Pengertian Interaksi Sosial – Ciri-ciri, dan Bentuk

oleh -38 views
interaksi sosial - pengertian, ciri ciri dan bentuk
interaksi sosial - pengertian, ciri ciri dan bentuk

Web portal pendidikan – Selamat siang sobat keluhkesah, kali ini saya akan memberikan pemahaman edukasi tentang pengertian interaksi sosial – ciri ciri dan bentuk. Adapun penjelasannya dapat kami sampaikan melalui uraian dibawah ini.

Pengertian Interaksi Sosial, Ciri ciri dan Bentuk

interaksi sosial - pengertian, ciri ciri dan bentuk
Interaksi sosial – pengertian, ciri ciri dan bentuk

Pada pelajaran Sosiologi kita banyak menjumpai materi seputar fenomena sosial terkait satu individu, antar individu atau kelompok.

Salah satu materi di kelas Sosiologi adalah Interaksi Sosial. Apa itu interaksi sosial ? Tenang, kita akan kupas materinya pelan-pelan.

Pengertian Interaksi Sosial

Jika dilihat dari unsur penyusunnya, ada dua kata yakni interaksi dan sosial. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, interaksi sendiri memiliki arti melakukan aksi, berhubungan, memengaruhi. Sedangkan, sosial artinya berkenaan dengan masyarakat.

Itu menurut definisi secara bahasa di KBBI, mari kita lihat pengertiannya menurut ahli.

Gillin dan Gillin yang dikutip oleh Soerjono Soekanto dalam bukunya Sosiologi Suatu Pengantar, interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.

Pengertian lainnya dikemukakan oleh Macionis. Macionis menjelaskan secara sederhana terkait interaksi sosial, bahwa menurutnya interaksi sosial adalah proses di mana orang-orang beraksi dan bereaksi antara satu sama lain dalam suatu hubungan.

Dalam kehidupan bermasyarakat, kita tidak akan lepas dari yang namanya interaksi sosial. Setiap orang akan berinteraksi, sangat tidak mungkin makhluk sosial hidup menyendiri karena antar individu pasti saling membutuhkan.

Ciri-ciri interaksi sosial

Adapun ciri-ciri dari Interaksi sosial adalah sebagai berikut.

  1. Jumlah pelaku lebih dari satu orang, terdiri dari seseorang yang memberi aksi dan ada yang merespon aksi (dikenal dengan reaksi). Syarat yang pertama ini, dikatakan terjadinya interaksi sosial ketika ada orang yang meresponnya. Jika hanya dilakukan oleh satu pihak (satu orang) maka itu bukan interaksi sosial.
  2. Ada komunikasi antar pelaku baik isyarat dan non-isyarat, yang terpenting kedua pihak sama-sama mengerti.
  3. Ada dimensi waktu yang menentukan sifat aksi dan reaksi yang sedang berlangsung. Maksudnya, dikatakan adanya interaksi sosial ketika ada batasan dari interaksi antar pelaku.
  4. Adanya tujuan tertentu yang hendak dicapai, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut.

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Interaksi sosial asosiatif adalah interaksi yang dapat mempererat hubungan antar individu atau kelompok. Model interaksi ini lebih terlihat positif dengan adanya tujuan yang hendak dicapai.

Adapun bentuk interaksi sosial asosiatif adalah sebagai berikut :

  1. Kerja Sama

Kerja sama memiliki kata lain yakni cooperation. Kerja sama ini terjadi ketika dua pihak mempunyai kepentingan sama yang ingin dicapai.


Berikut ini jenis-jenis dari kerja sama.

  • Koalisi, yakni sebuah kerja sama yang mana terdiri dari gabungan dua atau lebih organisasi yang memiliki kepentingan bersama. Contoh bentuk koalisi adalah gabungan partai pada saat pemilihan umum.
  • Tawar-menawar atau bargaining, adalah proses perjanjian tukar menukar produk atau jasa antara dua orang atau lebih. Contohnya saat tawar-menawar antara penjual dan pembeli di pasar.
  • Kooptasi, adalah proses kerja sama untuk penerimaan unsur-unsur baru selama kepemimpinan yang baru agar dapat menjaga stabilitas internal dari sebuah organisasi.
  • Joint venture, yaitu kerja sama yang dilakukan oleh orang-perorangan dengan mengajak kerja sama orang lain dalam suatu proyek guna meningkatkan pendapatan. Joint venture juga umum dilakukan oleh antar perusahaan.

2. Akomodasi

Bentuk yang interaksi yang kedua selain kerja sama adalah akomodasi. Akomodasi adalah upaya untuk meredakan pertikaian atau pertentangan yang terjadi. Tujuannya adalah untuk mencapai keharmonisan dan mencegah membesarnya suatu masalah.

Berikut adalah bentuk akomodasi.

  • Koersi atau coercion, adalah bentuk akomodasi yang dilakukan secara dipaksa demi meredakan pertentangan.
  • Mediasi, adalah bentuk akomodasi dengan menghadirkan pihak ketiga yang netral sebagai penengah keadaan.
  • Arbitrasi, adalah suatu bentuk akomodasi yang menghadirkan pihak ketiga yang lebih tinggi kedudukannya dari pihak yang sedang bertikai.
  • Ajudikasi, jika dirasa tidak bisa menghadirkan penengah maka ajudikasi menjadi pilihan. Ajudikasi adalah proses dari akomodasi dengan membawa permasalahan ke pengadilan untuk segera diselesaikan.
  • kompromi, yaitu bentuk akomodasi dengan saling mengurangi tuntutan sehingga tercapainya sebuah kesepakatan.
  • Konsiliasi, adalah bentuk akomodasi dengan mempertemukan pihak yang berselisih untuk mencari penyelesaian bersama.
  • Toleransi,adalah sebuah upaya akomodasi secara non-formal. Kedua belah pihak yang berselisih saling bertoleransi demi pemulihan hubungan yang baik.
  • Stalemate, adalah upaya pemulihan dengan menyeimbangkan kekuatan pihak yang terlibat. Dengan berimbangnya kekuatan maka permasalahan dapat diselesaikan dengan sendirinya. 

3. Asimilasi

Asimilasi adalah percampuran antara dua budaya atau lebih untuk memperoleh budaya baru. Peleburan yang terjadi benar-benar akan berbeda dari budaya yang sebelumnya.

4. Akulturasi

Akulturasi adalah proses penerimaan terhadap budaya baru yang masuk ke masyarakat sosial, tetapi tidak ada kebudayaan lain yang muncul karena masyarakat tetap mempertahankan kebudayaannya masing-masing.

Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

Jika ada interaksi sosial asosiatif maka ada pula bentuknya disosiatif. Bentuk interaksi sosial yang satu ini bertentangan dengan yang pertama, dimana interaksi sosial disosiatif merupakan bentuk-bentuk interaksi sosial yang mengarah pada pertentangan. Dalam kata lain menimbulkan hal negatif.

Apa saja bentuk interaksi sosial disosiatif ?

  1. Pertentangan atau konflik. Contohnya mengancam pihak lain sehingga menimbulkan perselisihan atau konflik. Konflik ini biasanya terjadi dengan disertai ancaman dan kekerasan
  2. Persaingan atau kompetisi, yaitu proses interaksi sosial dimana pihak yang terlibat saling bersaing untuk memperebutkan sesuatu.
  3. Kontravensi, yaitu bentuk interaksi sosial disosiatif yang lebih tinggi dibanding persaingan, namun belum mencapai pertentangan yang mengarah pada kekerasan. 
  4. Pertikaian, adalah bentuk interaksi sosial disosiatif kelanjutan dari kontravensi. Artinya, pertikaian merupakan perselisihan yang sudah bersifat terbuka. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan antara kalangan tertentu dalam masyarakat yang semakin sengit.

Baiklah itu dia materi kali ini mengenai pengertian interaksi sosial. Semoga bermanfaat!

hastag : pengertian interaksi sosial, ciri ciri interaksi sosial, bentuk interaksi sosial, #pengertian interaksi sosial

Artikel ditulis oleh @author dengan judul artikel Interaksi sosial – pengertian, ciri ciri dan bentuk . Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi pengembangan artikel lebih lanjut.

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *