Web Portal Pendidikan – Selamat siang sob, kembali lagi nih bertemu dengan mimin dalam artikel terbarunya. Untuk hari ini mimin akan menjelaskan pengertian defisit anggaran. Pernah dengar kan apa itu defisit anggaran ? Nah pada kali ini akan mimin jelaskan selengkapnya disini.

Pengertian Defisit Anggaran

Defisit anggaran adalah Kegiatan perekonomian yang dilakkukan oleh sebuah negara yang senantiasa berhadapan dengan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Dalam faktor ini, pertumbuhan ekonomi menjadi sebuah syarat untuk tercapainya masyarakat yang sejahtera.

Pembangunan ekonomi tidak hanya berfokus pada perkembangan ekonomi, tetapi juga mengenai peningkatan kesejahteraan, keamanan dan nilai sumber daya yang dimiliki. Sumber daya dimaksud bukan hanya pengolahan sumber daya alam, tetapi juga mengenai peningkatan nilai sumber daya manusia. Khusus terhadap pertumbuhan ekonomi, diperlukan adanya kebijakan yang kondusif supaya sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.

Ada 2 sebab yang mengharuskan sebuah negara harus mencapai pertumbuhan ekonominya, yaitu untuk menciptakan lapangan pekerja bagi penduduknya yang setiap saat bertambah dan untuk menaikan tingkat kemakmuran masyarakat (Sadono sukirno, 1994 ; 25). Berdasarkan faktor tersebut maka pembangunan ekonomi dbisa dilakukan oleh semua negara, tergolong Indonesia.

Pada tahun 2008 terjadi krisis ekonomi yang diawali dengan runtuhnya Lehman Brothers yang adalah bank investasi paling besar keempat di Amerika Serikat. Krisis ini berakibat pada situasi perekonomian Indonesia. Tingkat pertumbuhan GDP Indonesia mengalami penurunan meskipun tidak terlalu parah dibandingkan negara lain yang mencapai 6.0 persen pada tahun 2008 yang semula berada pada tingkat 6.3.

Kinerja ekonomi bakal sangat dipengaruhi oleh faktor–faktor internal dan eksternal dari negara yang bersangkutan. Contoh faktor eksternal yang dipakai sebagai indikator dalam penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Indonesia adalah Harga Minyak dan Nilai Tukar Rupiah. Faktor internal yang dipakai dalam anggapan makro antara lain Tingkat Deflasi; Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia; dan Lifting Migas.

Anggaran negara, melewati unit yang menangani penerimaan dan belanja, memegang peranan penting dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Kebijakan pengelolaan anggaran sangat berpengaruh terhadap nilai anggaran tersebut. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN) tetap menunjukkan defisit pada tahun 2014 dan pada RAPBN 201 , faktor tersebut terjadi sebab Indonesia tetap menganut penganggaran defisit.

Penganggaran defisit dan akibat kebijakan defisit

Pada jurnal ini bakal dibahas mengenai penganggaran defisit dan akibat kebijakan defisit anggaran terhadap faktor lain dalam anggapan makro pembentukan APBN dan argumen dari mengurangi defisit dan hubungannya dengan mandatory spending.

Menurut Rahardja dan Manurung (2004), defisit anggaran adalah anggaran yang terbukti direncanakan untuk defisit, sebab budget constraint, pengeluaran pemerintah direncanakan lebih besar dari penerimaan pemerintah (G>T) untuk memenuhi tujuan bernegara.

Anggaran yang defisit ini biasanya ditempuh bila pemerintah ingin menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Faktor faktor ini umumnya dilakukan bila perekonomian berada dalam kondisi resesi.

Definisi dari defisit anggaran menurut Samuelson dan Nordhaus (2001) adalah sebuah anggaran ketika terjadi pengeluaran lebih besar dari pajak. Sedangkan menurut Dornbusch, Fischer dan Startz defisit anggaran adalah selisih antara jumlah uang yang dibelanjakan pemerintah dan penerimaan dari pajak. Kombinasi dari besaran pengeluaran dan penerimaan pemerintah terangkum dalam sebuahanggaran pemerintah.

Baca juga sob : Undang Undang Perlindungan Konsumen

Untuk menghadapi kondisi perekonomian tertentu, salah satu yang bisa dilkukan pemerintah adalah melewati kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal tersebut bisa dilihat dalam anggaran pemerintah, dan defisit anggaran adalah salah satu kebijakan fiskal pemerintah yaitu kebijakan fiskal ekspansif.

Algifari (2009) melakukan sebuah penelitian terhadap perekonomian Indonesia berdasarkan data defisit anggaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi tahun 1990-2007 dengan partial adjusment model.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa defisit anggaran pemerintah berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama dan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi pada periode berikutnya.

Menurut Abimanyu (2005), defisit anggaran pemerintah adalah stimulus fiskal yang bersifat ekspansif. Perekonomian yang berada pada kondisi kelesuan, yang ditunjukkan oleh menurunnya pertumbuhan ekonomi memerlukan kebijakan fiskal ekspansif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurut Kartika (2006), pemerintah mempunyai tiga pilihan untuk menutup defisit APBN, yaitu dari hasil privatisasi BUMN, Utang Dalam Negeri, dan dari Utang Luar Negeri.

Analisis dan Pembahasan

Defisit anggaran untuk mencapai pertumbuhan ekonomi diperlukanlah peran pemerintah di dalam perekonomian. Pada dasarnya peranan pemerintah dalam perekonomian sangat luas. Salah satu bentuk aktivitas tersebut bisa dirangkum dalam kerangka anggaran pemerintah. Anggaran dari sebuah negara bisa disusun tidak sama-beda tergantung pada kondisi perekonomian negara tersebut.

Suatu negara bisa menyusun anggarannya dengan cara sebanding apabila kondisi perekonomian normal. Kebijakan anggaran yang surplus bisa disoftware kan manakala terjadi perubahan kebijakan fiskal yang bersifat Ekspansioner alias Kontraksioner (Shone,1989:116).

Tidak hanya itu, negara juga bisa menyusun penganggaran defisit. Pada masa Depresi Besar, teori klasik ataupun neo klasik tidak bisa menyelesaikan persoalan. Keynes datang mengangkat solusi, pada masa resesi, anggaran berimbang alias surplus tidak bisa diterapkan.

Pemerintah haruslah menerapkan defisit anggaran. Kini, defisit anggaran diterapkan hampir di setiap negara.Pada saat perekonomian mengalami krisis, defisit anggaran pemerintah adalah kebijakan yang dipilih oleh tidak sedikit negara untuk menggairahkan perekonomian.

Seberapa Pentingkah Defisit Anggaran?

Mengenai seberapa penting defisit anggaran, kami bakal menemukan jawaban yang tidak sama tergantung pada keadaan/status ekonomi dari sebuah negara. carra termudah menghitung ukuran defisit anggaran adalah persentase GDP. Ada batas tertentu yang dijadikan ukuran itu. Di Indonesia, untuk tahun 2015, defisit anggarannya adalah 2,21 %. Defisit anggaran paling besar terjadi di Irlandia, Jepang, UK dan US sebesar lebih dari 8% GDP.

Bagi negara yang sedang berkembang, utang adalah salah satu sumber dana untuk menolong mempercepat proses pembangunan ekonomi negaranya. Faktor ini terjadi sebab belum cukupnya dana yang berasal dari tabungan di dalam negeri, jadi sumber pembiayaan berupa utang, terutama utang dari luar negeri sangat diperlukan.

Salah satu pilihan untuk mencukupi ketidaklebihan dana di negara yang sedang berkembang tergolong Indonesia diatasi oleh pemerintah yang bersangkutan dengan mencari bantuan berupa utang.

Pengeluaran pemerintah untuk pembiayaan pembangunan ekonomi dengan memakai utang, terutama yang berasal dari luar negeri terbukti mendatangkan kegunaaan, tetapi tidak hanya memperhatikan kegunaaanannya bagi pertumbuhan perekonomian, faktor lain yang harus dipikirkan ada beban utang yang timbul di kemudian hari.

Tetapi dalam bagian awal pembangunan, pemakaian komponen utang sebagai sumber pembiayaan terbukti sangat menguntungkan (Subri dan Basri, 2003). Pada intinya, kebijakan fiskal adalah kebijakan untuk mengendalikan keseimbangan makro ekonomi (Surjaningsih et al, 2012).

Pengertian dari Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah bentuk campur tangan pemerintah dalam perekonomian dan pembangunan ekonomi sebuah negara. Kebijakan fiskal mempunyai dua instrumen pokok, yaitu penerimaan dan pengeluaran pemerintah (government expenditure) (Mankiw, 2003; Turnovsky, 1981).

Akibat kebijakan fiskal adalah isu yang persengketaan dan telah ada sejak lama. Beberapa upaya reformasi kebijakan fiskal tidak jarang dilakukkan supaya perekonomian berlangsung pada jalur yang benar.

Tetapi kebijakan yang diambil belum bisa menunjukkan hasil yang maksimal sebab pengaruh kebijakan non-ekonomi yang lebih dominan. Hendrin H. Sawitri (2006) menyebutkan bahwa bermula dari krisis tahun 1997 sampai kini yang berlanjut dengan krisis–krisis yang lain mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap sangat susah untuk tumbuh positif.

Krisis ekonomi ditandai dengan menurunnya permintaan agregat jadi kondisi perekonomian menunjukkan ciri– ciri depresi seperti menurunnya daya beli dengan cara drastis, tidak lebihnya bahkan hilangnya investasi asing, dan meningkatnya pengangguran di beberapa sektor.

Di sektor yang lain, sektor penawaran, terjadi ketidak kondusifan beberapa kebijakan yang mengakibatkan elastisitas penawaran sangat lemah. Kebijakan fiskal dalam perekonomian tersebut dituangkan dalam pos–pos yang tercantum dalam penerimaan dan pengeluaran pemerintah.

Menurut Para Ahli

Menurut Romer dalam Sawitri (2006) menyebutkan bahwa dengan cara simultan kegunaaan fiskal berfungsi untuk menciptakan kondisi makro ekonomi dengan cara kondusif dalam mencapai pertumbuhan ekonomi, penciptaan tenaga kerja yang sekaligus menekan jumlah pengangguran, pengendalian tingkat deflasi, dan mendorong distribusi pendapatan terus merata.

Kebijakan defisit anggaran menjadi penting dalam masa krisis jadi tidak sedikit persoalan menjadi dilematis dalam memilih kebijakan fiskal yang cocok. Kebijakan defisit maupun surplus anggaran menjadi isu penting untuk dikaji sebab dalam siklus bisnis defisit anggaran menjadi pembahasan yang lumayan serius dalam memacu pertumbuhan ekonomi.

Secara teoritis, kebijakan defisit anggaran mempengaruhi variabel moneter malalui dua jalur (R. Maryanto, 2004). Kedua jalur tersebut mempengaruhi variable moneter melewati sektor riil dan melewati hubungan keuangan antara pemerintah dan penguasan moneter.

Stanley Fischer dan William Easterly (1990) juga mengungkapkan tersedia hubungan antara persamaan income account budget, persamaan pendanaan defisit anggaran, dan persamaan dinamik antara evolusi rasio utang terhadap GNP. Efek kebijakan defisit anggaran adalah pergerakan yang tidak tampak sebab mempunyai akibat jangka panjang.

Struktur Pembiayaan Keuangan
Struktur Pembiayaan keuangan

Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menurunkan sasaran defisit?

Mengurangi Defisit Anggaran di dalam dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015, pemerintah berencana menurunkan sasaran defisit anggaran tahun 2015 menjadi 1,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurut Mantan Menteri Keuangan, Bambang P.S. Brodjonegoro, penurunan defisit anggaran ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi defisit transaksi berlangsung.

Seperti diketahui, sebelumnya, dalam APBN tahun anggaran 2015 defisit anggaran ditargetkan sebesar 2,21 persen dari PDB. Tujuan pengurangan sasaran defisit anggaran ini sendiri adalah untuk memberikan sinyal terhadap pelaku pasar bahwa pemerintah bersungguh-sungguh untuk mengurangi defisit anggaran sekaligus defisit transaksi berlangsung pada tahun 2017 ini.

Penurunan defisit transaksi berlangsung sendiri sangat diperlukan sebagai upaya untuk memitigasi akibat rencana penaikan tingkat bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS). Dalam rangka menutup defisit anggaran tersebut, bakal dilakukan langkah–langkah kebijakan guna mendapatkan sumber pembiayaan dengan anggaran rendah dan tingkat risiko yang bisa ditoleransi.

Kebijakan pembiayaan dalam negeri ,kebijakan di segi pembiayaan dalam negeri tersebut bisa ditempuh dengan melakukan pengelolaan portofolio surat utang negara (SUN) melewati langkah-langkah pembayaran bunga dan pokok obligasi negara dengan cara cocok waktu, penerbitan SUN dalam valuta rupiah dan valuta asing, penukaran utang (debt switching) dan pembelian kembali (buyback) obligasi negara.

Melanjutkan kebijakan privatisasi yang pelaksanaannya dilakukan berdasarkan ketentuan yang terdaftar di pasar modal. menggunkan dana eks moratorium untuk membiayai program rekonstruksi dan rehabilitasi NAD-Nias.

Langkah Langkah yang ditempuh Kebijakan Luar negeri

Langkah-langkah yang ditempuh antara lain meliputi:

  • Mengamankan pinjaman luar negeri yang telah disepakati dan rencana penyerapan pinjaman luar negeri, baik pinjaman program maupun pinjaman proyek,
  • Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri yang telah jatuh tempo.

Dalam rangka membiayai pembiayaan defisit anggaran, Pemerintah bakal mengedepankan prinsip kemandirian dengan lebih memprioritaskan pendanaan yang berasal dari dalam negeri.

Pendanaan dari luar negeri bakal diupayakan lebih selektif dan berhati-hati dengan mengupaya kan beban pinjaman yang paling ringan melewati penarikan pinjaman dengan tingkat bunga yang rendah dan tenggang waktu yang panjang dan tidak mengakibatkan adanya adanya ikatan politik dan diprioritaskan untuk membiayai kegiatan–kegiatan yang produktif.

Mengurangi defisit anggaran itu bisa menjadi persoalan. Apabila sebuah negara punya defisit yang meningkat cepat, maka pemerintah harus buat kebijakan pengurangan defisit. Faktor tiba-tiba ini bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi melambat dan resesi ekonomi.

Baca juga sob : Penjelasan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)

Mengurangi alias meningkatkan defisit anggaran, tentulah harus diperhatikan pemakaian pembiayaan defisit anggaran tesebut. Menilik kondisi saat ini, APBN tetap negatif net flow. Cash Flow Negatif adalah situasi di mana pembayaran (dana yang ke luar) selagi jangka waktu tertentu melebihi arus kas masuk (dana yang masuk) pada periode yang sama.

Faktor ini dicontohkan bahwa Pemerintah meminjam dana 1 milyar rupiah, tetapi di tahun yang sama kami bayar pinjaman sebesar 2 milyar rupiah. Faktor ini dengan cara langsung menunjukkan bahwa setiap utang yang diterima tidak mempunyai kegunaaan sama sekali pada proses pembangunan di Indonesia.

Pengertian Defisit Anggaran

Faktor inilah yang mendasari pemerintah untuk berusaha mengurangi porsi pembiayaan yang berasal dari pinjaman luar negeri. Butuh disadari bahwa kebijakan utang luar negeri hanya melanjutkan praktik eksploitasi luar negeri terhadap anggaran Indonesia akibat terjadinya selisih transfer negatif sejak tahun 1984/1985.

Selain itu pemakaian utang luar negeri bukan solusi untuk mengurangi beban utang sebab makin meningkatnya beban-beban utang dari penarikan utang utang baru berbiaya mahal yang sangat bias dengan kepentingan kreditor.

Hal lain yang mendasar dari net negative flow adalah Indonesia mengirim hasil kegiatan ekonomi nasional ke luar yang ditransfer untuk pembayaran utang. Net negative flow juga menyebabkan struktur ekonomi menjadi rentan sebab kebutuhan pembayaran hutang yang besar sekaligus kebutuhan cadangan ekonomi yang besar.

Oleh sebab itu, defisit anggaran harus ditindaklebihi dengan salah satunya pilihan mandatory spending tersebut dalam upayanya juga meningkatkan ruang fiskal kami yang terbatas.

Nah itulah penjelasan dari artikel Pengertian Defisit AnggaranKritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk pengembangan artikel ini. Silahkan berkomentar dibawah ini untuk memberikan masukan.

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com