Pengertian HRD Serta Fungsi, Tugas, Dan Tipsnya Menjadi (Human Resource Development

oleh
pengertian hrd serta fungsi tugas dan tipsnya
pengertian hrd serta fungsi tugas dan tipsnya

Web portal pendidikan – Selamat siang sobat keluhkesah.com, masih berkaitan dengan dunia kerja. kali ini saya akan menjelaskan pengertian HRD serta fungsi, tugas, dan tipsnya. Berikut ulasannya dapat saya sampaikan dibawah ini.

Pengertian HRD Serta Fungsi, Tugas, Dan Tipsnya

pengertian hrd serta fungsi tugas dan tipsnya
pengertian hrd serta fungsi tugas dan tipsnya

Disini siapa yang tidak pernah mendengar kata Human Resource Development (HRD)? Bagi kalian yang belum pernah mendengar kata HRD, kalian sungguh beruntung, kenapa ? Karena, artikel ini akan membahas serta mengulas informasi mengenai pengertian HRD, fungsi, tugas dan tipsnya menjadi HRD yang tentunya akan menjadi tambahan ilmu pengetahuanmu.

Sebelum membahas HRD dengan lebih lanjut, perlu kalian ingat bahwasanya HRD merupakan salah satu bagian sangat penting yang dimiliki oleh perusahaan untuk menunjang kinerja. Berikut akan kita ulas satu persatu mengenai HRD ini!

Apa itu Human Resource Development?


Human Resource Development (HRD) juga biasa dikenal dengan namanya Divisi Sumber Daya Manusia (SDM). Biasanya bertanggung jawab menangani pengelolaan semua karyawan di tiap perusahaan.

Pengelolaan yang berada di bawah wewenang HRD biasanya meliputi perencanaan serta pengembangan SDM, penentuan gaji, dan proses seleksi rekrutmen. Selain itu, HRD juga mengatur kompensasi, bonus serta manajemen kerja, hingga menumbuhkan hubungan kerja antar tiap karyawan.

Atau bisa dikatakan pekerjaan HRD adalah sebagai pihak yang berhubungan langsung kepada seluruh pegawai baik yang telah, ataupun akan bekerja di sebuah perusahaan tersebut.

Baca juga : 5 Kriteria penting menciptakan sistem HRD yang baik


Fungsi Human Resource Development Secara Umum

fungsi HRD secara umum
fungsi HRD secara umum

Sejalan dengan arti (Human Resources Development) HRD yang dijelaskan sebelumnya, secara garis besar posisi ini memiliki fungsi dalam mengatur semua yang berhubungan dengan urusan SDM di suatu perusahaan.

Pada pelaksanaannya, fungsi HRD dapat dibagi menjadi dua bagian. yaitu, Pertama adalah fungsi internal dan kedua adalah fungsi eksternal yang dapat saya uraikan dan jelaskan lebih rinci dibawah ini:

1. Fungsi Internal HRD


Secara umum, fungsi internal HRD yaitu untuk mengelola perencanaan dan pengembangan SDM. Selain itu, dalam hal perekrutan, manajemen kinerja, orientas, penentuan gaji serta kompensasi. Tak ketinggalan pula manajemen kerja hingga harus menumbuhkan hubungan kerja antar tiap pekerja.

Selain itu, pihak HRD juga bertanggung jawab dalam pengadaan barang dan kegiatan pelatihan terhadap karyawan, agar dapat bekerja sesuai dengan harapan perusahaan tersebut.

2. Fungsi Eksternal HRD

Selanjutnya adalah fungsi eksternal dari HRD yaitu menyediakan konseling diluar perusahaan kepada tenaga kerja.

Namun, dalam pelaksanaannya tentu saja harus melihat tingkat kemampuan serta kemauan dari pihak yang akan mengikuti konseling tersebut.


Tugas dan Tanggung Jawab Human Resource Development

Tugas dan tanggung jawab hrd
Tugas dan tanggung jawab HRD

Biasanya, yang menjadi seorang HRD adalah mereka yang punya pendidikan di bidang psikologi, ekonomi, maupun hukum.

Karena, secara umum HRD bekerja untuk merekrut dan mengembangkan potensi karyawan/i, serta berurusan dengan penggajian dan kelegalan dari pegawai tersebut di dalam suatu perusahaan.

Namun, tugas dan tanggungjawab yang dimiliki oleh HRD tidak hanya sampai disitu saja, untuk lebih memahami, kalian dapat membaca terus artikel ini ya!

1. Merekrut Karyawan untuk Posisi yang Dibutuhkan Perusahaan


Merekrut tenaga kerja baru untuk mengisi kekurangan dalam perusahaan merupakan salah satu tugas yang wajib dikerjakan oleh pihak HRD.

Orang-orang yang berada pada divisi HRD adalah orang yang paling paham mengenai karakteristik pekerja didalam perusahaan, baik itu yang telah bekerja ataupun mereka yang hendak melamar pekerjaan di perusahaan tersebut.

Sehingga, HRD akan paham, tipe karyawan seperti apa yang sangat dibutuhkan perusahaan untuk mengisi kekosongan karyawan.

2. Memberikan Pelatihan dan Pengembangan Karyawan


Setelah karyawan baru terekrut, tugas HRD tidak sampai disitu, karna selanjutnya adalah mengadakan pelatihan untuk pengembangan karyawan agar kinerja yang dijalankannya dapat menjadi maksimal.

Dengan begitu, hasil yang akan didapat pun sesuai dengan ekspektasi perusahaan ketika mereka direkrut.

3. Melakukan pengawasan kinerja dari setiap karyawan


Pengawasan yang dilakukan oleh HRD berlaku tidak hanya untuk karyawan yang baru bergabung saja. Tugas dan tanggung jawab ini juga diterapkan dan berlaku untuk seluruh karyawan yang bekerja di dalam perusahaan.

Adanya pelaksanaan tugas dimaksudkan untuk memonitoring kinerja SDM agar sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku dan tujuan serta target yang dikehendaki dapat tercapai dengan baik.

4. Memberikan rekomendasi pengangkatan jabatan dan kompensasi

Pihak HRD memiliki hak khusus atau istimewa untuk merekomendasikan seorang karyawan untuk promosi jabatan maupun pemberian kompensasi bagi karyawan yang dianggap pantas diberi reward. Rekomendasi ini diberikan oleh HRD atas dasar kinerja yang diperlihatkan oleh karyawan tersebut.

Semakin baik kinerja yang diperlihatkan, maka kesempatan untuk memperoleh rekomendasi akan semakin besar juga. Oleh sebab itu, jika kamu ingin segera dipromosikan, pastikan kinerjamu stabil dan terus meningkat ya teman teman!

5. Distribusi penggajian karyawan

Menggaji karyawan merupakan salah satu tugas yang wajib bagi HRD di setiap perusahaan. Proses penggajian yang dimaksud hanya sebatas mendistribusikannya kepada seluruh karyawan.

Sedangkan untuk nominal gajinya, harus sesuai dengan SOP atau kontrak yang telah disepakati bersama, ataupun ketentuan yang telah ditetapkan oleh divisi keuangan. Jadi, HRD hanya bertugas untuk memberikan informasi dan membagikannya saja ya!

Mereka tidak bertanggungjawab ataupun berhak untuk menaikkan atau menurunkan gaji karyawan.

6. Mengawasi perlengkapan kesehatan dan keselamatan bagi karyawan


Kesehatan dan keselamatan karyawan merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh suatu perusahaan.

Dengan adanya jaminan kesehatan maupun keselamatan, dapat dipastikan bahwa karyawan akan bekerja dengan lebih baik, sehingga hasil kinerjanya pun akan lebih optimal.

Dalam hal ini, HRD juga memegang peranan yang signifikan dalam pengawasan perlengkapan untuk jaminan kesehatan dan keselematan tersebut.

Pihak HRD harus mampu mengawasi dan mengontrol terutama di bagian perlengkapannya, agar tidak disalahgunakan dan menyebabkan sebuah kecelakaan kerja.

7. Melakukan pembentukan tim untuk proyek-proyek perusahaan


Karena HRD adalah pihak yang dianggap paling mengerti tentang sifat dan karakter dari para karyawan, maka tidak mengherankan, jika ada suatu proyek, pihak HRD lah yang harus bertanggungjawab untuk membentuk tim tersebut.

Jadi, dapat juga dikatakan bahwa kesuksesan proyek yang dihasilkan oleh tim tidak luput dari peran yang dilakukan HRD sebagai pihak yang membentuknya,

Baca juga : Pengelolaan shift kerja lebih mudah dengan menggunakan software absensi

8. Pembimbingan dan pemecahan masalah bagi karyawan

Dalam melakukan sebuah pekerjaan, tentu pastinya ada yang namanya perselisihan di antara para karyawan atau di dalam proses kerja itu sendiri. Untuk menghindari hal itu, diperlukan mediasi yang biasanya berbentuk bimbingan ataupun pemecahan masalah.

Dipimpin oleh HRD, karyawan dapat menyampaikan keluh kesahnya selama proses kerja. Dengan harapan setelah dilakukan mediasi, kinerja karyawan dapat kembali pada posisi prima untuk dapat hasil yang maksimal.

9. Menjaga solidaritas semua karyawan


Kerjasama tim yang baik akan dapat memberikan hasil maksimal yang tentunya akan berguna dengan tujuan perusahaan. Hal itu dapat timbul dari suasana kerja yang nyaman serta kondusif.

Oleh sebab itu HRD selaku pihak yang paling mengerti kondisi dari para karyawan, memiliki tugas yang sangat berat, yakni menjaga solidaritas antar semua karyawan.

Terlihat mudah memang, namun fakta yang terjadi dilapangan cukup sulit untuk dilakukan, mengingat watak dan karakteristik tiap orang yang berbeda-beda.


Tips menjadi HRD andal di era milenial

Tips menjadi HRD andal Di Era Milenial
Tips menjadi HRD andal Di Era Milenial

Berdasarkan data yang diinput dari Badan Pusat Statistik (BPS), dari total jumlah angkatan kerja di Indonesia yang mencapai lebih dari 160 juta orang, ada sekitar kurang lebih 4% diantaranya yang merupakan generasi milenial. Tepatnya sebanyak “62,5” juta orang dari seluruh Indonesia. (sumber : Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia)

Nah, tantangannya sekarang ialah bagaimana cara memaksimalkan potensi sekaligus kualitas kerja dari seorang karyawan muda yang berasal dari generasi milenial tersebut?

Sementara banyak survey lain yang menyebutkan bahwa generasi milenial memiliki loyalitas minim atau yang sangat rendah serta rentan untuk berpindah-pindah tempat kerja.

Tentu saja, sebagai orang yang menjabat HRD (human resource development), isu tersebut sangat mengganggu. Tingkat “turnover” yang tinggi di suatu perusahaan hanya akan menimbulkan segudang kerugian. Mulai dari kerugian materil, waktu, dan tenaga untuk hiring maupun training karyawan baru.

Oleh sebab itu, setiap HRD yang dipilih wajib memahami bagaimana panduan menjadi “HRD” yang andal bagi karyawan milenial. Berikut ini akan saya jelaskan panduannya, :

A. Bersikap layaknya mentor, bukan bos yang sok berkuasa di kantor


Panduan yang pertama untuk menjadi HRD yang andal adalah memposisikan diri kamu sebagai mentor atau pembimbing. Jangan pernah bersikap layaknya bos yang hobi dan suka mengatur serta sok berkuasa. Karna pada dasarnya, generasi milenial kurang mendukung kebijakan otoritas berbasis struktur yang cenderung kuno.

Meski kedudukan kalian di perusahaan terbilang lebih tinggi daripada staf karyawan milenial yang dimaksud, jangan pernah mencoba untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang kaku dan otoriter. Sekali lagi yang perlu kamu ingat, jangan pernah berlagak sebagai bos tapi jadilah mentor untuk karyawan.

Kalian disarankan untuk menjadi “role model” yang bisa membimbing sekaligus menginspirasi mereka untuk bekerja secara maksimal.

Sebagai seorang HRD, kalian juga disarankan untuk sering berdiskusi dengan para karyawan tersebut. Jangan lupa juga untuk mendengarkan dan memperhatikan setiap aspirasi yang mereka lontarkan.

Apabila kalian terlalu kaku dalam menerapkan berbagai aturan perusahaan, jangan heran jika karyawan tersebut bakal memberi respon yang kurang baik. Bahkan, jika hal ini berlangsung terus-menerus, bukannya tidak mungkin karyawan tersebut bakal memutuskan untuk mengundurkan diri dalam waktu dekat.

B. Buat jadwal pelatihan secara khusus untuk meng-upgrade skill dan berikan tantangan baru


Panduan menjadi seorang HRD yang andal berikutnya yaitu memberi kesempatan belajar dan upgrade skill seluas-luasnya bagi para karyawan milenial di perusahaan.

Jangan pernah kamu membiarkan mereka bekerja setiap hari dan hanya melakukan pekerjaan yang monoton saja tanpa adanya inovasi serta tantangan baru.

Pada hakikatnya, generasi millennial dikenal aktif dan sangat menyukai berbagai bentuk tantangan. Mereka yang lahir di tahun 1990- hingga 2000an diketahui tumbuh dalam budaya kesegaran atau immediacy, di mana segala sesuatunya dapat berjalan dengan cepat.

Alhasil, orang-orang yang disebut sebagai generasi milenial ini selalu haus akan pengalaman baru dan lebih senang dengan target jangka pendek ketika terjun didalam dunia kerja.

Tak ada salahnya jika kalian sebagai HRD memberi mereka “wadah” atau tempat untuk belajar secara berkala. Mulai dari seminar hingga workshop premium sekaligus mendukung mereka dalam menjalin hubungan dengan para profesional di bidang pekerjaan yang sama.

Dan jangan lupakan juga untuk memberikan sejumlah tantangan baru didalam pekerjaan mereka, sehingga pekerjaan tersebut tidak terkesan monoton dan membosankan.

Dalam waktu bersamaan, mereka juga bisa mengeksplor dan meningkatkan kemampuan bekerja yang dimilikinya menjadi lebih baik lagi. Hal semacam ini akan sangat menguntungkan perusahaan.

C. Terapkan work-life balance di lingkungan perusahaan

Panduan menjadi seorang HRD yang baik dan juga andal berikutnya yaitu mampu menciptakan suasana work-life balance atau keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi setiap karyawan.

Sebab, para generasi milenial dikenal sebagai generasi multitasking yang bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu sekaligus.

Bukan hanya mengerjakan proyek perusahaan saja, biasanya karyawan milenial memiliki proyek pribadi di luar, mengikuti berbagai kegiatan komunitas sosial lainnya, dan juga quality time bersama keluarga ataupun teman.

Dengan adanya berbagai kesibukan tersebut, para karyawan milenial sudah pasti bakal stres jika terjebak pada pekerjaan yang memaksa mereka untuk terus bekerja mati-matian demi kepentingan perusahaan semata.

Misalnya, sudah waktunya pulang tapi masih diminta untuk lembur. Bisa juga, saat waktunya libur tapi masih diminta untuk menangani klien dan dihubungi terus-terusan untuk kepentingan pekerjaan. Tentu saja, hal ini sangat menyebalkan sekali dan tentunya pada siapa saja, terutama generasi milenial.

Untuk itu, kalian sangat disarankan untuk membuat suatu kebijakan baru yang memungkinkan para karyawan milenial bekerja dengan lebih fleksibel.

Salah satunya adalah mengizinkan mereka bekerja secara “remote” dari rumah. Sebab, sebagian besar milenial sebenarnya kurang suka terikat kerja di kantor yang dapat menghabiskan waktu sekitar 8 jam lamanya.

Dukung setiap karyawan milenial untuk bekerja dalam tim dan berkolaborasi antara divisi perusahaan. Tak seperti generasi-generasi sebelumnya yang cenderung lebih suka bekerja secara individual, generasi milenial lebih terbiasa untuk bekerja dalam kelompok ataupun tim.

Nah, untuk kalian yang ingin menjadi seorang HRD yang andal bagi karyawan milenial, tentunya kalian harus bisa mendukung bagaimana pola pikir generasi milenial tersebut.

Kalian harus memastikan telah memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk karyawan milenial tersebut bekerja dalam tim dan saling berkolaborasi antar divisi.

Tak hanya meningkatkan keakraban antar tim yang tentu saja bisa menciptakan hubungan kerja paling harmonis, kerjasama antar tim ini juga berpeluang besar menciptakan inovasi baru bagi perusahaan tersebut.

Lagi-lagi, hal tersebut bakal jadi suatu keuntungan bagi perusahaan.

D. Jangan pisahkan karyawan millennial dari teknologi terkini

Kamu pasti sering melihat seorang karyawan milenial update status atau vlog terbaru mereka di berbagai platform, seperti YouTube dan Instagram, bukan?

Nah, kalian tidak boleh terburu-buru menganggap mereka kurang kerjaan atau alay. Sebab, itulah cara para kaum milenial mengeksplor daya kreativitasnya.

Tak bisa dipungkiri, para generasi muda milenial ini sangat mencintai kemajuan teknologi yang sangat pesat sehingga hampir semua aktivitas yang mereka lakukan ditunjang oleh perangkat teknologi serba canggih.

Mulai dari belanja online, berkomunikasi dengan komunitas secara online, hingga menggunakan transportasi secara online.

Oleh sebab itulah, sebagai seorang HRD human resource development, kalian tidak boleh menghambat kreativitas karyawan dengan melarang mereka menggunakan teknologi maupun sosial media.

Bahkan, Majalah Forbes pernah melakukan sebuah riset yang menyebutkan bahwa sebanyak 56% generasi milenial di dunia bakal menolak sebuah pekerjaan jika mereka tidak diizinkan untuk mengakses media sosial.

Sebaliknya, hal ini justru bisa memanfaatkan kemampuan yang melek teknologi untuk memajukan perusahaan atau bahkan dijadikan kunci utama dalam pencapaian visi misi perusahaan tersebut.

Pada intinya, tugas seorang HRD human resource development adalah mampu mengayomi setiap karyawan yang bekerja didalam perusahaan terlepas dari apapun generasinya.

Meski demikian, ada baiknya jika HRD bisa memperlakukan mereka sesuai dengan karakter masing-masing sehingga lingkungan bekerja akan jadi lebih kondusif dan nyaman.

Itulah penjelasan dari artikel tentang pengertian HRD serta fungsi, tugas dan tipsnya menjadi human resource development.

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]esah.com

Kata kunci : Pengertian HRD, Fungsi HRD, Tugas HRD, Tips Menjadi HRD

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *