Web portal pendidikan – Selamat siang sob, pada hari ini saya akan bahas kelanjutan dari artikel sebelumnya. Artikel kali ini saya beri judul “perbedaan asuransi dengan judi atau taruhan. Untuk lebih jelasnya dapat kalian simak dalam artikel berikut.

Perbedaan Asuransi Dengan Judi atau Taruhan

Pada hakikatnya, asuransi merupakan sarana pengalihan risiko. Kata kata risiko sendiri erat kaitannya dengan ketidakpastian yang terjadi di masa yang akan datang. Ketidakpastian yang dimaksud dalam risiko, dalam asuransi sering kali diasosiasikan dengan kerugian atau loss.

Pengertian risiko dalam kamus besar Bahasa Indonesia yang di susun oleh Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1989;753).

Memberi penjelasan bahwa risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan. Klausul perbuatan atau tindakan dalam pengertian risiko ini berkonotasi erat dengan perbuatan atau tindakan manusia.

Padahal, saat ini, banyak sekali hal hal yang terjadi diakibatkan oleh bukan kekuasaan manusia. Seperti contohnya banjir, tanah longsor, hingga badai topan. Ketidakpastian atau risiko yang sewaktu waktu dapat menyebabkan kerugian dapat dibagi atas hal hal berikut:

A. Economic Uncertainly (Ekonomis)

Risiko atau ketidakpastian secara ekonomis misalnya terjadi terhadap kejadian kejadian sebagai akibat perubahan perubahan dari sikap konsumen, perubahan selera dari konsumen dan adanya perubahan perubahan harga, teknologi, penemuan baru dan lain sebagainya.

B. Uncertainly of Nature (Alam)

Ketidakpastian oleh alam terjadi dengan kejadian atau peristiwa seperti kebakaran, badai, topan, banjir, longsor, hingga tenggelamnya pulau pulau kecil.

Di abad milenium saat ini, perubahan iklim telah menjadi isu global yang sensitif karena dituding menyebabkan berbagai bencana alam dan anomali cuaca yang kacau. Sehingga ketidakpastian dari faktor alam memilih peran penting dalam penentuan dan perhitungan risiko.

C. Human Uncertainly (Manusia)

Penyebab ketidakpastian atau risiko oleh faktor manusia terdiri dari peperangan, pencurian, perampokan, pembunuhan dan lain sebagainya. Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari siklus kehidupan yang dinamis dan cepat berubah sehingga risiko akibat tingkah laku manusia mendapat perhitungan dalam penentuan suatu risiko.

Dari beberapa jenis ketidakpastian di atas, yang dapat dipertanggungkan adalah ketidakpastian yang diakibatkan oleh faktor alam dan faktor manusia karena dapat diperhitungkan risiko risiko yang timbul sehingga dapat dinilai berapa nilai pertanggungan yang dapat diberikan oleh pihak perusahaan asuransi.

Baca : Penjelasan dan Pengertian Asuransi

Selain itu pula, hal ini akan memudahkan pihak perusahaan asuransi untuk menghitung berapa nilai premi atas suatu hal yang akan dipertanggungkan risikonya ke perusahaan asuransi.

Terkait dengan ketidakpastian ekonomis, merupakan hal yang sangat bersifat spekulatif dan sulit diukur nilai keparahannya sehingga berakibat terhadap sulitnya menentukan premi dan nilai pertanggungan. Jenis jenis risiko dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu :

1. Speculative Risk

Risiko spekulatif adalah sebuah risiko yang bersifat tidak pasti yang bisa mendatangkan keuntungan atau kerugian. Contoh dari risiko spekulatif adalah seorang pedagan yang menjalankan bisnisnya memiliki dua kemungkinan atas hal yang dilakukannya tersebut, yaitu untung atau rugi.

2. Pure Risk

Pure Risk merupakan risiko yang selalu menyebabkan kerugian. Perusahaan di bidang asuransi bergerak atas bidang pure risk. Risiko yang selalu menyebabkan kerugian misalnya adalah kematian.

Jika seseorang yang produktif dan menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia, maka risiko yang pasti terjadi adalah keluarga yang ditinggalkan tidak ada lagi yang membiayai. Contohnya adalah seperti kapal yang tenggelam, pesawat yang jatuh, kebakaran rumah, dan lain sebagainya.

Perbedaan Asuransi dengan Judi Atau Taruhan

perbedaan mengenai asuransi dan perjudian
perbedaan mengenai asuransi dan perjudian

Berdasarkan jenis risiko diatas, telah jelas kiranya bahwa perusahaan asuransi menanggung sebuah risiko yang pasti menyebabkan kerugian di masa yang akan datang akibat suatu hal yang tidak dapat dihindari.

Sedangkan risiko yang spekulatif tidak hanya berupa kerugian, melainkan keuntungan. Didalam risiko yang bersifat spekulatif, ketidakpastian yang terjadi dimasa yang akan datang dapat dihindari tergantung terhadap pihak pihak yang bersangkutan.

Judi atau Taruhan tidak mengurangi risik melainkan menciptakan risiko. Akan tetapi, antara asuransi dan perjudian memiliki beberapa persamaan dalam hal tertentu. Persamaan utama antara asuransi dan judi adalah dimana besarnya jumlah uang yang diterima oleh pihak pihak yang bersangkutan tidak sama besarnya dengan uang yang dikeluarkan oleh pihak pihak tersebut pada saat sekarang.

Berdasarkan pendapat Drs. A. Abbas Salim (1985), terdapat beberapa perbedaan asuransi dengan judi, yaitu :

A. Asuransi

  • Asuransi terutama sekali bertujuan untuk mengurangi risiko yang sudah ada di dalam masyarakat dengan jalan mempertanggungkan resiko itu kepada perusahaan asuransi (reducing risk).
  • Asuransi mempunyai sifat sosial terhadap masyarakat, berarti dari risiko risiko yang ada akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.
  • Besarnya risik atau kerugian yang timbul bisa kita ketahui , dalam arti bisa diukur atau bisa kita tentukan risik tersebut.
  • Kontrak dalam asuransi dibuat secara tertulis dan mengikat pihak pihak yang bersangkutan yang mengadakan perjanjian asuransi tersebut.

B. Judi, Taruhan (Gambling)

  • Pada perjudian, pada awal risiko risiko belum ada, dan setelah perjudian tersebut mulai dilakukan atau dimainkan maka mulai terjadi risiko (kekalahan). Artinya, risiko tadinya belum ada menjadi ada atau diadakan.
  • Perjudian atau gambling bersifat “tidak sosial”.
  • Kontrak pada judi atau gambling tidak mengikat, serta tidak tertulis (lisan)

Utang yang terjadi dalam hal judi atau taruhan tidak dapat dimintakan tuntutan. Pasal 1788 Kitab Undang Undang Hukum Perdata (Disingkat menjadi seharusnya K.U.H.Per) berbunyi :

Undang undang tidak memberikan suatu tuntutan dalAM HALNYA suatu utang yang terjadi karena perjudian atau taruhan

Untuk mencegah adanya perjudian atau pertaruhan yang memiliki motif asuransi, Pasal 257 KUHD menyatakan bahwa :

Apabila pada saat mengadakan suatu pertanggungan atau selama kurung waktu berlangsungnya perjanjian itu, suatu pihak dapat menyatakan melepaskan hal hal berdasarkan ketentuan Undang Undang yang diharuskan sebagai pokok suatu perjanjian pertanggungan.

Itulan penjelasan dari tema kita Perbedaan Asuransi Dengan Judi. Lebih dan kurang mohon dimaafkan. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan yang sebesar besarnya dari para pengunjung.

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com