Web portal pendidikan – Halo sahabat intelektual, pada kesempatan yang bahagia ini portal pendidikan akan memberikan materi mengenai perbedaan antara majas ungkapan kiasan dan peribahasa. Berikut ulasannya dapat saya bagikan dibawah ini.

Perbedaan Antara Majas, Ungkapan, Kiasan Dan Peribahasa

perbedaan antara majas ungkapan kiasan dan peribahasa
perbedaan antara majas ungkapan kiasan dan peribahasa

Indonesia dikenal luas sebagai negara penuh keragaman, baik dari budaya, bahasa, suku, makanan, flora dan fauna, serta banyak lagi.

Tidak hanya kaya akan keragaman sumber dayanya, perbendaharaan struktur bahasa memiliki keragaman kesusastraan pula. Bahkan satu makna bisa memiliki berbagai kata yang mendukungnya, contohnya saja kata “aku” yang bisa juga diganti dengn saya, gue, gua, ambo, dan banyak lagi.

Jangankan kata sinonim, bahkan satu kata bisa memiliki arti yang berbeda tergantung kalimat yang menyusunnya.

Contohnya saja kata “apel” yang memiliki dua arti berbeda pada kalimat yang berbeda.

Kata apel bisa berarti buah.

Contohnya: Saya memetik buah apel di kebun Mbah Joko.

Kata apel bisa berarti upacara resmi untuk mengetahui kehadiran atau mendengarkan amanat.
Contohnya: Setiap Pukul 7.00 WIB, siswa SMAN 2 Sekayu selalu melaksanakan apel di lapangan.

Masih banyak lagi perbendaharaan kata yang kita miliki. Sudah semestinya kita patut berbangga diri atas kekayaan kesusastraan ini.

Menilik karya sastra yang dibuahkan oleh para pujangga, banyak diantara mereka menuangkan tulisan dengan begitu indah. Bahkan di setiap kalimat memiliki ragam makna yang berbeda. Hal tersebut tentu lahir dari tangan-tangan kreatif seniman kata yang patut diacungi jempol.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas beberapa bagian dari keragaman kesusastraan yang kita miliki yakni tentang perbedaan antara majas, ungkapan, kiasan dan peribahasa.

Apa itu Majas ?

Majas atau dikenal juga dengan gaya bahasa merupakan cara seorang penulis untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya dalam tulisan maupun lisan.

Majas akan memberikan efek-efek tertentu yang akan membuat tulisan semakin hidup serta memiliki estetika, khususnya pada karya sastra yang cenderung menonjolkan keindahan. Karya sastra tersebut bisa berupa puisi, cerpen, novel dan lain-lain.

Majas juga sering disematkan pada seorang penyair atau pujangga kata. Terkadang setiap tulisan yang dibuat agak sulit dimengerti karena hanya menonjolkan keindahan, tetapi ketika dibedah lebih lanjut pasti ada makna yang ingin diungkapkan.

Memang penggunaan majas ini bertujuan untuk memperindah tulisan serta menggaet hati pembaca, tetapi penyair akan tetap menuangkan makna di setiap kalimat yang mereka tuliskan.

Ada beberapa macam jenis majas yang ada di dalam bahasa Indonesia. Namun, pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan contoh majas yang sering digunakan oleh penyair atau sastrawan.

  1. Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan kata yang melebih-lebihkan. Contoh : senyumnya menggetarkan dunia.

  1. Majas Personifikasi

Majas Personifikasi adalah majas yang menggambarkan benda mati seolah-olah hidup. Contoh : Awan menari-nari di atas sana, mengisyaratkan hari ini cerah nan gembira.

3. Majas Litotes

Majas ini sering digunakan untuk merendah-rendahkan sesuatu. Contoh : Mari bertamu ke gubuk di ujung jalan ini, tempatku hidup bersama keluarga kecilku. (Nyatanya gubuk yang dimaksud adalah rumah yang bagus, hanya digunakan untuk merendahkan saja).

4. Majas Metafora

Majas ini sering kali digunakan untuk kata kiasan. Contoh : Tak heran, anak emas memang selalu disayang.

5. Majas Sindiran

  • Majas Ironi adalah majas yang digunakan untuk menyindir secara halus. Contoh : Tulisanmu rapi, persis cakaran ayam.
  • Sinisme adalah majas sindiran yang mengarah pada kalimat kasar. Contoh : Tiap hari pulangnya tengah malam, kerjanya apaan neng ? Kalo kerja yang bener, jangan aneh-aneh!
  • Sarkasme adalah majas sindiran yang menggambarkan sesuatu dengan kalimat yang paling kasar hingga langsung menusuk perasaan. Contoh : Dasar otak udang !

Apa itu Ungkapan atau kiasan ?

Ungkapan adalah kiasan, di mana pada kalimat ada sekelompok kata atau gabungan kata yang memberikan makna khusus. Makna khusus yang dimaksud adalah makna yang di luar dari makna aslinya (bukan arti kata yang sebenarnya) .

Penggunaan istilah ungkapan dan kiasan sebenarnya memiliki makna yang sama. Oleh karenanya, kedua kata tersebut bisa digunakan.

Baca juga : Kata dasar dan kata berimbuhan

Namun, ada satu hal yang perlu digaris bawahi. Dikatakan ungkapan, ketika yang dibicarakan bisa dihitung beberapa kata (bukan satu kalimat). Sedangkan, kalimat kiasan biasanya terdiri dari satu kalimat (menyatu).

Contoh ungkapan :

  • Anak emas (artinya anak kesayangan)
  • Bintang Lapangan (artinya pemain handal)
  • Banting Tulang (artinya bekerja keras)

Contoh kalimat kiasan :

  • Cintaku sedalam lautan
  • Kamu cantik, bagaikan rembulan
  • Gapailah mimpimu setinggi langit

Apa itu Peribahasa ?

Peribahasa merupakan suatu ungkapan yang memiliki makna tertentu, biasanya berupa kalimat ringkas yang berupa perumpamaan, perbandingan, nasihat, nilai-nilai dalam hidup, serta norma tingkah laku.

Ada empat jenis peribahasa yaitu :

A. Pepatah

Peribahasa yang satu ini biasanya banyak berupa nasihat atau ajaran dari orang tua kepada anaknya (peribahasa ini lahir dari nenek moyang kita).

Contoh:

Air tenang menghanyutkan
Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah

B. Perumpamaan

Peribahasa yang satu ini biasanya digunakan untuk perbandingan sesuatu. Bisa menggunakan kata : bak, seperti, bagai, dan lain-lain.

Contoh:

Bagai pungguk merindukan bulan
Laksana burung dalam sangkar

C. Pemeo

Jenis peribahasa yang satu ini sering kali digunakan untuk semboyan.

Contoh:

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
Esa hilang, dua terbilang. 

D. Ungkapan

Ini merupakan jenis peribahasa yang tentu sudah dijelaskan di atas. Dimana ungkapan adalah gabungan kata yang maknanya sudah lain dari aslinya.

Contoh:

Nenek sudah terlebih dahulu menyicip asam garam kehidupan 
Jadilah anak yang ringan tangan, bukan panjang tangan

Baiklah sekian pembahasan terkait Perbedaan antara Majas, Ungkapan, Kiasan dan Peribahasa. Semoga bermanfaat.

Artikel ditulis oleh @author dengan judul artikel perbedaan antara majas, ungkapan, kiasan dan peribahasa. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi pengembangan artikel lebih lanjut.

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]