Pengertian Pendidikan Formal Ciri, Tujuan Serta Fungsinya

oleh -17 views
Pengertian pendidikan formal, ciri,tujuan dan fungsi
Pengertian pendidikan formal, ciri,tujuan dan fungsi

Web portal pendidikan – Selamat sore sobat keluhkesah.com, kali ini saya akan membuat artikel yang berkaitan dengan pendidikan. Kali ini saya buat dengan judul pengertian pendidikan formal, ciri, tujuan serta funsinya. Berikut ulasannya dapat saya sampaikan dibawah ini.

Pengertian Pendidikan Formal, Ciri, Tujuan Serta Fungsinya


Pendidikan formal bisa dikatakan metode dalam artian pendidikan yang populer, namun itu bukanlah satu-satunya, karena masyarakat (bahkan yang sudah tidak lagi menempuh pendidikan formal) masih dapat terus belajar melalui jenis pendidikan informal dan nonformal.

Pendidikan formal dapat dilakukan di sekolah dengan sistematis yang terstruktur dan mempunyai jenjang dengan syarat syarat yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Hal itulah yang sekaligus menjadikan ciri utama pendidikan formal, yaitu sistem yang terstruktur, terencana dan juga berjenjang lebih jelas apabila dibanding dengan jenis pendidikan yang lain.

Tujuan pendidikan formal yaitu adalah untuk mengembangkan pembelajaran dan meningkatkan keterampilan akademis. Pendidikan formal juga memberikan ijazah yang dapat dijadikan sebagi alat ukur kemampuan atau bukti dari kualifikasi akademis.

Contoh pendidikan formal yang terlihat oleh kita adalah Sekolah Dasar, Sekolah menengah (pertama sampai akhir), dan Pendidikan Perguruan Tinggi (PT).


Pendidikan Formal

Pendidikan formal yang sering dikenal dengan pembelajaran formal biasanya berlangsung dalam lingkungan sekolah, dimana seseorang dapat belajar dan mempelajari keterampilan dasar, akademis, ataupun juga ketrampilan bisnis.

Anak anak usia dini seringkali menjalankan pendidikannya di Pendiidkan Anak Usia Dini (PAUD) atau taman kanak-kanak. Tapi pada dasarnya pendidikan formal dimulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.

Selain itu, juga termasuk lembaga pendidikan pasca sekolah menengah, (pendidikan tinggi) di perguruan tinggi atau universitas yang dapat memberikan gelar akademis. hal Ini terkait dengan tahapan tertentu dan disediakan di bawah seperangkat aturan dan regulasi tertentu.

Pendidikan formal diberikan oleh guru yang punya kualifikasi khusus sehingga mereka diharapkan mampu untuk bersikap efisien dalam hal pengajaran dan juga menjalankan kedisiplinan. Peserta didik dan guru juga samasama menyadari fakta dan terlibat dalam lingkup proses pendidikan.

Baca juga : Pentingnya pendidikan dalam kehidupan sehari hari

Pengertian Pendidikan Formal

Pengertian pendidikan formal
Pengertian pendidikan formal

Pendidikan formal adalah bentuk upaya pembelajaran yang terstruktur dan sistematis, bisa diartikan pendidikan dengan standar tertentu yang diberikan oleh guru yang sudah terlatih kepada peserta didik. Untuk memastikan pembelajaran formal terstandarisasi dalam semua lembaga pembelajaran di sekolah, dan perguruan tinggi, maka pendidikan formal di suatu negara diatur oleh badan organisasi.

Pendidikan formal berbasis ruang kelas, yaitu segala sesuatu yang dipelajari oleh peserta didik berasal dari buku dan materi pendidikan lainnya dengan tujuan untuk mendidik siswa. Semua guru terdidik dan mendapat izin untuk mengajar seluruh peserta didik.

Pembelajaran formal merupakan proses pendidikan yang disengaja dan biasanya hal itu diberikan oleh guru yang terdidik dan terlatih dengan cara cara sistematis di dalam sekolah, pendidikan tinggi atau universitas.

Penjelasan ini adalah salah satu dari tiga bentuk pembelajaran seperti yang didefinisikan oleh OECD, yaitu

  • pendidikan formal,
  • informal, dan
  • nonformal.

Pengertian Pendidikan Formal Menurut Para Ahli

pengertian pendidikan formal menurut para ahli
pengertian pendidikan formal menurut para ahli

Adapun definisi pendidikan formal menurut para ahli, diantaranya:

Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang mempunyai sistem terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

Trommsdorff dan Dassen (2001), Pendidikan formal ialah model pendidikan yang mengikuti tren ‘model barat’, terdiri dari instruksi sistematis dalam pengetahuan dan juga keterampilan ‘universal’, yang disediakan pada waktu serta tempat yang sudah diatur sebelumnya oleh para ahlinya.


Ciri Pendidikan Formal

ciri ciri pendidikan formal
ciri ciri pendidikan formal

Pendidikan formal dicirikan oleh beberapa hal berikut;

  • Pendidikan formal terstruktur secara hierarki atau berjenjang mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi
  • Pendidikan formal direncanakan dan disengaja
  • Biaya terjadwal dibayarkan secara teratur
  • Memiliki sistem penilaian kronologis yaiu adanya penilaian ujian tengah semester dan akhir semester
  • Memiliki silabus dan berorientasi pada subjek. Silabus harus dicakup dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
  • Peserta didik diajar oleh para guru yang handal
  • Pembelajaran bersifat akademis
  • Pemberlaukan administrasi yang seragam
  • Proses pendidikan cukup lama

Tujuan dan Fungsi Pendidikan Formal

Tujuan dan fungsi pendidikan formal
Tujuan dan fungsi pendidikan formal

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting sejak anak usia dini. Menjadi orang yang berpendidikan berarti memberi individu reputasi tindakan sosial yang baik, peluang mendapatkan pekerjaan, dan lain sebagainya.

Secara umum tujuan pendidikan formal di masyarakat adalah untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, dan membuat anak mendapatkan wawasan yang luas.

Meskipun pada dasarnya pengetahuan adalah sesuatu yang bisa didapatkan dengan banyak cara lain tapi pendidikan formal memberi seseorang gelar dan sertifikat yang akan membantu dalam pencapaian orang tersebut.

Secara lebih jelasnya tujuan pendidkan formal dapat dikatakan sebagai berikut:

1. Pengetahuan dan pembelajaran

Secara tradisional, sekolah dan perguruan tinggi bertanggung jawab atas pendidikan formal peserta didiknya yang berpengaruh terhadap perkembangan pola pikir seseorang. Tujuan utama pendidikan formal adalah untuk menyebarkan ilmu pengetahuan.

Melalui pendidikan formal peserta didik akan diajarkan seni dan sains dasar untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut akan membantu seseorang mengembangkan pandangan dan wawasan nusantara tentang berbagai hal.

2. Mendapat gelar dan sertifikat

Pendidikan formal memberikan peserta didiknya gelar dan sertifikat berprestasi yang tidak dimiliki oleh jenis pendidikan lain. Peserta didik membutuhkan gelar akademisnya sebagai bukti bahwasanya mereka telah berhasil menempuh pendidikan dari suatu lembaga pendidikan.

3. Berbagi pengetahuan dan kemampuan akademis

Pengetahuan adalah kekuatan. Sehingga untuk menjadi kuat, seorang individu haruslah berpengetahuan yang luas. Salah satu cara untuk memahami pentingnya pengetahuan dan menggunakannya dalam kehidupan yang praktis adalah dengan cara menempuh pendidikan formal.

Pengetahuan dan kemampuan akdemik meliputi kemampuan menganalisis, menghafal, logika, problem solving, dan lain sebagainya.

4. Melatih kedisiplinan

Pendidikan formal menanamkan “rasa disiplin” dalam diri seseorang. Di sekolah dan perguruan tinggi seseorang tentunya akan terikat untuk mengikuti aturan dan regulasi. Secara perlahan seseorang akan mulai mengikuti aturan ini dalam kehidupan sehari-harinya dan akan menjadi suatu pembiasaan.

5. Spesialisasi

Hanya melalui pendidikan formal lah seseorang dapat masuk dalam dunia khusus. Orang-orang yang menggerakkan dunia saat ini adalah mereka yang telah memahami sifat kompleks dari berbagai subjek.

Pemahaman semacam ini membutuhkan waktu dan sistem pembelajaran yang bertahap tidak secara instan.

Sekolah dan perguruan tinggi dalam kajian sosiologi pendidikan dapat membantu kita mengembangkan rasa persaingan dan meningkatan motivasi seseorang untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Baca juga : guru dan pendidikan karakter

6. Pendidikan yang terorganisir

Pendidikan formal adalah sistem pendidikan yang terorganisir. Apabila tidak adanya sistem pendidikan yang sistematis, maka proses pembelajaran akan menjadi tidak merata.

7. Mengembangkan diri dan kreatifitas

Dalam pendidikan formal peserta didik dapat mengambangkan diri dan kreatifitasnya melalui berbagai cara, salah satunya pada program ekstrakulikuler.

8. Membangun jiwa sosial

Dalam pendidikan formal, seorang peserta didik akan melakukan interaksi dengan peserta didik lain yang akan memperluas hubungan sosial peserta didik itu sendiri.


Kelebihan dan Kekurangan Pendidikan Formal

Setidaknya ada keuntungan yang menjadi keunggulan dan kekurangan dari sistem pendidikan formal. diantaranya sebagai berikut;

Yaitu;

  • Model pendidikan yang terorganisir dan isi pembelajaran yang up to date
  • Peserta didik memperoleh pengetahuan dari guru yang terlatih dan profesional
  • Proses pembelajaran yang terstruktur dan sistematis
  • Penilaian menengah dan akhir dipastikan agar peserta didik dapat meneruskan ke fase pembelajaran berikutnya
  • Lembaga diatur secara manajerial dan fisik
  • Menghasilkan ijazah yang diakui secara resmi
  • Akses mudah ke pekerjaan

Diantaranya;

  • Terkadang peserta didik yang brilian merasa bosan karena harus menunggu lama hingga berakhirnya sesi akademik untuk maju ke jenjang selanjutnya.
  • Adanya kekhawatiran peluang adopsi kebiasaan buruk karena kehadiran peserta didik ada yang baik dan kurang baik di kelas.
  • Pemborosan waktu karena beberapa peserta didik yang malas mungkin gagal belajar dengan baik meskipun dimotivasi oleh pengajar yang profesional.
  • Beberapa sistem pendidikan yang tidak profesional dan tidak standar dapat menyebabkan pemborosan waktu dan biaya peserta didik yang berujung pada kekecewaan dari pendidikan formal dan mendorong mereka untuk melanjutkan ke pendidikan non-formal.
  • Pendidikan formal merupakan pendidikan yang mahal dan kaku dibandingkan dengan bentuk pembelajaran lainnya

Contoh Pendidikan Formal

Contoh pendidikan formal
Contoh pendidikan formal

Contoh pendidikan formal yang dapat kita lihat dan kita bedakan berdasarkan jenjang pendidikannya yaitu sebagai berikut:

Prasekolah

Pendidikan prasekolah juga dikenal sebagai pendidikan anak usia dini. Anak anak yang berusia 3 sampai 6 tahun mempelajari dasar-dasar seperti membaca, menulis, berhitung, dan banyak lagi. Contohnya yaitu Taman Kanak-Kanak (TK), dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Baca juga : Belajar membaca, menulis dan berhitung pada anak usia dini

Sekolah dasar

Sekolah dasar menangani tahun pertama pendidikan bagi anak-anak. Selama tahap ini, peserta didik mempelajari dasar-dasar ilmu membaca, berhitung, dan pendidikan dasar lainnya. Contohnya yaitu Sekolah Dasar (SD), Madarasah Ibtidaiyah (MI).

Baca juga : 5 tips memilih sekolah anak

Sekolah Menengah

Sekolah menengah dibagi menjadi pendidikan menengah pertama sampai pendidikan menengah atas. Namun perlu diingat pada dasarnya Sekolah Menengah Pertama (SMP) termasuk dalam pendidikan dasar, yaitu pendidikan yang berhubungan dengan segala macam pengetahuan umum yang lebih maju tentang mata pelajaran.

Sedangkan pendidikan menengah atas atau setingkat SMA mulai fokus pada pendidikan yang relevan dengan pekerjaan setelah pendidikan wajib.

Setelah lulus, peserta didik dapat memilih untuk mencari pekerjaan dengan ilmu pengetahuan yang mereka miliki, atau mereka dapat mencari pendidikan lanjutan (perguruan tingg) yang mengkhususkan diri dalam bidang pilihan mereka. Contoh sekolah menengah yaitu

  • SMP (Sekolah Menengah Pertama)
  • MTs (Madrasah Tsanawiyah)
  • SMA (Sekolah Menengah Atas)
  • MA (Madrasah Aliyah)
  • SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)
  • MAK (Madrasah Aliyah Kejuruan)

Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi dapat mencakup program sarjana dan pascasarjana, sekolah hukum, sekolah kedokteran, pendidikan vokasi, dan banyak lagi jenisnya.

Pendidikan ini umumnya disediakan untuk membantu para peserta didik dalam mencari pendidikan untuk bidang khusus yang mereka inginkan. Contohnya saja yaitu akademi, universtas, institut, sekolah tinggi, politeknik.

Baca juga : Pentingnya tes psikologi untuk masuk perguruan tinggi

Nah Itulah artikel lengkap yang bisa kami jelaskan pada semua pembaca keluhkesah.com dengan pengertian pendidikan formal, ciri cirinya, tujuan, fungsi, kelebihan, serta kekurangan, dan contohnya yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kamu juga bisa menulis seperti saya diatas, kirim tulisanmu di keluhkesah.com, artikel dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah loh. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected].

Kata kunci : pengertian pendidikan formal, ciri ciri pendidikan formal, tujuan pendidikan formal, fungsi pendidikan formal, kelebihan dan kekurangan pendidikan formal, contoh pendidikan formal.

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *