Web portal pendidikan – Opini yang dibuat kali ini adalah Profesi guru paling bahagia tahun 2018. Kalian pasti bertanya tanya kenapa profesi guru merupakan profesi yang paling bahagia tahun ini ? Untuk menemukan jawabannya dapat kita simak dalam artikel berikut ini.

Profesi Guru Paling Bahagia Tahun ini, Kok Bisa ?

Bertepatan dengan perayaan Hari Kebahagiaan Internasional atau International Happiness Day setiap tanggal 20 Maret, PBB kembali merilis World Happiness Report untuk yang kelima kalinya sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2012.

World Happiness Report 2017 menekankan pentingnya pondasi sosial dalam mencapai kebahagiaan dan mengeksplorasi lebih detail faktor-faktor sosial yang dapat mempengaruhi tingkat kebahagiaan individu dalam tiap-tiap negara.

Menurut World Happiness Report mengukur kesejahteraan subjektif, seberapa bahagia rakyat sebuah negara dan mengapa demikian. Ranking lima besar didominasi oleh negara-negara Skandinavia: Norwegia, Denmark, Islandia, Swiss, dan Finlandia. Sementara itu, Republik Afrika Tengah ada di posisi paling buncit.

Rilis ini bisa dimanfaatkan untuk dunia pendidikan dalam menemukan siapa guru yang paling bahagia dalam menjalankan tugasnya ditengah begitu banyak tantangan dan rintangan yang ditemui dilapangan.

Sistem pendidikan di Indonesia mendefinisikan guru sebagai pendidik profesional dengan tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, serta mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, maupun pendidikan menengah (PP No. 19 Tahun 2017).

Tugas negara bukanlah sesuatu yang mudah. Guru-guru profesional tentunya berhadapan tidak hanya dengan tugas dan tanggung jawab, namun juga dengan berbagai tantangan dan kesulitan-kesulitan tertentu yang harus diselesaikan secara profesional.

Hanya guru “pilihanlah” yang berhasil menjalankan misi mulia ini, yaitu guru yang penuh kegembiraan dan kebahagiaan. Karena diyakini, kebahagiaan guru akan menentukan efektivitas proses pembelajaran (yang selanjutnya disingkat PP).

Baca : Menjadi guru yang inspiratif

Ketika seorang guru merasa bahagia ia dapat menyesuaikan dirinya pada identitas maupun integritas yang dimilikinya sehingga itu akan dengan mudah mengikuti cara dan kecepatan berpikir siswanya. (Pradiansyah, dalam Aziz, 2011)

Dalam menemukan kebahagian, guru harus memiliki perasaan positif melalui cara cara terbentuknya emosi positif, merasa senang pada masa sekarang, dan memiliki sikap optimis terhadap masa depan dan untuk mencapai kebahagiaan yang sejati dengan memanfaatkan kekuatan-karakter yang ada pada diri seseorang (Seligman, 2005),

Dan menyadari dalam menjalankan tugasnya secara professional sesuai dengan kompetensinya dan bertanggung jawab penuh sebagai konsekuensi dari profesinya.

Ada beberapa kondisi yang menunjukkan guru itu bahagia

1. bermasyarakat, guru bahagia berupaya menciptakan hubungan sosial dengan kehidupan masyarakat.
Guru harus bisa bersosialisasi dengan masyarakat sekitar
Guru harus bisa bersosialisasi dengan masyarakat sekitar

Bermasyarakat berarti guru menjalin silaturrahmi sehingga setiap guru memiliki hubungan yang “hangat” dengan masyarakat dan tentunya rasa tanggung jawab untuk melayani tanpa adanya unsur keterpaksaan.

Kondisi tersebut menjadikan sekolah dan masyarakat sebagai salah satu pusat dari kehidupan (Coleman). Alangkah menderitanya guru itu bila guru tidak bertegur sapa dengan masyarakat sekitar, efeknya mungkin timbul kemalasan guru untuk ke sekolah.

2. Keterbukaan dalam bekerjasama, guru bahagia membutuhkan teman untuk bekerja sama dalam menjalankan tugas.
Guru harus mempunyai sifat keterbukaan, dan mampu bekerjasama dengan pendidik lain
Guru harus mempunyai sifat keterbukaan, dan mampu bekerjasama dengan pendidik lain

Ini hanya akan terjalin bila guru sama sama terbuka dalam komunikasi, saling membantu dalam menjalankan tugas. Tidak ada tugas yang berat bila hal ini dapat dilakukan secara bersama sama. Guru selalu berkomunikasi dengan teman sejawat dalam situasi apapun.

Baca : Guru zaman now

3. Semangat dalam bekerja, tidak mudah putus asa ketika berhadapan dengan suatu kesulitan
Guru harus mempunyai semangat dalam mendidik siswa siswanya
Guru harus mempunyai semangat dalam mendidik siswa siswanya

Berusaha mengatasi hal yang menjadi kendala ketika menjalankan tugasnya. Selalu “belajar” mencari solusi terhadap kesulitan yang dihadapi dalam menjalankan tugasnya. Tentu, beban sebagai guru profesional memberikan kesulitan yang beragam namun semangat yang ditunjukkan menyelesaikan suatu tugas dengan semangat.

Semangat mengeluarkan energi positif dan tetap tenang ketika berhadapan pada situasi pedagogik yang sulit. Semangat adalah usaha guru untuk mendapatkan pahala

4. Bersyukur sebagai seorang guru, guru yang bahagia menunjukkan rasa syukur ketika melaksanakan PP

Karena dengan bersyukur inilah yang memampukan mengatasi kendala, kesulitan, hambatan dan masalah dalam setiap PP.

Rasa syukur mendatangkan keindahan, keceriaan dan kebahagiaan, karena rasa syukur itu menambah energi positif guru menjelaskan ilmu pengetahuan kepada siswa dengan bahasa yang inspiratif.

Guru akan lebih bahagia jika sikap yang positif serta ilmu pengetahuan yang ia sampaikan menginspirasi para siswanya untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggunakan ilmu pengetahuan tersebut.

5. guru akan bahagia bila menguasai tekhnologi informasi dan berkemampuan memanfaatkan tekhnologi ini untuk PP
Guru harus bisa memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajarannya
Guru harus bisa memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajarannya

PP menjadi tercerahkan. Efeknya, siswa antusias untuk berpartisipasi dalam setiap PP. Kalau siswa sudah aktif, itulah kebahagiaan hakiki bagi seorang guru.

Oleh karena itu, mendidik dan kebahagiaan merupakan dua hal yang sejalan. Mendidik sebagai sebuah pekerjaan yang sering diartikan sebagai beban atau kewajiban yang harus dilakukan sebagai konsekuensi logis sebuah profesi. Namun sesungguhnya mendidik dengan sesungguhnya adalah kebahagiaan.

Tugas utama guru pada dasarnya adalah mengantarkan siswanya menggapai kebahagiaan dengan ilmu dan nilai-nilai yang diberikan selama PP.

Guru akan merasa paling bahagia bila siswa yang diajarkan mau berkompetensi dengan siswa lain, diterima dan berguna dimasyarakat, bisa melanjutkan kuliah di PT, kompetitif bila sudah bekerja. Itu kebahagian yang hakiki seorang guru.

Sebaliknya, indikasi seorang guru tidak bahagia dalam menjalankan tugasnya adalah terlalu seringnya mengeluh. Keluhan-keluhan muncul sebagai bentuk kekecewaan-kecewaan terhadap pekerjaan yang dijalaninya.

Guru dengan karakter tersebut, berpotensi menularkan perilaku buruknya kepada orang-orang disekitarnya. Bahkan dalam menjalankan tugas-tugasnya cenderung menyakiti peserta didik baik secara fisik maupun psikis.

Jadi, semakin bahagia guru dalam menjalankan tugasnya maka semakin meningkat pula kualitas pembelajaran yang dilakukan. Guru yang bahagia akan berusaha belajar dalam meningkatkan kualitas PP dengan berbagai cara dan menularkan kebahagiaan itu kepada siswa dan rekan kerjanya. Itulah kebahagian sejati!

Penulis : Amri Ikhsan
Penulis merupakan pendidik
Editor : Sony

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com