Web portal pendidikan – Selamat pagi sobat keluhkesah, kali ini saya akan memberikan pemahaman edukasi tentang ketenagakerjaan. Adapun penjelasannya dapat kami sampaikan melalui uraian dibawah ini.

Pemahaman Tentang Ketenagakerjaan

pemahaman tentang ketenagakerjaan
pemahaman tentang ketenagakerjaan

Setiap orang membutuhkan pekerjaan, dengan bekerja akan diperoleh penghasilan yang dapat dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan. Jika tidak bekerja, orang akan menganggur. Hal ini tidak baik bagi perekonomian.

Dengan bekerja, berarti seseorang menghasilkan sesuatu sehingga memiliki dampak positif bagi perekonomian nasional. Makanya sebab itu, kita perlu memahami tentang ketenagakerjaan itu seperti apa.

Baca juga : Masyarakat ekonomi ASEAN

Tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi. Pelaksanaan pembangunan ekonomi akan terkendala jika banyak tenaga kerja yang menganggur. Tenaga kerja yang menganggur bukan satu satunya permasalahan tenaga kerja di Indonesia.

Masalah lain yang perlu penanganan serius adalah rendahnya kualitas tenaga kerja di Indonesia sehingga menghalangi mereka memperoleh pekerjaan dan upah yang lebih baik.

Agar tingkat pengangguran bisa ditekan dan kualitas tenaga kerja meningkat, apa yang harus dilakukan ? Hal itulah yang masih menjadi pertanyaan di negri kita ini.

Penduduk

Apakah kaitan atau hubungan antara penduduk dan tenaga kerja ? Sebelum mengetahuinya pahami dulu arti penduduk dan tenaga kerja.

Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan, tetapi bertujuan untuk menetap.

Baca juga : Teori pertumbuhan ekonomi

Menurut Badan Pusat Statistik (2014) jumlah penduduk Indonesia pada bulan Juni 2013 sebanyak 248.818.100 jiwa, yang terdiri dari laki laki sebanyak 125.036.000 orang dan perempuan sebanyak 123.782.100 orang. Berdasarkan jumlah penduduk ini, berapakah jumlah tenaga kerja dan bukan tenaga kerja ?

Tenaga Kerja dan Jenisnya

Menurut Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Tenaga kerja dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis berikut.

a. Tenaga kerja terdidik

Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan dan keahlian pendidikan formal. Misalnya, akuntan, dokter, bidan, arsitek, guru, hakim dan pengacara

b. Tenaga kerja terlatih

Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan pengetahuan dari latihan latihan atau kursus. Misalnya sopir, pemangkas rambut, penjahit, dan penata rias.

c. Tenaga kerja tidak terdidik dan terlatih

Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja yang memperoleh keterampilan hanya dari pengalaman dan kebiasaan. Misalnya tukang sapu, tukang parkir, buruh kasar, dan pesuruh.

Hubungan Penduduk dan Tenaga Kerja

Menurut Dyah Kusumawati dalam Penduduk, Ketenagakerjaan, dan Sistem Pengupahan (2012), hubungan penduduk dan ketenagakerjaan dapat dilihat sebagai berikut.

grafik hubungan penduduk dan ketenagakerjaan
Grafik Pembagian Penduduk

Jika dilihat grafik di atas perbedaan antara tenaga kerja dengan yang bukan tenaga kerja adalah batas usia. Tenaga kerja umumnya adalah mereka yang berumur minimal 15 tahun, sedangkan yang bukan tenaga kerja adalah mereka yang berumur di bawah 15 tahun.

Baca juga : Ekonomi makro dan ekonomi mikro

Kesempatan Kerja

Dalam ilmu ekonomi, kesempatan kerja berarti peluang atau keadaan yang menunjukan tersedianya lapangan pekerjaan sehingga semua orang yang bersedia dan sanggup bekerja dalam proses produksi dapat memperoleh pekerjaan sesuai dengan keahlian, keterampilan dan bakatnya masing masing.

Kesempatan kerja (demand for labour) adalah suatu keadaan yang menggambarkan/ketersediaan pekerjaan (lapangan kerja untuk diisi oleh para pencari kerja). Dengan demikian kesempatan kerja dapat diartikan sebagai permintaan atas tenaga kerja.

Kesempatan kerja bukan saja memiliki nilai ekonomis, tetapi juga mengandung nilai kemanusiaan dengan menumbuhkan rasa harga diri, sehingga memberikan isi kepada asas kemanusiaan. Kesempatan kerja juga dapat diartikan sebagai permintaan tenaga kerja (demand for labor) yaitu keadaan yang menggambarkan tersedianya lapangan kerja yang siap diisi oleh para penawar kerja (pencari kerja).

Pertumbuhan angkatan kerja yang masih tinggi serta keterbatasan kesempatan kerja akan mengakibatkan semakin meningkatnya tingkat pengangguran. Secara konsisten pertumbuhan angkatan kerja ini masih selalu lebih besar jika dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk.

Selain itu, angkatan kerja yang termasuk setengah pengangguran masih tetap tinggi. Hal ini menandakan bahwa produktivitas para tenaga kerja tersebut belum optimal.

Judul Artikel : Pemahaman Tentang Ketenagakerjaan

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com