Web portal pendidikan – Puisi kali ini berjudul deras kata, yang dikirimkan oleh salah satu penulis dalam ajang lomba puisi nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Puisi : Deras Kata

Deras kata yang tertulis dari kapur pekat putih itu.
Deras kata dalam bibir-bibir polos yang terucap.
Deras kata yang terdengar dari sayup, dan lantang dari mereka.

Para pendengar kata.
Para pendengar kata berilmu.

Para pengucap kata.
Para pengucap kata bermoral.
Para pengucap kata bermodal.

Kami pendengar kata berilmu memendam harapan dalam pundak bermodal dan bermoral dari pengucap kata.
Deru binar semangat itu tercetak jelas di kami.
Teriakan lantang tak akan kembali terdengar sayup.
Kami dan kami tak akan ada di ambang keterpurukan kehilangan deras kata yang mengalir.

Kami….
Jatuh dalam ketidaktahuan.
Tapi kami percaya dengan ketahuan mereka dengan moral walau tanpa modal.
Tapi kami juga percaya dengan ketahuan mereka dengan moral dan modal.

Teriakan kami lantang.
Tak akan terdengar sayup.
Tak akan bisa membutakan kami dari kata bermoral.
Tak akan bisa menenggelamkan kami dari kapur putih pekat tergores dalam di benak kami.
Kami tak akan diam.
Kami akan berteriak lantang mengucap deras kata yang kalian ajarkan.

Deras kata itu….
Keinginan kami untuk berilmu.

Puisi ini ditulis oleh AresReva kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com