Filsafat ilmu merupakan pelajaran berharga yang menunjukkan jalan kepada manusia untuk menemukan kebenaran. Di bangku perkuliahan, filsafat ilmu baru bisa dipelajari. Kenapa? Untuk ukuran otak SMP dan SMA belum bisa menerima materi tentang filsafat ilmu. Kali ini, Bela Pendidikan akan menjelaskan tentang pengertian filsafat ilmu, konsep, dan beberapa poin penting tentang filsafat ilmu.

Pengertian Filsafat Ilmu

Filsafat ilmu memiliki banyak definisi baik secara umum atau menurut para ahli. Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat yang menjawab pertanyaan tentang hakikat ilmu. Pengetahuan ini memperlihatkan dasar dari filsafat itu sendiri dan berkaitan erat dengan epistemology atau ontology.

Filsafat adalah induk semua ilmu pengetahuan untuk mencari kebenaran melalui kebenaran hingga memperoleh kebenaran atau kebijaksanaan. Singkatnya, belajar filsafat menuntut manusia untuk berpikir lebih logis dan dapat diterima oleh akal sendiri.

Filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu Philosophia yang terdiri dari dua kata yaitu philos dan shopia. Philos berarti cinta yang mendalam sedangkan shopia berarti kebijaksanaan/kearifan. Dengan demikian, filsafat bisa diartikan sebagai cinta yang mendalam terhadap kebijaksanaan atau kearifan.

Pengertian Filsafat
Pengertian Filsafat

Empirisme

Konsep mengenai filsafat ilmu yang disebut sebagai empirisme atau disebut juga ketergantungan terhadap bukit. Empirisme merupakan cara pandang kalau ilmu itu diturunkan dari pengalaman semasa hidup. Pertanyaan ilmiah bisa berarti berdasarkan pada pengalaman atau pengamatan diri sendiri.

Hipotese ilmiah dikembangkan dengan empiris, salah satu metode yang ada. Setelah melakukan pengamatan, hal ini bisa dilakukan secara terus menerus sehingga menghasilkan hasil yang konsisten.

Falsifiabilitas

Falsifiabilitas adalah salah satu metode yang ada dalam membedakan mana ilmu dan bukan ilnu. Konse ini di gagas langsung oleh Kari Popper di tahun 1919 kemudian pada tahun 1960 dikembangkan lagi. Prinsip dasar dari konsep tersebut adalah pernyataan tentang ilmiah itu harus memiliki metode yang jelas dan bisa digunakan dalam membantah teori tersebut.

Misalkan dengan membedakan kejadian apa yang tak mungkin terjadi jika pernyataan akan ilmiah tersebut memang benar-benar ada.

Berfilsafat adalah pemikiran manusia yang memiliki peran penting untuk menemukan eksistensinya. Berfilsafat berarti Anda berpikir tapi tak semua berpikir bisa disebut berfilsafat. Berfikir yang bisa dikatakan sebagai berfilsafat adalah pikiran yang mengandung 3 unsur dibawah ini:

  1. Radikal, berpikir sampai diakar-akarnya dan tak tanggung sampai pada konsenkuensi paling akhir. Radikal merupakan konsep pikiran yang tak setengah-setengah yang berhenti ditengah jalan.
  2. Sistematis, berpikir selangkah demi selangkah, sedikit demi sedikit dengan penuh akan kesadaran serta sadar akan tanggung jawab dan hubungan yang teratur.
  3. Universal, tidak melakukan pemikiran khusus yang hanya fokus pada satu bagian, melainkan berpikir sampai ke pojok-pojok atau berpikir secara keseluruhan.

Objek Filsafat

Objek dari filsafat bisa dibedakan menjadi dua yaitu materil dan formal. Materil adalah sesuatu yang seharusnya ada dan yang seharusnya tak ada. Sedangkan formal adalah adalah konsep atau sudut pandang dalam berpikir yang melihat objek tersebut dari berbagai sudut pandang, dalam artian sederhana formal berarti melihat secara keseluruhan.

Baca juga: Pengertian Komunikasi, Sejarah dan Modelnya

Pengertian filsafat ilmu diatas sangat penting untuk Anda ketahui dan sangat berguna untuk kita sebagai manusia lebih berpikir logis secara logika dan masuk diakal. Selain itu, pengetahuan akan filsafat itu masih sangat dalam, diatas hanyalah dasar-dasarnya. Semoga pengertian filsafat ilmu yang Bela Pendidikan share kali ini bisa bermanfaat untuk Anda.