Pengertian As Sunnah (Hadist) Dan Pembagiannya

oleh -167 views
Pengertian as sunnah dan pembagiannya
Pengertian as sunnah dan pembagiannya

Web portal pendidikan – Selamat siang sobat keluhkesah.com, kali ini saya akan memberikan ulasan materi edukasi pengertian As sunnah (hadist) dan pembagiannya. Berikut ulasannya dapat saya sampaikan di bawah ini.

Pengertian As Sunnah Dan Pembagiannya

Pengertian as sunnah dan pembagiannya
Pengertian as sunnah dan pembagiannya

Hadis merupakan sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad yang berhubungan dengan hukum syara’ baik berupa ucapan, perbuatan maupun ketetapan.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa hadist merupakan sumber hukum islam yang kedua. Hadist hadir sebagai pelengkap al-Qur`an yang menjadi pedoman hidup umat muslim, karena Sebagian besar wahyu yang terdapat dalam al-Qur’an masih bersifat lex generalis maka harus dijelaskan oleh hadist yang bersifat lex specialis.

Hadist dapat menjadi pelengkap serta penjelas mengenai hukum ekonomi yang masih bersifat umum maupun hukum yang tidak terdapat di al-Qur`an.

Hubungan Hadist dengan al-Qur’an terbagi menjadi beberapa hal, yaitu:

  1. Bayan tafsir, dimana hadist menerangkat ayat-ayat yang sangat umum, mujmal, dan musytarak.
  2. Bayan taqriri, yaitu sunnah berfungsi untuk memperkokoh dan memperkuat pernyataan dalam ayat-ayat al-Qur`an.

Bayan taudih, sunnah menerangkan maksud dan tujuan sesuatu yang ada dalam al-Qur`an.

Hadist Terbagi Menjadi Beberapa Hal

Hadist terbagi menjadi beberapa hal
Hadist Terbagi Menjadi Beberapa Hal

Hadist yang kita ketahui di Indonesia ada 3 macam, dilihat dari segi kuantitas sanad, kuantitas sanad dan matannya, dan dari segi penisbatan pada pembicaraannya.

Pengertian As sunnah ditinjau dari segi kuantitas sanad nya, yaitu sebagai berikut:

Baca juga :

1. Dari Segi Kuantitas Sanad

A. Hadist Mutawatir, adalah hadist yang diriwatyatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad dan tidak terdapat kemungkinan bahwa mereka semua sepakat untuk berdusta bersama akan hal itu.

Jadi hadist mutawatir memiliki beberapa sanad dan jumlah penutur pada tiap lapisan (thabaqat) yang berimbang.

Mengenai jumlah jumlah sanad para ulama berbeda pendapat, ada yang mengatakan jumlah minum hadist mutawatis itu 20 dan ada yang mengatakan jumlah minimum hadist mutawatir itu 40. Hadist mutawatir sendiri dapat dibedakan antara dua jenis yakni.

  1. mutawatir lafdzi, adalah redaksional sama pada tiap Riwayat.
  2. maknawi, adalah terdapat perbedaan pada redaksional, namun makna sama pada tiap Riwayat.
  3. Amali, adalah Praktik keagamaan yang dikerjakan Rasulullah, kemudian diikuti para sahabat, lalu para tabi’in dan seterusnya sampai pada generasi-generasi berikutnya.

B. Hadist ahad, hadist yang diriwayatkan oleh sekelompok orang, namun tidak mencapai tingkatan mutawatir. Hadist ahad dibagi menjadi tiga jenis, antara lain:

  1. Gharib, adalah Hadist yang diriwayatkan oleh seorang perawi sendirian, atau oleh satu orang rawi saja di setiap thobaqoh.
  2. Aziz, adalah Hadist yang perawinya tidak kurang dari dua orang dalam semua tingkatan thobaqoh.
  3. Mahsyur, adalah Hadist yang diriwayatkan oleh 3 perawi atau lebih di setiap thobaqohnya dan tidak sampai batas mutawatir.

2. Dari Segi Kualitas Sanad dan Matannya

A. Hadist shahih, yakni tingkatan tertingi penerimaan pada suatu hadist. Hadist shahih harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Sanadnya bersambung
  2. Diriwayatkan oleh penutur atau perawi yang adil, memiliki sifat istiqamah, berakhlak baik, tidak fasik, terjaga muruah (kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya.
  3. Matannya tidak mengandung kejanggalan atau bertentangan (syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yang mencacatkan hadist.

Hadist shahih dibagi menjadi beberapa hal, yaitu:

  1. Shahih Lidzatihi, adalah hadist yang dirinya sendiri telah memenuhi kriteria syarat  ke-shahih-an sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, dan tidak memerlukan penguat dari yang lainnya.
  2. Shahih Lighairihi, adalah karena ke Shahih-annya tidaklah berdasarkan pada sanad-nya sendiri, tetapi berdasarkan pada dukungan sanad yang lain yang sama kedudukannya dengan sanadnya atau lebih kuat daripadanya.

B. Hadist hasan, adalah adalah hadist yang bersambung sanadnya dengan periwayatan perawi yang adil dan dabit, tetapi nilai kedabitannya kurang sempurna, serta selamat dari unsur syu`uz dan illat.

Hadist hasan dibagi menjadi beberapa hal, yaitu:

  1. Hasan Lidzatihi, adalah hadits yang apabila datang dari jalur periwayatan yang lain yang sama terhadap jalur periwayatan yang ada atau yang lebih unggul darinya, maka hadits hasan naik derajatnya ke derajat shohih.
  2. Hasan Lighairihi adalah hadits yang dilihat dari sanadnya dhaif namun dikuatkan dijalur lain, tetap tidak mengandung syadz dan illah.

C. Hadist dhoif, adalah hadits mardud, yaitu hadits yang ditolak atau tidak dapar dijadikan hujjah atau dalil dalam menetapkan suatu hukum. Syarat hadist dhoif yakni sebagai berikut:

  1. Sanad yang sambung dari awal sampai akhir sanad.
  2. Perawi yang sifatnya adil dan bijaksana.
  3. Dhabit.
  4.  Tidak ada pertentangan sanad (syadz).
  5. Tidak ada cacat signifikan.
  6. Adanya penolong berupa jalur periwayatan lain yang dapat mengangkat hadist dhaif naik ke hadist hasan lighairi.

Hadist hasan dibagi menjadi beberapa hal, yaitu:

1. Disebabkan terputusnya sanad

  • Hadist musnad, adalah sebuah hadist tergolong musnad apabila urutan sanad yang dimiliki hadist tersebut tidak terpotong pada bagian tertentu.
  • Hadist Mu’alaq, yaitu hadist yang dihapus dari awal sanadnya seorang perawi atau lebih secara berturut-turut.
  • Hadist Mursal, yaitu hadist yang gugur diakhir sanadnya, seorang perawi sesudah thabi’i.
  • Hadist Mu`dhol, yaitu hadis yang sanadnya gugur dua atau lebih perawinya secara berturut-turut.
  • Hadist Munqoti, yaitu hadist yang dalam sanadnya gugur satu orang perawi dalam satu tempat atau lebih atau didalamnya disebutkan seorang perawi yang mubham.

2. Disebabkan oleh cacatnya rawi

  • Hadist Maudhu’, yaitu hadist palsu atau imitasi yang disandarkan kepada Nabi dari perawi yang pendusta.
  • Hadist Matruk, yaitu hadist yang diriwayatkan oleh perawi yang dituduh pendusta.
  • Hadist Munkar, yaitu hadist yang diriwayatkan oleh banyak perawi yang salah dan juga lupa.
  • Hadist Muallal, yaitu hadist yang terdapat cacat signifikan dan dapat menghilangkan keshohihan hadist.
  • Hadist Mudraj, yaitu hadist yang matan (redaksi hadistnya dirubah atau disisipi lafad lain).
  • Hadist Maqlub, yaitu hadist yang sanad atau matannya diganti dari awal ke akhir atau sebaliknya.
  • Hadist Majhul, hadist yang perawinya tidak diketahui namanya atau status keadaannya.
  • Hadist Bid’ah, adalah hadist yang diriwayatkan perawi yang alira atau keyakinannya berseberangan dengan aliran ahlu sunnah waljamaah.

3. Hadist dari segi penisbatan pada pembicaraannya

  • Hadist marfu` adalah hadist yang sanadnya berujung langsung pada Nabi Muhammad Saw.
  • Hadist mauquf adalah hadist yang sanadnya terhenti pada para sahabat Nabi Saw. Tanpa ada tanda-tanda baik secara perkataan maupun perbuatan yang menunjukkan derajat marfu`
  • Hadist maqtu` adalah hadist yang sanadnya berujung pada para tabi`in (penerus).
  • Hadist Qudsi Hadist Qudsi adalah hadist yang disandarkan kepada Rasulullah saw, dan oleh beliau disandarkan kepada Allah swt.
Penulis, Imas Masitoh

Artikel ditulis oleh Imas Masitoh dengan judul artikel Pengertian As Sunnah (Hadist) Dan Pembagiannya.

Profil lengkap penulis :
Nama : Imas Masitoh
Domisili : Bates Labuhan Sreseh Sampang
Pendidikan : Mahasiswi Ekonomi Syariah FEBI UINSA
Email Pengirim : Imas Masitoh
Judul Tulisan : Pengertian As Sunnah Dan Pembagiannya

Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi pengembangan artikel lebih lanjut.

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com