau tim koalisi.

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com