Mantan Presiden Mesir ( Muhammad Mursi )


Jurnaliscun – Sebuah pengadilan Mesir, Selasa (2/6/2015), menunda keputusan final terkait vonis hukuman mati untuk mantan presiden Mohamed Mursi dan para petinggi Ikhwanul Muslimin lainnya terkait kasus pembobolan penjara pada 2011.

Hakim Shaaban el-Shami memutuskan pembacaan vonis akan ditunda hingga 16 Juni mendatang. Penundaan ini disebabkan pengadilan menerima sebuah rekomendasi dari seorang tokoh agama dan membutuhkan waktu untuk mendiskusikan rekomendasi tersebut.

Penundaan pembacaan vonis juga berlaku kasus terpisah yang menjerat pemimpin Ikhwanul Muslimin Khairat el-Shater dan 15 petinggi organisasi itu yang dituduh berkonspirasi dengan Hamas dan Hezbollah untuk melawan pemerintah Mesir.

Bulan lalu, pengadilan menjatuhkan hukuman mati untuk Mursi dan rekan-rekannya, termasuk pemimpin tertinggi IM Mohamed Badie, setelah dianggap terbukti menculik dan membunuh sejumlah anggota polisi, menyerang fasilitas kepolisian dan membobol penjara di masa pemberontakan melawan presiden saat itu Hosni Mubarak.

Namun, Mursi masih bisa mengajukan banding atas keputusan pengadilan yang disebutnya tidak sah. Mursi menggambarkan proses hukum terhadap dirinya adalah bagian dari kudeta yang dilakukan mantan panglima angkatan darat Abdel Fattah al-Sisi pada 2013.

Al-Sisi, yang kini menjadi presiden, mengatakan Ikhwanul Muslimin mengancam keamanan nasional Mesir. Namun, tuduhan itu dibantah Ihwanul Muslimin.

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com