Jurnaliscun.com – Anda pernah mendengarkan informasi yang disiarkan dari stasiun radio atau stasiun televisi. Apakah informasi yang anda dengarkan tersebut berisi opini atau fakta ? Apakah anda dapat membedakan mana informasi yang berisi opini atau fakta ?
Artikel dapat anda lihat disini Pentingnya Media Massa Atau Informasi Lisan.word
Agar dapat membedakannya, perhatikan penjelasan mengenai opini dan fakta berikut ini.

A. Menyimak Informasi Lisan

Dalam penyampaian informasi, bahasa menjadi faktor utama yang menjadi penentu ketersampaian informasi tersebut kepada orang lain. Pada kondisi tersebut, bahasa berfungsi sebagai sarana berkomunikasi dan alat berpikir. Oleh karena itu, saat menyampaikan informasi pergunakanlah bahasa yang komunikatif sehingga pesan yang hendak disampaikan dapat dipahami dengan tepat oleh pendegarnya.

Pentingnya Media Massa
Media Massa atau informasi lisan

Opini adalah pandangan berdasarkan ideologi atau sikap seorang dalam memberikan suatu wawasan terhadap objek atau peristiwa. Opini dapat juga disebut pendapat seseorang. Oleh karena itu, opini lebih bersifat subjektif.

Perhatikan contoh opini berikut ini

Jonfis fandy, Marketing dan After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor menjelaskan bahwa perbaikan kondisi ekonomi di pertengahan hingga akhir tahun 2008 cukup membantu meningkatkan penjualan Honda. Situasi ini akan terus berlanjut hingga tahun 2008 mendatang.

Fakta dan opini merupakan data pembentuk wacana atau teks. Berdasarkan pengertiannya, fakta merupakan peristiwa atau sesuatu hal yang sungguh sungguh terjadi. Fakta, yaitu benda, peristiwa atau sesuatu yang sungguh sungguh ada atau sungguh sungguh terjadi. Bila benda, peristiwa, atau kejadian ini hanya ada dalam pikiran, pendapat, atau gagasan saja. Itu bukan merupakan fakta melainkan opini. Fakta berisi kenyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya. Dan Fakta bersifat objektif.

Perhatikan contoh fakta berikut ini

Asosiasi Industri Sepeda Motor (AISM) menyebutkan, secara nasional penjualan sepeda motor meningkat sebesar 6,9 persen pada tahun lalu dibanding 2006. Pada 2006 penjualan motor nasional sebesar 4.427.342 unit dan 2007 meningkat menjadi 4.688.263 unit. Tahun 2008 AISI menargetkan penjualan motor nasional sebesar 5,3 juta unit.

Dalam menyampaikan fakta, sampaikanlah hal yang sebenarnya sebagaimana adanya dengan selengkap lengkapnya. Menyampaikan fakta biasanya dilakukan bila ingin memberitahukan kepada orang lain mengenai keadaan atau sesuatu yang sebenarnya atau ingin melaporkan tentang suatu hal yang diselidiki.

B. Mengubah Informasi Lisan Menjadi Informasi non Verbal

Informasi yang telah anda simak dapat diubah ke dalam bentuk non verbal seperti dalam bentuk diagram, grafik atau tabel. Informasi yang disajikan dalam bentuk non verbal tersebut memiliki sejumlah fungsi diantaranya adalah memperjelas informasi verbal, dan dapat merangkum informasi verbal tersebut.

Media Massa Televisi
Media Massa Electronik

C. Mencatat Ide ide Pokok Informasi

Dalam kegiatan menyimak, Anda dapat mencatat informasi penting dari hal hal yang disampaikan. Banyak manfaat yang akan diperoleh dengan membuat catatan informasi yang didengar, diantaranya adalah dapat dijadikan dokumentasi yang sewaktu waktu dapat Anda lihat kembali ketika Anda membutuhkan informasi tersebut.

Langkah langkah membuat catatan informasi adalah sebagai berikut.

  1. Dengarkan informasi dengan seksama.
  2. Ketika anda mendengarkan informasi yang Anda anggap penting, cactatlah informasi tersebut. Informasi penting pada umumnya merupakan ide pokok.
  3. Susunlah hasil catatan Anda menjadi kalimat kalimat yang berkesinambungan sehingga menjadi paraghraf yang utuh.
D. Membuat Simpulan Informasi Lisan
 
Pada tingkat semenjana, Anda telah belajar dan berlatih membuat kesimpulan. Bukalah bahasa Indonesia Tingkat Semenjana dan perhatikan kembali materi tentang membuat simpulan. Agar Anda lebih mahir membuat sumpulan, pada pembelajaran kali ini anda akan kembali berlatih membuat simpulan.
Agar Anda dapat menyimpulkan informasi lisan yang disampaikan oleh narasumber dibutuhkan beberapa cara, di antaranya adalah sebagai berikut.
  1. Mengikuti dengan cermat, serius dan dapat memfokuskan diri pada isi atau inti pembicaraan, walaupun uraian lisan tersebut disampaikan secara panjang lebar. Jika anda memfokuskan diri pada pembicaraan sejak awal hingga akhir, dapat dipastikan Anda dapat memahami inti pembicaraan tersebut secara tepat. Konsentrasi saat berkomunikasi dapat menghindarikan diri Anda kepada kesalah pahaman.
  2. Mengatahui teknik menyimpulkan pembicaraan agar informasi yang disampaikan narasumber dapat dipahami dengan baik.
Menyimpulkan informasi dengan baik dapat menghindarkan diri Anda dari kesalahan menyimpulkan informasi karena salah menyimpulkan dapat berakibat fatal. Dengan menyimpulkan informasi, Anda dapat menyerap, memahami, dan dapat menjelaskan kembali isi pokok dari informasi lisan itu secara sistematis dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Dalam membuat simpulan, terdapat beberapa tekhnik yaitu.
1. Simpulan Induktif
 
Penyusunan atau penarikan kesimpulan dengan metode menyusun atau penarikan kesimpulan dengan pemikiran yang bertolak dari kaidah ( hal hal atau peristiwa ) khusus untuk menentukan kaidah umum.
2. Simpulan Deduktif
 
Penyusunan atau penarikan kesimpulan dengan metode menyusun atau penarikan kesimpulan dengan pemikiran yang bertolak dari kaidah kaidah ( hal hal atau peristiwa ) umum ke yang khusus.
Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com