Web portal pendidikan – Kali ini kita kedatangan tulisan yang ga kalah bagus loh, judul artikel hasil kiriman kali ini yaitu “perkembangan anak di era teknologi digital“. Untuk ulasan lengkapnya dapat kita simak dibawah ini.

Perkembangan Anak Di Era Teknologi Digital


Jadi anak usia dini itu yang diakui secara internasional  itu ada di usia 0-8 tahun. Anak-anak yang lahir pada tahun 1995 ke atas itu sebenarnya sudah terpapar dengan gaway.

Jadi yang dimaksud dengan gaway seperti handphone, smartphone dan televisi, ini mereka di sebut dengan generasi digital netif yang artinya sejak lahir mereka sudah terbiasa dengan paparan dari teknologi ini.

Dan ini akan menimbulkan pro dan kontra yang artinya ada kebaikan dan juga banyak kelemahan tumbuh di lingkungan yang seperti ini.

Kalau kita tahu anak usia dini itu memiliki berbagai macam aspek. Ada aspek kognitif, aspek fisik motorik, aspek sosial emosi dan semuanya ini tidak terlepas dari pengaruh lingkungan.

Sehingga ketika seorang anak itu tumbuh dalam lingkungan yang tidak baik dan banyak terpapar dengan gaway ini sangat mempengaruhi perkembangan mereka.

Efeknya yang pertama anak akan malas bersosialisasi, kemudian perkembangan bahasa anak bisa juga terhambat, dan yang ketiga masalah emosi jadi mudah marah, meledak-ledak tenper tantrum dan sebagainya, kemudian juga ada sikap-sikap yang cenderung tidak mudah untuk mengerem keinginan.

Karena semua godaan-godaan dari iklan, lagu-lagu dan sebagainya, itu sangat memudahkan anak untuk menginginkan sesuatu dengan berlebihan.

Oleh sebab itu di sini peran orang tua, peran guru, peran masyarakat untuk bersama-sama kita menjaga anak kita dari bahaya gadget.

Yang pertama yang bisa kita lakukan adalah membatasi penggunaan gadget bukan sebagai hal milik tetapi sebagai hak guna pakai.

Jadi kita berikan kepada anak-anak bahwa ini pinjaman, pada tahap ini anak akan tahu bahwa ini hanya pinjaman jadi mereka tahu aturannya berasal dari pemiliknya yaitu kita sendiri orang tuanya.

Kemudian yang kedua kita sebagai orang tua juga harus memberikan kegiatan-kegiatan di luar gadget yang memberikan kesenangan yang sama tetapi juga sekaligus mengajarkan anak untuk berproses karena ini salah satu tantangan dari anak-anak dari digital netif.

Mereka kurang mampu menghargai kegiatan yang membutuhkan proses yang lama karena mereka generasi serba instan. Kemudian yang ketiga orang tua harus hadir baik secara fisik maupun psikologis.

Baca :

Jadi ketika orang tua di rumah bermain dengan anak, hadirlah tidak hanya badannya saja tetapi juga perhatian kemudian mereka harus memberikan pertanyaan-pertanyaan dan feedback sehingga anak-anak itu merasa senang ketika berinteraksi dengan orang-orang dewasa di sekitarnya tidak hanya dengan gadget atau gawaynya.

Kemudian kita juga bisa memanfaatkan layanan pengamanan pada gadget, sekarang banyak sekali dari teknologi itu ada layanan game dan layanan akses youtube itu kita aktifkan juga dari bentuk proteksi konten-konten yang tidak baik, konten-konten pornografi, konten-konten yang mengarah pada  keinginan yang berlebihan itu kita bisa atur di sana.

Kesimpulan :

Buat orang tua, sudahkah anda melakukan hal yang disebutkan diatas? Yuk mulai sekarang perhatikan perkembangan anak kita, apalagi pada saat fenomena COVID-19 ini, pasti semua orangtua berada dirumah dan melakukan aktivitas dirumah, sehingga anak bisa terlihat tumbuh kembangnya.

Penulis : Afidatul Layyinah

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com