Pengaruh Perkembangan Arus Globalisasi Terhadap Moralitas Manusia

oleh -61 views
pengaruh perkembangan arus globalisasi
pengaruh perkembangan arus globalisasi

Web portal pendidikan – Selamat malam sobat keluhkesah.com, kali ini saya akan memberikan opini seputar pengaruh perkembangan arus globalisasi terhadap moralitas manusia.

Pengaruh Perkembangan Arus Globalisasi Terhadap Moralitas Manusia

pengaruh perkembangan arus globalisasi
pengaruh perkembangan arus globalisasi

Peredaran arus globalisasi merupakan satu realitas dunia yang mempengaruhi semua sistem dan seluruh tatanan hidup manusia, dengan secara langsung menyodorkan sejuta perubahan mulai dari sistem ekonomi, sistem sosial, sistem informasi sistem pendidikan, sistem politik, budaya dan lain sebagainya.

Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global yang merupakan bagian dari proses manusia global itu.

Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan.

Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.

Bangsa Indonesia adalah satu dari sekian bangsa yang terjerumus kedalam lumpur arus globalisasi itu, maka keharusan manusia Indonesia dapat dituntut  secara sadar untuk melakukan pemilahan.

Lantas apakah harus terlepas dari arus globalisasi itu ataukah menerima semuanya itu dengan tetap beradaptasi demi tercapainya bangsa yang beradab.

Perkembangan arus globalisasi terhadap moralitas manusia di Indonesia


Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terbentuk secara beragam, plural dan majemuk yang berada dalam ruang dan waktu (space and time), karena itu akan pasti bahwa tantangan yang dihadapi bukan saja persoalan-persoalan internal saja tetapi lebih dari itu menyangkut tantangan zaman seperti globalisasi yang mampu memberikan dampak begitu signifikan.

Dalam pada itu, sejarah kolonialisasi, modernisasi, nasiomnalisme Indonesia mencatat begitu banyak dan cepat berbagai perubahan gaya hidup, kelas sosial yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.

Penghapusan, modifikasi dan perubahan terhadap itu semua mengandaikan bahwa identitas para warga dari negara dan bangsa tersebut perlu dirumuskan kembali.

Berhadapan dengan lajunya berbagai perubahan ini secara nyata mencoreng nama baik dan menurunkan kualitas moral bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila (dasar negara Indonesia).

Lantas adanya pengaruh globalisasi ini, seperti apa perubahan yang terjadi dalam identitas ke-Indonesia-an ini. Layaknya sebuah proses maka setiap orang, bahkan dunia dan segala isinya terus mengalami apa yang disebut perubahan.

Sejatinya perubahan, setuju atau tidak disetujui pada prinsipnya harus diterima baik secara selektif dan direalisasikan dengan baik karena sifatnya mendoktrinasi berbagai hal eksternal dan internal manusia.

Atas nama perubahan itulah maka genaplah sudah perkataan pepatah Yunani Kuno, “Tempora mutantur, et nos mutamur in ilis” artinya waktu terus berubah dan kitapun berubah didalamnya.

Pepatah ini mungkin masih akrab dan masih ditemukan aktualisasinya hingga sekarang. Seirama dengan konteks zaman yang terus berubah, orang-orang dengan alam pikir dan rasa, karsa dan cipta, kebutuhan serta budayapun ikut berubah.

Herakleitos filsuf Yunani Kuno pra- Socratik yang hidup 500 SM, mengatakan bahwa tidak ada yang tetap di dunia ini dan mungkin yang tetap hanyalah perubahan itu sendiri. perkataan ini dilukiskan dalam istilah termasyurnya, “Panta rhei kai uden menei”.

Dalam ilmu sosiologi kita tahu ada perubahan tingkah laku individu dalam masyarakat. Dalam ilmu biologi kita mengetahui adanya perubahan dalam taraf pertumbuhan dan perkembangan.

Dalam ilmu ekonomi kita mengetahui adanya perubahan kesejahteraan dan bidang-bidang lain kita mengenal banyak sekali perubahan yang secara terus- menerus terjadi beriringan dengan waktu yang terus berjalan dalam ruang yang sama (atau berbeda dalam arti yang spesifik).

Pengaruh Perkembangan Arus Globalisasi Terhadap Ilmu Pengetahuan


Perubahan yang tepat sasar dari adanya globalisasi adalah hadirnya IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi) yang berimbas pada  kejatuhan moralitas manusia.

Setiap perubahan pasti memiliki penyebab, dan penyebab yang terjadi jelas menghadirkan unsur-unsur positif dan unsur-unsur negatif.  Dalam bidang IPTEK muncul berbagai perubahan yang begitu pesat mulai dari ditemukan adanya lampu, mobil, motor hingga yang paling sering berubah adalah hanphone.

Agaknya, dengan adanya globalisasi ini kita merasakan adanya perubahan pola pikir hingga pola tingkah laku. Semisal di era sebelum dikenal adanya pakaian dari benang yang dipintal hingga dijahit dan menjadi satu pakaian utuh, kita mengenal bahwa di era itu setiap orang masih merasa layak dengan menggunakan pakain dari kulit-kulit binatang dan kulit-kulit kayu.

Ketika dikenal dengan adanya pakaian ini, maka setiap orang merubah pola pikir dan tingkah lakunya untuk memakai pakaian dari benang. Hal ini sama halnya dengan alat-alat transportasi dan perkembangan teknologi lainnya yang mengubah segalanya.

Berkat kemajuan teknologi ini kita saksikan bahwa ada banyak manfaat positif yang sangat mendukung mutu kehidupan manusia. Pertama, dengan adanya perkembangan teknologi akibat arus globalisasi ini, segalanya diperoleh dengan mudah.

Baca juga : Pancasila sebagai filter di era globalisasi

Perkembangan teknologi ini mempercepat segala pola tingkah laku manusia dan juga pola pikir manusia; akses segala sesuatupun sangat mudah tanpa harus kesulitan seperti era sebelumnya. Kedua, segala serba terbuka.

Pengaruh Arus Globalisasi Mendorong Perkembangan Teknologi Dalam Mendapatkan Informasi

Arus globalisasi mendorong adanya arus informasi yang lebih mengalir dan siapapun dapat mengakses tanpa batas usia dan status. Dengan adanya perkembangan ini kita merasa betapa arus globalisasi ini membawa kita pada suatu masa depan yang lebih baik dalam pikiran kita dan dampaknya yang telah nyata dalam kehidupan kita.

Namun disamping adanya dampak-dampak positif itu, adapun banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari adannya arus globalisasi ini terutama kemajuan teknologi.

Pertama, segalanya serba instant. Kedua, dalam kenyataan keterbukaan bebas akses informasi ini berimbas pada adanya informasi yang tidak bermutu yang secara tidak langsung merusak mutu dan karakter bangsa Indonesia.

Hal ini dapat ditemukan dengan adanya pelbagai persoalan dalam bidang informasi yakni beredarnya video-video porno, film-film yang belum lulus sensor hingga yang paling menakutkan adalah adanya berita-berita hoaks yang bukan hanya merusak nalar tetapi dapat membawa bencana yang fatal yakni, peperangan.

Hal ini merupakan kejatuhan moralitas bangsa Indonesia dan menurunkan kualitas manusia Indonesia sebagai manusia yang pancasilais yang berada dalam arus globalisasi ini karena menjadikan bangsa Indonesia masuk dalam situasi yang cukup paradoks.

Modernitas yang dimotori oleh perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, serta sistem kapitalisme, membawa dampak negatif seperti budaya konsumerisme ke seluruh dunia.

Globalisasi dan pasar bebas telah medorong sistem ini keseluruh dunia. Sistem kapitalisme mendorong maksimalisasi produksi, dan sebagai akibatnya masyarakat perlu didorong sedemikian rupa untuk mengkomsumsi produk-produk tersebut.

Konsumerisme yang memberi dampak pada meningkatnya variasi kebutuhan fisik. Konsumerisme merupakan bagian dari perkembangan arus globalisasi yang membawa perubahan cara hidup.

Defenisi kebutuhan fisik membawa perkembangan yang luas lagi. Orang-orang di negara maju beranggapan bahwa makanan yang berkualitas baik (impor), makanan suplemen (obat-obatan, multivitamin, dan lain sebagainya).

Check up rutin, fasilitas kesehatan yang baik, sebagai kebutuhan fisik atau kebutuhan dasar yang mutlak untuk harus dipenuhi supaya orang itu dapat hidup dengan normal.

Pengembangan teknologi juga mendukung fenomena ini. Kemajuan teknologi kedokteran memungkikan antisipasi penyakit sejak dini melalui pemeriksaan awal yang rutin dengan menggunakan teknologi medis yang canggih.

Berbagai persoalan yang dihadapi dan turut dirasakan oleh bangsa Indonesia. Globalisasi membentuk pola tingkah laku dan mindset seluruh bangsa Indonesia bahkan dunia.

Karena itu perlu diperlukan satu identitas khusus yang dapat dijadikan benteng bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi persoalan kemajuan teknologi dan kejatuhan moralitas yang terjadi ini.

Pancasila sebagai dasar negara memiliki fungsional sebagai garda depan dalam membentuk dan membangun branding diri manusia Indonesia berhadapan dengan pengaruh perkembangan arus globalisasi ini terutama kemajuan IPTEK yang disambut akrab secara tidak selektif ini.

Moralitas manusia Indonesia harus menjadikan Pancasila sebagai patokan sekaligus figure dalam bertindak dan berperilaku agar output yang dihasilkan sebagai manusia pancasilais sesuai dengan norma-norma dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Artikel ditulis oleh @author dengan judul artikel Pengaruh perkembangan arus globalisasi terhadap moralitas manusia. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi pengembangan artikel lebih lanjut.

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Kata kunci : Pengaruh perkembangan arus globalisasi terhadap moralitas manusia

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *