Web portal pendidikan – Esai kali ini berjudul Pendidikan Anak Usia Dini, Cerminan Generasi Mendatang, yang dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba esai nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Pendidikan Anak Usia Dini, Cerminan Generasi Mendatang

Keadaan pendidikan di Indonesia sedang disorot saat ini, karena seperti yang diketahui Indonesia sedang memiliki generasi emas, dimana jumlah penduduk usia produktif Indonesia sangat banyak dibandingkan jumlah penduduk yang non produktif.

Hal ini benar-benar harus diperhatikan oleh masyarakat dan pemerintah, agar generasi emas ini tidak salah jalur dan kelak diharapkan dapat menjadi generasi berkarakter yang berguna untuk membangun bangsa Indonesia menuju kemajuan global. Salah satu cara untuk membentuk karakter bangsa adalah melalui pendidikan usia dini.

Menurut data UNESCO pada tahun 2005 mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang angka partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terendah di ASEAN, baru sebesar 20%. Ini masih lebih rendah dari Philipina (27%), Vietnam (43%), Thailand (86% dan Malaysia (89%). (UNICEF Indonesia 2012).

Para orang tua di Indonesia kurang teredukasi perihal pentingnya pendidikan usia dini bagi anak mereka. Para orang tua bahkan terkadang senang saat anak mereka langsung masuk ke TK atau ke SD. Padahal pendidikan anak usia dini sangat penting bagi perkembangan anak dalam mengenal dunia pendidikan, dan dapat meningkatkan kecerdasan mental maupun fisik anak sehingga lebih siap untuk menempuh pendidikan di jenjang selanjutnya.

Kesiapan sekolah merupakan strategi yang telah terbukti meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat di suatu Negara. Seharusnya Negara berinvestasi lebih dalam pendidikan, terkait dengan penurunan biaya pendidikan, dan kelengkapan fasilitas.

Sehingga orang tua tidak ragu lagi untuk menyekolahkan anaknya sejak dini. Orang yang memperoleh lebih banyak akan berkontribusi lebih banyak juga untuk Negara.

Di masa depan jika pemerintah sukarela untuk memberi perhatian lebih kepada pendidikan generasi mudanya, investasi itu akan menghasilkan manfaat yang lebih besar untuk Negara ini. Jika masyarakatnya teredukasi sejak dini, maka Negara Indonesia akan lebih siap menghadapi persaingan global di masa depan.

Contoh Negara Maju Yang Menerapkan Pendidikan Anak Usia Dini

Di Negara maju, seperti Jepang contohnya, PAUD mengambil bagian tersendiri dalam fondasi pendidikan, karakteristik PAUD Jepang adalah kegiatan-kegiatan yang bersifat seasonal atau menyesuaikan dengan perubahan iklim, tradisi, dan budaya Jepang.

Empat musim yang terjadi di Jepang membawa kebiasaan, tradisi, dan budaya yang khas di seluruh negeri, dan anak-anak sangat senang terlibat dalam perayaan atau tradisi ini. Sehingga mereka sudah diajarkan untuk memiliki sifat nasionalis sejak dini.

Dalam pendidikan usia dini di Jepang, anak-anak diajarkan mandiri, mulai dari cara pipis, memakai baju, mengancing baju, sikat gigi, cuci tangan setiap selesai bermain, menyiapkan meja makan pada siang hari (biasanya dibuat piket), mencuci peralatan makan sendiri serta membawa tas/ payung/ topi mereka sendiri ketika berangkat sekolah.

Baju yang dipakai oleh anak juga harus baju yang sportif dan memudahkan mereka bergerak. Jika musim dingin, anak-anak memiliki jaket yang wajib digantung sendiri pada tempat yang disediakan ketika masuk ke dalam kelas.

Perlengkapan untuk tidur (futon/matras dan selimut) juga disiapkan sendiri oleh si anak.( Bahar 2015) Pendidikan PAUD di Jepang tidak main-main, Kementrian Jepang sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan kurikulum. Kurikulum di Jepang diteliti dan dikembangkan oleh pakar-pakar, dosen, dan peneliti yang sudah ahli di bidangnya.
(Ramli 2014)

Konsep-konsep seperti ini harus diadaptasi di Indonesia dan dikembangkan sesuai adat Indonesia, karena pendidikan anak usia dini sangat penting untuk perkembangan holistic, karakter, dan pembentukan etika anak.

Perkembangan holistik ini dapat mengintegrasikan intervensi psikososial. Perkembangan holistik sangat penting bagi kesiapan anak untuk bersekolah dan kemampuan mereka untuk berpartisipasi dalam lingkungan belajar yang berbeda.

Hubungan yang kuat antara perkembangan holistik anak dan kesiapan bersekolah menekankan pentingnya program-program PAUD terpadu multi-sektoral, yang menyatukan kesehatan, gizi, pendidikan dan perlindungan, yang menjamin semua anak tentang awal yang kuat untuk hidup.

Esai ini di tulis oleh Fiqih Faizara kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com