IBX59A78BDA66843

Web portal pendidikan – Esai kali ini berjudul Pro kontra kebijakan yang dibuat Pemerintah di ranah Pendidikan, yang dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba esai nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Pro Kontra Kebijakan Yang Dibuat Pemerintah Dalam Ranah Pendidikan

Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan, yang berlangsung di dalam dan luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang.

Pada hakikatnya pendidikan bertujuan untuk mendidik putra-putri bangsa, sehingga kelak diharapkan putra-putri bangsa tersebut memiliki karakter dan perilaku yang lebih baik dari generasi saat ini. Pendidikan juga mempunyai misi utama bagaimana mengajarkan nilai-nilai dan budi pekerti yang luhur.

Adanya pendidikan juga selalu di barengi dengan sarana dan pra sarana penunjang seperti sekolah, tenaga pendidik, kurikulum, buku pembelajaran dsb. Kebijakan – kebijakan baru yang di buat pemerintah pun tidak bisa dilepaskan dari pendidikan yang diterapkan di Indonesia.Sebenarnya apakah tujuan pemerintah membuat kebijakan tersebut?

Seperti perubahan kurikulum pendidikan Indonesia dari masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga saat ini, tidak konsisten pada satu kurikulum. Berkali- kali Indonesia berganti kurikulum dengan didasarkan pada berbagai alasan.

Sejak 2004, ada yang bernama kelas akselerasi. Mereka yang memiliki kompetensi lebih unggul, bisa mempercepat “proses belajar” selama mampu mencapai target hasil yang ditetapkan. Pada 2006, di masa desentralisasi pendidikan yang ditujukan agar pendidikan berpusat pada potensi, lingkungan, dan kebutuhan peserta didik, kita mengenal sekolah berstandar nasional dan internasional.

Apakah Dengan Adanya Perengkingan Di Sekolah Dapat Menyebabkan Ketidaksetaraannya Kualitas Pendidikan ?

Peringkat sekolah menunjukkan ketidaksetaraan kualitas pendidikan di berbagai ruang pendidikan. Kurikulum pendidikan kemudian berubah kembali. Setelah sekian puluh tahun pendidikan hanya berpusat di ranah kognitif, Kurikulum 2013 berharap menyeimbangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Aspek penilaian pun berubah, termasuk didalamnya kreativitas dan perilaku siswa sehari-hari. Perubahan dari Kurikulum 2006 ke Kurikulum 2013 ini merupakan salah satu kebijakan yang cukup membuat gaduh di masyarakat. Permasalahan kurikulum memang selalu menuai pro dan kontra. Selain kurikum, kebijakan- kebijakan baru yang banyak menuai pro dan kontra pun masih banyak. Seperti buku pembelajaran yang selalu di ganti dan di revisi, padahal buku tersebut telah di cetak.

Hal tersebut menimbulkan kebingungan bagi peserta didik dengan media pembelajaran yang selalu berubah- ubah, itu belum semua. Kini ada lagi, soalan jam pelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor23 Tahun 2017, jam pelajaran bertambah menjadi 8 jam per hari selama 5 hari, atau 40 jam per minggu.

Sebenarnya pemerintah membuat berbagai kebijakan bertujuan agar peserta didik dapat menjadi manusia yang berkualitas. Namun sangat di sayangkan keadaan pendidikan Indonesia belum bisa di katakan mengalami kemajuan yang signifikan.

Ini bisa terjadi karena beberapa faktor salah satunya yaitu karena kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kesiapan peserta didik untuk menerima dan pemerataan infrastruktur yang mendukung.

Misalnya saja pemerintah membuat kebijakan 5 hari sekolah, itu pun belum menyeluruh diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Kebijakan tersebut malah telah banyak menuai kontroversi. Semenjak di terapkannya full day school di Indonesia yang di tunjukkan untuk seluruh jenjang sekolah,

Nyatanya sampai sekarang kebijakan tersebut belum bisa dikatakan berhasil. Mungkin sekolah-sekolah yang berada di kota rata – rata telah menerapakan kebijakan tersebut. Tapi sekolah – sekolah yang berada di pedesaan dan cukup terpencil bisa menerapkan kebijakan tersebut? Padahal tidak semua anak di Indonesia bersekolah di kota.
Belum lagi dengan di buatnya kebijakan tersebut menjadikan kebingungan bagi pihak sekolah.

Karena belum terpenuhinya sarana dan prasarana yang memadai untuk menjalankan kebijakan tersebut. Sebenarnya niatan pemerintah tersebut dapat dikatakan baik, Karena kebijakan tersebut dapat membuat anak tetap dalam pengawasan di sekolah ketika orang tuanya bekerja. Namun lagi-lagi kebijakan tersebut perlu di pertimbangkan kembali agar dapat di terapkan dan mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan keinginan semua pihak.

Semua kebijakan yang di buat pemerintah pada dasarnya untuk memajukan pendidikan indonesia. Namun sangat di sayangkan keadaan pendidikan Indonesia belum bisa di katakan mengalami kemajuan yang signifikan. Ini bisa terjadi karena beberapa faktor salah satunya yaitu karena kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kesiapan peserta didik untuk menerima dan pemerataan infrastruktur yang mendukung.

Ada baiknya bila pemerintah membuat kajian atau semacam percobaan sebelum benar-benar menerapkan kebijakan yang dibuatnya. Hal tersebut agar tidak terjadi kontroversi di kemudian hari yang akhirnya malah membuat semakin pelik delima pendidikan di Indonesia.

Esai dengan judul pendidikan kunci keberhasilan ditulis oleh Setiyaningrum Tina Suryani kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com