Peran Sukuk Dalam Pembangunan Infrastruktur Di Indonesia

oleh -28 views
Peran sukuk dalam pembangunan infrastruktur indonesia
Peran sukuk dalam pembangunan infrastruktur indonesia

Web portal pendidikan – Selamat pagi sobat keluhkesah.com, kali ini kita akan bahas mengenai peran sukuk dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Berikut ulasannya dapat kami sampaikan dibawah ini.

Peran Sukuk Dalam Pembangunan Infrastruktur Di Indonesia


Penulis : Maghfirah Almadina Dahrun

Sukuk Negara secara resmi bernama Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). SBSN di Indonesia pertama kali diterbitkan pemerintah pada 26 Agustus 2008 sebagai tindak lanjut dari UU Nomor 19 tahun 2008 tentang SBSN. Seiring berjalan waktu, SBSN terus mengalami perkembangan.

Selain sukuk investor besar dan berdenominasi dolar seperti Sukuk Negara Indonesia (SNI) maupun berdenominasi rupiah seperti Project Based Sukuk (PBS) dan Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI), pemerintah juga menyediakan sukuk bagi individual seperti Sukuk Negara Ritel (SR), dan Sukuk Tabungan (ST).

Sukuk dipandang sebagai alternatif yang lebih baik dari pada berutang karena antara lain mengandung unsur kerja sama investasi, berbagi resiko dan keterlibatan aset (proyek-riil) yang juga mendasari penerbitan sukuk (Khairunnisa Musari, 2009).

Salah satu masalah dalam pengadaan infrastruktur adalah ketersediaan anggaran pembiayaan dalam rangka pemenuhan kebutuhan infrastruktur yang sangat terbatas, sehingga terjadi celah pembiayaan infrastruktur (Adi, 2016).

Menurut Fadian (2017) untuk menutupi kekurangan dana, pemerintah harus bisa mencari sumber dana alternatif pembangunan infrastruktur selain APBN, yaitu dengan cara menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dan pinjaman dari luar Negeri dalam bentuk utang, baik dari negara-negara lain (Jerman, Amerika Serikat, Jepang, China dan lainnya) atau pinjaman dari Lembaga Keuangan Internasional (IDB, ADB, IMF, World Bank dan sebagainya).

Sayangnya, saat pemerintah menerbitkan SUN tidak lepas dari beban bunga yang besar yang ditawarkan kepada investor sehingga menjadi beban negara dalam APBN untuk membayar bunganya.

Belum lagi jika sumber dana dari pinjaman dari luar negeri yang sangat merugikan negara, karena mengunakan sistem bunga, sehingga diperlukan alternatif baru sebagai sumber pendanaan infrastruktur yaitu dengan menerbitkan sukuk (Helmi, 2015).

Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), pembiayaan melalui sukuk tepat digunakan untuk pembiayaan infrastruktur.

Dikarenakan sukuk memegang prinsip yang sesuai dengan syariat islam sehingga terhindar dari hal-hal yang diharamkan, seperti mengandung unsur riba, gharar, maisir dan lain-lain (Fadian, 2017:1-13).

Menurut Fauziah dan Nurwahidin (2020:30-42) infrastruktur adalah layanan publik termasuk transportasi, energi, air, kesehatan dan lainnya yang ditujukan untuk menunjang kegiatan ekonomi dan sosial.

Jadi pembangunan infrastruktur ialah suatu langkah atau usaha pertumbuhan dan perubahan yang terencana untuk membangun prasarana atau segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu pembangunan (Saputri, 2019).

Sedangkan menurut Achyar (2018:19-40) sukuk dapat diartikan sebagai suatu dokumen sah yang menjadi bukti penyertaan modal atau bukti utang terhadap pemilik suatu harta yang boleh dipindahmilikan dan bersifat jangka panjang.

Abubakar dan Handayani (2017:1-14) menyatakan bahwa definisi sukuk sesuai dengan DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia) tertuang dalam fatwa Nomor 32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah.

“Obligasi Syariah adalah surat berharga berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan Emiten kepada pemegang Obligasi Syariah yang mewajibkan Emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang Obligasi Syariah berupa bagi hasil/margin/fee serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo”.

Baca juga : Pengertian Pendapatan Nasional Lengkap

Menurut Adi (2016) karakteristik sukuk adalah sebagai berikut:

  1. Terbebas dari unsur riba, gharar dan maysir
  2. Sukuk merupakan bukti kepemilikan suatu aset berwujud atau hak manfaat (beneficial title)
  3. Penerbitannya melalui special purpose vehicle (SPV)
  4. Memerlukan underlying asset
  5. Penggunaan proceeds harus sesuai prinsip syariah
  6. Pendapatan berupa imbalan (kupon), marjin, dan bagi hasil, sesuai jenis akad yang digunakan.

Menurut Kementerian Keuangan (2020) keuntungan investasi sukuk adalah:

  1. Tingkat imbalan tetap
  2. Tingkat imbalan kompetitif, lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN
  3. Imbalan dibayar tiap bulan
  4. Pokok dan imbalan dijamin oleh negara
  5. Mendukung pembiayaan pembangunan nasional
  6. Cukup dengan 1 juta anda sudah  bisa berinvestasi di sukuk
  7. Dapat diperdagangkan dipasar sekunder antar investor domestik
  8. Akses investasi sesuai prinsip syariah

Beberapa keuntungan sukuk dibanding dengan produk lainnya yang mempengaruhi minat investor dalam membeli sukuk ini adalah tergambar dalam tabel perbandingan berikut:

Tabel perbandingan instrumen
Tabel perbandingan instrumen

Menurut Kementerian Keuangan (2020) penerbitan sukuk pertama kali dilakukan pada tahun 2009. Berikut perkembangan sukuk ritel:

grafik perkembangan sukuk ritel
grafik perkembangan sukuk ritel

Kesimpulan

Dengan demikian sukuk menjadi komponen penting dalam APBN untuk membiayai proyek negara.

Sukuk menggunakan prinsip-prinsip yang sesuai dengan syariah sehingga terhindar dari hal-hal yang diharamkan syariah, seperti mengandung unsur riba, gharar, maisir dan lain-lain.

Pemerintah bisa memaksimalkan potensi sukuk sebagai alternatif pembiayaan infrastruktur dan mulai mengurangi ketergantungan pada hutang luar negeri dalam pembiayaan infrastruktur.


Daftar Pustaka

Abubakar, Lastuti, dan Tri Handayani. 2017. “Kesiapan Infrastruktur Hukum Dalam Penerbitan Sukuk (Surat Berharga Syariah) Sebagai Instrumen Pembiayaan Dan Investasi Untuk Mendorong Pertumbuhan Pasar Modal Syariah Indonesia”. Jurnal Jurisprudence 7(1):1-14.

Achyar, Munir. 2018. “Sukuk: Instrumen Pembiayaan Islam Potensial”. LABATILA : Jurnal Ilmu Ekonomi Islam 2(1):19-40.

Adi, Yuli Prasetya. 2016. “Analisis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) / Sukuk Dalam Upaya Mendukung Skema Pembiayaan Infrastruktur Di Indonesia”. Tangerang Selatan: Politeknik Keuangan Negara STAN. Skripsi.

Ardi, Muhammad. 2018. “Pengaruh Sukuk Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia”. Iqtishaduna 9(1):85-97.

Fadian, Baiti Nur. 2017. “Analisis Peran Sukuk Bagi Pembangunan Infrastruktur Di Indonesia”. PROSIDING Seminar Nasional Dan Call for Papers “Tantangan Pengembangan Ilmu Akuntansi, Inklusi Keuangan, Dan Kontribusinya Terhadap Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan” 1-13.

Fauziah, Syifa, dan Nurwahidin. 2020. “Pembiayaan Infrastruktur Dengan Sukuk Negara Di Indonesia: Prosedur Dan struktur”. JIMEA / Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) 4(1):30-42.

Helmi, Achmad. 2015. “Komparasi Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur Pemerintah Dengan Dana Obligasi Konvensional Dan Obligasi Syariah / Sukuk (Studi Kasus Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera)”. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga. Tesis.

https://www.sebi.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=563&Itemid=46, diakses pada tanggal 20 Agustus 2021

Keuangan, Kementerian. 2020. “Sukuk Ritel”. Retrieved (https://www.kemenkeu.go.id/sukukritel).

Musari, Khairunnisa (2009), “Problem Pemerintah dan Kelembagaan Ekonomi di Negara Muslim: Menggagas Sukuk Sebagai Instrumen Fiskal dan Moneter di Indonesia”, Paper Simposium Nasional Ekonomi Islam IV. Yogyakarta: FE UII, IAEI, P3EI, dan

Prodi Ekonomi Islam FIAI UII. Saputri, Resky Mertarega. 2019. “Analisis Terhadap Pendapat Imam Syafi’I Tentang Penggunaan Investasi Dana Haji Untuk Pembangunan Infrastruktur”. Lampung: Universitas Islam Negeri Raden Intan. Skripsi.


Artikel ditulis oleh : Maghfirah Almadina Dahrun
Judul : Peran Sukuk Dalam Pembangunan Infrastruktur Indonesia
Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sumatera Utara

Kamu juga bisa menulis karyamu di keluhkesah.com, dibaca jutaan pengunjung, dan kamu juga bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami halo@keluhkesah.com

Kata kunci : Peran sukuk dalam pembangunan infrastruktur

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *