Penggunaan Bahasa Sebagai Pemicu Hoaks

oleh -834 views
Penggunaan bahasa sebagai pemicu hoaks
Penggunaan bahasa sebagai pemicu hoaks - Amelia Putri Risty W

Peran Pemuda Dalam Menyikapi Pengunaan Bahasa Sebagai Alat Penyebar Hoaks

Pemuda juga dapat mengambil peran dalam menyikapi penggunaan bahasa sebagai alat penyebar hoaks, diantaranya adalah pemuda jaman sekarang bisa melakukan kampanye atau mengadakan seminar seminar di kampus kampus atau sekolah lainnya.

Tentu saja kampanye atau seminar ini harus berkaitan dengan permasalahan tentang penggunaan bahasa yang bisa menjadi alat penyebar hoaks. Menurut saya, kampanye ini harus berisi tentang bagaimana cara menyebarkan berita dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar, tidak menyebarkan berita atau informasi yang diterima sesuka hati tanpa mengetahui benar atau tidaknya, serta bagaimana cara menyikapi berita hoaks.

Banyak pemuda jaman sekarang yang tidak mengetahui kebenaran berita tersebut, tetapi langsung menyebar luaskannya ke beberapa temannya. Menurut saya pula, kampanye atau seminar seperti ini dapat menyadarkan pemuda untuk lebih berhati hati dalam menggunakan bahasa saat menyebarkan berita, serta tidak sembarang menyebarkannya ke beberapa orang tanpa tahu kebenarannya.

Ini juga terjadi pada beberapa teman saya, mereka menyebarkan informasi dari media komunikasi whatsapp kepada teman lainnya, tanpa tahu darimana sumbernya, terpercaya atau tidak sumbernya, dan benar atau tidaknya informasi tersebut, mereka menyebarkan apa saja yang mereka anggap penting atau dalam informasi tersebut tertulis “jika kalian menyebarkan informasi ini maka pahala kalian akan berlipat ganda”,

Bagi saya itu adalah kata kata yang membantu penyebar hoaks untuk menyebarkan berita hoaksnya dengan cara memperalat anak jaman sekarang untuk membantu mengirimkannya kepada beberapa orang. Melalui kampanye atau seminar yang diadakan beberapa pemuda,

Diharapkan agar pemuda jaman sekarang tidak terlalu mempercayai kata kata seperti itu, dan melihat sumbernya terlebih dahulu serta membuktikan benar atau tidaknya dengan cara bertanya kepada beberapa orang yang sekiranya mampu menjawab pertanyaan tentang informasi tersebut.

Penggunaan bahasa seperti itulah yang menjadikan bahasa sebagai alat penyebar hoaks, padahal bahasa dibuat untuk bisa berkounikasi dengan satu orang ke orang lainnya, atau menyampaikan informasi dari satu orang ke orang lainnya yang sesuai dengan fakta dan bukan sebuah kebohongan atau paksaan.

Esai ini ditulis oleh Amelia Putri Ristya Wardani, kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com