Pentingnya Peran Orangtua Dalam Membentuk Pola Pikir Anak

oleh -44 views
Pentingnya peran orangtua dalam membentuk pola pikir anak
Sumber gambar : Pentingnya peran orangtua dalam membentuk pola pikir anak

Web portal pendidikan – Sebagai Orangtua kita harus peka terhadap pertumbuhan anak, dalam membentuk karakteristik anak tentu orang tua berperan penting dalam membentuk pola pikir anak, bagaimana anak kedepannya orang tua harus sudah membersiapkannya. Dalam artikel ini saya akan menjelaskan betapa pentingnya peran orangtua dalam membentuk pola pikir anak, berikut ulasannya.

Pentingnya Peran Orangtua Dalam Membentuk Pola Pikir Anak


Anak merupakan anugrah dari Allah yang pantas kita syukuri dan amanah yang harus kita jaga dan lindungi, serta merupakan hal yang sangat berharga di mata siapapun, khususnya orang tua. 

Banyak fenomena membuktikan orang tua rela berkorban demi keberhasilan anaknya. Tidak jarang ditemukan orangtua yang menghabiskan waktu, sibuk bekerja semata-mata hanya untuk kepentingan anak. 

Ditinjau dari sisi psikologi, kebutuhan anak bukan hanya sebatas kebutuhan materi semata, anak juga membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari orang terdekatnya, khususnya orangtua. 

Baca :

Realitanya, banyak anak yang kurang mendapatkan kebutuhan kasih sayang, disebabkan orang tua sibuk mencari uang demi untuk memperbaiki perekonomian keluarga.perbedaan persepsi inilah yang terkadang membuat hubungan antara orang tua dan anak menjadi semakin renggang.

Kedekatan hubungan antara orang tua dengan anak tentu akan sangat berpengaruh secara emosional. Anak akan merasa dibutuhkan dan berharga dalam keluarga, apabila orang tua memberikan perhatiannya kepada anak.

Anak akan mengganggap bahwa keluarga merupakan bagian dari dirinya yang sangat dibutuhkan dalam segala hal. Sebaliknya, hubungan yang kurang harmonis antara orangtua dan anak akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak. Tidak jarang anak terjerumus ke hal-hal negatif dengan alasan orangtua kurang memberikan perhatian kepada anak.

Dari fenomena ini, kita dapat melihat bahwa peran orangtua sangat dibutuhkan dalam perkembangan psikologi anak. Perawatan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan, baik agama maupun sosial budaya yang diberikannya merupakan faktor yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang sehat.

Maka dari itu orang tua memiliki kewajiban dalam berperilaku dan berucap dengan baik terhadap anak karena pola fikir anak akan terbangun dengan diawali dari apa yang dilihat dan didengar oleh anak tersebut seperti dijelaskan dalam Al-quran:

(وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا)

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.(An- Nisaa : 9)

Dan seiring berjalannya waktu pola fikir anak akan berkembang sedemikian rupa sesuai dengan didikan dari orang tua dan lingkungan sekitarnya.

terdapat beberapa jenis pola asuh yang dapat diterapkan kepada anak serta dampak perilaku yang ditimbulkan yaitu :

Pola Asuh Otoriter (parent oriented)


Ciri-ciri  pola asuh ini, menekankan segala aturan orang tua harus ditaati oleh anak. Anak harus menurut dan tidak boleh membantah terhadap apa yang diperintahkan oleh orang tua.

Anak seolah adalah “robot” yang dikendalikan orang tua, sehingga menjadi kurang inisiatif, merasa takut tidak percaya diri, pencemas, rendah diri, minder dalam Pendidikan dan Pengasuhan Keluarga tetapi disisi lain anak bisa memberontak, nakal, atau melarikan diri dari kenyataan, misalnya dengan menggunakan narkoba.

Selain itu, anak yang diasuh dengan pola asuh ini cenderung akan menjadi disiplin yakni mentaati peraturan, walaupun terkadang hanya untuk menyenangkan orang tua atau suatu bentuk kedisiplinan dan kepatuhan yang semu. Di belakang orang tua, bisa jadi anak akan menunjukkan perilaku yang berbeda.

Pola Asuh Permisif (children centered)

Sifat pola asuh ini, yakni segala aturan dan ketetapan keluarga di tangan anak. Orang tua menuruti segala kemauan anak. Anak cenderung bertindak semena-mena, tanpa pengawasan orang tua. Ia bebas melakukan apa saja yang diinginkan.

Dari sisi negatif lain, anak kurang disiplin dengan aturan-aturan sosial yang berlaku. Bila anak mampu menggunakan kebebasan tersebut secara bertanggung jawab , maka anak akan menjadi seorang yang mandiri, kreatif, inisiatif dan mampu mewujudkan aktualisasinya.

Pola Asuh Demokratis


Kedudukan antara orang tua dan anak sejajar. Anak diberi kebebasan yang bertanggung jawab, artinya apa yang dilakukan oleh anak tetap harus dibawah pengawasan orang tua dan dapat dipertanggung jawabkan secara moral.

Orang tua dan anak tidak dapat berbuat semena-mena. Anak diberi kepercayaan dan dilatih untuk mempertanggung jawabkan segala tindakannya. 

Akibat positif dari pola asuh ini, anak akan menjadi seorang individu yang mempercayai orang lain, bertanggung jawab terhadap tindakan-tindakannya, tidak munafik, jujur.

Namun akibat negatif, anak akan cenderung merongrong kewibawaan otoritas orang tua, kalau segala sesuatu harus dipertimbangkan anak dan orang tua. Dalam memberikan pengasuhan kepada seorang anak.

Hendaknya memiliki batasan yang jelas terhadap hal-hal yang diperbolehkan atau yang tidak diperbolehkan kepada anak. Anak akan mengetahui dengan jelas terhadap dampak atau konsekuensi yang diterima apabila bersikeras melaksanakan tindakan yang ingin dilakukan.

Kewajiban Orang Tua Terhadap anak di bidang pendidikan

Ada kewajiban yang harus orangtua laksanakan terhadap anak di berbagai bidang pendidikan, antara lain :

-Pendidikan Keimanan: Antara lain dapat dilakukan dengan menanamkan tauhid kepada Allah dan kecintaannya kepada”RasulNya.

-Pendidikan Akhlak: Antara lain dapat dilakukan dengan menanamkan dan membiasakan kepada anak sifat terpuji serta menghindarkannya dari sifat-sifat tercela.

Pendidikan Jasmaniah: Dilakukan dengan memperhatikan gizi anak dan mengajarkanya cara hidup sehat.

-Pendidikan Intelektual: dengan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak dan memberi kesempatan untuk menuntut mencapai tujuan pendidikan anak.

Dan kewajiban Orang tua harus dipenuhi sungguh-sungguh adalah memenuhi hak-hak anak. Hak-hak anak sangat banyak di antaranya :

  1. Hak Nasab 
  2. Hak Pemeliharaan
  3. Hak Mendapatkan Nafkah
  4. Hak Mendapatkan Pendidikan

Disamping itu tugas orang tua adalah menolong anak-anaknya, menemukan, membuka, dana menumbuhkan kesedian bakat, minat dan kemampuan akalnya. Adapun cara lain mendidik anak dijelaskan dalam Alquran:

Artinya “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”.(QS.Luqman : 17)

Artikel ditulis oleh : Maghfirah Dinda Kirani
Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMa) Yogyakarta
Dikirim melalui halaman kirim artikel
Judul artikel : Pentingnya peran Orangtua Dalam Membentuk Pola Pikir Anak

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]