Jurnaliscun.com – Untuk malam ini saya akan menjelaskan tentang Pengertian Tujuan Jenis dan Macam Macam Pembagian Hukum.
Artikel dapat anda miliki disini Pengertian Hukum

PENGERTIAN HUKUM
 
Hukum adalah sebuah sistem yang dibangun manusia untuk membatasi perilaku manusia supaya perilaku manusia bisa terkontrol, hukum adalah sudut paling yang paling penting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan dan kelembagaan. 
 
Hukum memiliki tugas untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Oleh sebab itu setiap masyarat berhak untuk mendapat pembelaan didepan hukum jadi bisa di artikan bahwa hukum adalah peraturan alias ketentuan-ketentuan tertulis maupun tak tertulis yang mengatur kenasiban masyarakat dan menyediakan sangsi bagi pelanggarnya.
Pengertian Hukum
Pengertian Hukum Tujuan Jenis dan Macam Macam Pembagiannya
TUJUAN HUKUM
 
Tujuan hukum memiliki  sifat universal semacam  ketertiban, ketenteraman, kedamaian, kesejahteraan dan ketersanjungan dalam tata kenasiban bermasyarakat. Dengan adanya hukum  maka tiap perkara bisa di berakhirkan melaui proses pengadilan dengan prantara hakim berdasarkan ketentuan hukum yang berperilaku,selain itu Hukum berfungsi untuk menjaga dan mencegah supaya setiap orang tidak bisa menjadi hakim atas dia sendiri.
 
JENIS-JENIS HUKUM DI INDONESIA
 
Hukum dengan cara umum bisa dibagi menjadi dua, yaitu Hukum Publik dan Hukum Privat. Hukum pidana adalah hukum publik, artinya bahwa Hukum pidana mengatur hubungan antara para individu dengan masyarakat dan hanya diterapkan bilamana masyarakat itu sangatlah memerlukan.
 
Van Hamel antara lain menyebutkan bahwa Hukum Pidana sudah berkembang menjadi Hukum Publik, dimana pelaksanaannya sepenuhnya berada di dalam tangan negara, dengan sedikit pengecualian. Pengecualiannya adalah terhadap delik-delik aduan (klacht-delicht). Yang memerlukan adanya sebuah pengaduan (klacht) terlebih dahulu dari pihak yang di sesalkan supaya negara bisa menerapkannya.
 
Maka Hukum Pidana pada saat kini menonton kepentingan khusus para individu bukanlah persoalan utama, dengan perkataan laintitik berat Hukum Pidana ialah kepentingan umum/masyarakat. 
Hubungan antara si bersalah dengan korban bukanlah hubungan antara yang disesalkan dengan yang menyesalkan sebagaimana dalam Hukum Perdata, tetapi hubungan itu ialah antara orang yang bersalah dengan Pemerintah yang bertugas menjamin kepentingan umum alias kepentingan masyarakat sebagaimana ciri dari Hukum Publik.
 
 
Contoh Hukum Privat (Hukum Sipil)
 
Hukum sipil dalam pengertian luas (Hukum perdata dan hukum dagang)
Hukum sipil dalam pengertian sempit (Hukum perdata saja)
Dalam bahasa asing diartikan :
a) Hukum sipil : Privatatrecht alias Civilrecht
 
b) Hukum perdata : Burgerlijkerecht
 
c) Hukum dagang : Handelsrecht
 
Contoh hukum Hukum Publik
 
Hukum Tata Negara
 
Yaitu mengatur bentuk dan susunan sebuahnegara dan hubungan kekuasaan anatara lat-alat perlengkapan negara satu sama lain dan hubungan pemerintah pusat dengan daerah (pemda)
 
Hukum Administrasi Negara (Hukum Tata Usaha Negara),
 
mengatur tutorial menjalankan tugas (hak dan keharusan) dari kekuasaan alat perlengkapan negara;
 
Hukum Pidana,
 
mengatur lakukanan yang dilarang dan memberbagi pidana terhadap siapa saja yang melanggar dan mengatur bagaimana tutorial mengajukan perkara ke muka pengadilan (pidana dilmaksud disini tergolong hukum acaranya juga). 
Paul Schlten dan Logemann berpendapat hukum pidana bukan hukum publik.
 
Hukum Internasional (Perdata dan Publik)
 
a) Hukum perdata Internasional, yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum antara warga   negara sebuahbangsa dengan warga negara dari negara lain dalam hubungan internasional.
 
b) Hukum Publik Internasional, mengatur hubungan anatara negara yang satu dengan negara yang lain dalam hubungan Internasional.
 
Macam-macam Pemecahan Hukum
 
1.Menurut asalnya :
 
Hukum undang-undang, yaitu hukum yang tercantum dalam peraturan perundangan.
Hukum adat, yaitu hukum yang terletak dalam peraturan-peraturan kebiasaan.
Hukum traktat, yaitu hukum yang ditetapkan oleh Negara-negara sebuahdalam perjanjian Negara.
 
Hukum jurisprudensi, yaitu hukum yang terbentuk sebab putusan hakim.
Hukum doktrin, yaitu hukum yang terbentuk dari pendapat seseorang alias beberapa orang sarjana hukum yang populer dalam ilmu pengetahuan hukum.
 
2.Menurut bentuknya :
 
Hukum tertulis, yaitu hukum yang dicantumkan pada beberapa perundangan
Hukum tak tertulis (hukum kebiasaan), yaitu hukum yang tetap nasib dalam keyakinan masyarakat, tapi tak tertulis, tetapi berlsayanya ditaati semacam sebuahperaturan perundangan.
 
3.Menurut tempat berlsayanya :
 
Hukum nasional, yaitu hukum yang berlsaya dalam sebuahNegara.
Hukum internasional, yaitu yang mengatur hubungan hubungan hukum dalam dunia internasional.
 
4.Menurut waktu berlsayanya :
 
Ius constitutum (hukum positif), yaitu hukum yang berlsaya kini bagi sebuahmasyarakat tertentu dalam sebuahdaerah tertentu.
Ius constituendum, yaitu hukum yang diinginkan berlsaya pada masa yang bakal datang.
Hukum asasi (hukum alam), yaitu hukum yang berlsaya dimana-mana dalam segala waktu dan untuk segala bangsa di dunia.
 
5. Menurut tutorial mempertahankannya :
 
Hukum material, yaitu hukum yang memuat peraturan yang mengatur kepentingan dan hubungan yang berwujud perintah-perintah dan larangan.
Hukum formal, yaitu hukum yang memuat peraturan yang mengatur mengenai bagaimana tutorial melaksanakan hukum material
 
6. Menurut sifatnya :
 
Hukum yang memaksa, yaitu hukum yang dalam keadaan bagaimanapun memiliki paksaan mutlak.
Hukum yang mengatur, yaitu hukum yang bisa dikesampingkan jika pihak-pihak yang bersangkutan sudah membikin peraturan sendiri.
 
7.Menurut wujudnya :
 
Hukum obyektif, yaitu hukum dalam sebuahNegara berlsaya umum.
Hukum subyektif, yaitu hukum yang muncul dari hukum obyektif dan berlsaya pada orang tertentu alias lebih. Disebut juga hak.
 
8.Menurut isinya :
 
Hukum privat, yaitu hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan yang lain dengan menitik beratkan pada kepentingan perseorangan.
Hukum publik, yaitu hukum yang mengatur hubungan antara Negara dengan alat kelengkapannya ata hubungan antara Negara dengan warganegara.
 
Terima kasih sudah membaca artikel “Pengertian, Tujuan, Jenis Dan Macam Pembagian Hukum”
Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com