Permasalahan Dalam Penerapan Tata Ruang Wilayah

oleh -204 Dilihat
permasalahan dalam penerapan tata ruang wilayah
permasalahan dalam penerapan tata ruang wilayah

Web portal pendidikan – Selamat malam sobat keluhkesah.com, kali ini kita akan membahas mengenai “permasalahan dalam penerapan tata ruang wilayah“. Berikut ulasannya dapat kami sampaikan dibawah ini.

Permasalahan Dalam Penerapan Tata Ruang Wilayah


Menurut Aca Sugandy sebagaimana dikutip oleh Yunus Wahid dalam buku pengantar hukum tata ruang, tata ruang dengan penekanan pada “tata” mengacu pada pengaturan susunan ruang suatu wilayah agar tercipta persyaratan yang bermanfaat secara ekonomi, sosial, budaya dan politik.

Sementara itu, tata ruang dari sudut penekanan pada ruang mengacu pada wadah dalam tiga dimensi (trimatra) : tinggi, lebar, dan kedalaman menyangkut bumi, air (sungai, danau, dan lautan) serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya.

Pada hakikatnya tata ruang merupakan sarana pengoptimalan pemanfaatan ruang yang berdaya guna dan berhasil guna bagi semua kepentingan terkait dengan pemanfaatan ruang baik sebagai wadah, lokasi, maupun sebagai sumber daya alam.


Permasalahan Dalam Penerapan Tata Ruang Wilayah


Ada berbagai permasalahan yang terjadi dalam penerapan tata ruang wilayah, permasalahan itu antara lain sebagai berikut :

1. Masalah Pembiayaan Dan Tenaga Ahli/Kepakaran

Pembiayaan dan kualitas tenaga ahli yang rendah akan berpengaruh terhadap mutu produk dokumen rencana tata ruang wilayah.

2. Masalah Keterbaruan Pangkalan Data (database)

Pangkalan data untuk analisis kesesuaian lahan dalam penentuan berbagai kawasan berupa data fisik, lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi.

Data data ini diperoleh dari data primer, data sekunder, dan data analisis. Pembaruan data data membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar. Hal ini kerap dijadikan alasan untuk menggunakan data lama. Itulah sebabnya rencana tata ruang wilayah sering tidak sesuai dengan kebutuhan.

3. Masalah Konflik Kepentingan

Konflik kepentingan antara konsep pelestarian dan pembangunan ekonomi merupakan permasalahan yang sering terjadi dalam perencanaan tata ruang wilayah.

4. Masalah Ekonomi

Harga tanah dikawasan budi daya pertanian dan kawasan lindung umumnya jauh lebih murah daripada harga tanah dikawasan budidaya non pertanian, seperti perumahan, perdagangan, industri, pariwisata.

Hal ini cenderung mendorong masyarakat untuk mengubah lahan pertanian dan kawasan lindung menjadi kawasan non pertanian, seperti kawasan permukiman, perdagangan, dan jasa.

5. Masalah Sosial Budaya

Masalah ini terjadi di wilayah yang memiliki fungsi sosial budaya yang tinggi ketika wilayah itu mau dialihfungsikan ke fungsi fungsi yang lain, seperti fungsi ekonomi.

Pengalihfungsian ini dapat membawa pergeseran budaya. Contohnya budaya agraris yang mengedepankan kebersamaan, tergantikan oleh budaya kota yang cenderung individualistis.

6. Masalah Keamanan

Tumpang tindih peruntukan lahan secara lingkungan dapat menimbulkan dampak negatif penggunaan dan pemanfaatan lahan. Keamanan dan kenyamanan warga menjadi terganggu.

7. Masalah Institusi

Masalah institusi mencakup masalah kemampuan teknis dan manajemen tata ruang yang masih terbatas. Masalah yang mungkin terjadi antara lain penggunaan sumber sumber dana tidak efektif dan efisien.

Perencanaan program tidak tepat dan tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, dokumen tata ruang tidak sesuai dengan kebutuhan pembangunan sehingga tidak dapat digunakan.

Permasalahan ini tentu saja perlu diatasi agar tujuan penataan ruang dapat tercapai. Dalam hal ini peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Masyarakat yang dimaksud adalah orang perseorangan, kelompok orang, termasuk masyarakat hukum adat, korporasi, dan pemangku kepentingan nonpemerintah.

Peran masyarakat dalam penataan ruang diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Tata Cara Peran Masyarakat dalam Penataan Ruang.

Peran masyarakat dalam penataan ruang dilakukan pada tahap perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Bentuk peran masyarakat dalam perencanaan tata ruang berupa sebagai berikut :

  • Persiapan penyusunan rencana tata ruang
  • Penentuan arah pengembangan wilayah atau kawasan
  • Pengidentifikasian potensi dan masalah pembangunan wilayah atau kawasan
  • Perumusan konsepsi rencana tata ruang
  • penetapan rencana tata ruang

Nah itulah penjelasan artikel mengenai “Permasalahan dalam penerapan tata ruang wilayah.” Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi pengembangan artikel lebih lanjut.

kamu juga bisa menulis karyamu di keluhkesah, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Kata kunci : Permasalahan dalam penerapan tata ruang wilayah

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com