sebuah puisi yang saya tulis untuk menggambarkan pengaruh sosial media terhadap pendidikan di indonesia. tulisan ini murni saya buat sendiri berdasarkan pengalaman disekitar lingkungan yang saya alami sekarang ini, dan semua itu memang terlihat acuh-tak acuh ketika sudah membuka sosial media masing-masing.

Puisi : Pendidikan dan sosial media

sialan…

Aku salah masuk lagi, kau bilang itu sekolah ternyata hanya tempat sampah.
Disini tidak ada siswa yang ada hanya orang-orang resah, gelisah, dan tak tau arah.
kau bilang disini kita dapat belajar banyak hal tentang kehidupan. Tapi,
yang lebih sering tampak hanya kebencian, kemarahan, dan permusuhan.

Kau bilang itu gurunya, yang tampak hanya lambing G dilingkari garis putih.
bagimu itu guru, bagiku itu hanya sekedar benalu.
kau menunjukkan ku itu kelasnya, yang tampak hanya sederet lambing yang tak jelas.
kau sebut itu kelas, bagiku itu hanya tempat kaum pemalas.
kau kenalkan aku pada siswanya yang kau bilang generasi  tak gentar tanpa rasa takut.
bagiku mereka semua pengecut.

Kenapa?? Kau tidak terima kusebut pengecut !!
lantas.. sebutan apa yang pantas untuk orang-orang sepertimu.
yang hanya berani berkoar dalam sangkar dan berteriak lewat hastag.
lihat… saudara kita di Palestine ditindas, kemerdekaan mereka dirampas,
kau hanya berkomentar SABAR… kau bilang kau peduli !!
dasar pengecut…..

Puisi ini di tulis oleh mohammad wibawadi kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com