Web portal pendidikan – Puisi kali ini berjudul Ilmu Sepanjang Hayat, yang dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba puisi nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Puisi : Ilmu Sepanjang Hayat

Apakah yg hendak diraih asa?
Bumi? Langit? Atau bahkan galaksi?
Berapa langkah yang sudah diderap untuk mengejarnya?
Seratus? Selaksa? Semilyar?

Hasrat tak kan membubung jika disekap
Jika ditahan dalam lubuk, tak kan menjelma dia
Perlu tekad yang tercogok dalam hati
Melampaikan gelora di sepanjang galur hidup

Kaislah faedah, incar hingga cakrawala nadi
Pantangkan berkata sudah
Sebelum pundi-pundi tercurah
Membebaskan belenggu keawaman

Lucuti semua beban
Yang bergelayut menahan langkah
Kibas, hempaskan!
Pegang erat kemudi, arahkan ke tujuan

Selami tiap fase yang bergulir
Dari pagi hingga senja
Sejak kanak-kanak hingga mata mengatup
Di setiap anak tangga, pencapaian selalu menanti

Usah gentar karena halilintar
Gelegarnya hanya sesaat saja
Jangan kecut karena dipecut
Larimu harus semakin kencang
Kencang….meraih impian nan mulia

Dekaplah ilmu dengan awas
Agar tepat ia mengarahkan jalan
Menyingkapkan kebenaran di antara generasi
Dan tidak berubah rupanya jadi senjata penghancur

Jakarta, Juli 2018

Biodata Penulis

Nama saya Helen Rumiris dari Jakarta. Saya karyawati swasta yang memiliki satu balita. Sejak kecil, saya sudah suka menulis. Beberapa karya saya kerap menghiasi majalah dinding dan buletin rohani internal sekolah selama saya menuntut ilmu. Salah satu puisi saya pernah dimuat dalam Buku Tahunan SMA 14 Jakarta angkatan 2007.

Puisi yang sama berhasil memenangkan Sayembara Puisi, Prosa, dan Cerpen Periode II yang diadakan oleh BEM Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2009. Belakangan ini, saya memberanikan diri untuk mengajukan tulisan-tulisan saya ke beberapa media. Cerita ‘Rahasia Terbesar Jo’ dan ‘Legging Modis’ pernah dimuat di majalah Femina tahun 2016 dan 2017. Puisi ‘Jatuh Bangun Sang Pejuang’ menjadi salah satu kontributor event penerbitan Antologi ‘Sajak untuk Ayah Tercinta’ yang diselenggarakan oleh Poetry Publisher (2018).

Puisi ini di tulis oleh Helen Rumiris kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com