Web portal pendidikan – Hasil kiriman artikel hari ini dengan judul pemahaman bahasa yang baik sebagai tameng dari terjebak dalam hoaks, disampaikan dan dikirimkan langsung melalui email kami [email protected]

Pemahaman Bahasa Yang Baik Sebagai Tameng ?

Peran Pemuda dalam menyikapi bahasa sebagai alat penyebar hoaks sangatlah diperlukan dalam era globalisasi yang semakin pesat ini.

Pikiran-pikiran kritis para pemuda sudah seharusnya diselarasi oleh penguasaan bahasa yang baik dan benar.

Sebagai generasi penerus bangsa, sudah seharusnya para pemuda ikut memberantas hal-hal negatif yang menjadi penghalang kemajuan bangsa. Dan salah satunya adalah hoaks yang mudah sekali tersebar, bahkan hanya dalam hitungan jam.

Lantas, apakah hoaks itu ? Bagaimana meminimalisirnya ? Apa dampaknya ? Dan apa yang seharusnya kita para pemuda lakukan ?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata hoaks mengandung arti ”berita bohong”.

Secara umum, hoaks dapat didefinisikan sebagai usaha untuk menipu atau mengakali pembaca ataupun pendengar untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pembuat berita tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu atau hanya kebohongan belaka.

CNN Indonesia memberitakan bahwa dalam data yang dipaparkan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika menyebutkan ada sebanyak 800 ribu situs Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar berita palsu dan ujaran kebencian (hate speech) (Pratama, 2016).

Kementrian Komunikasi dan Informatika selama tahun 2016 telah memblokir 773 ribu situs berdasar pada 10 kelompok. Kesepuluh kelompok tersebut diantaranya mengandung unsur pornografi, SARA, penipuan, narkoba, perjudian, radikalisme, kekerasan anak, Keamanan Internet, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Pada tahun 2017 pemerintah melakukan pemblokiran terhadap 11 situs yang mengandung konten negatif, namun kasus pemblokiran tersebut tidak sampai meja hijau. Banyak kasus di Indonesia yang terkait dengan berita hoaks tidak diusut secara adil dalam hukum.

Hukum di Indonesia masih saja lemah akan kekuasaan dan harta. Walaupun telah banyak dibuat Undang-Undang yang berkaitan dengan hoaks, itu tidak cukup untuk memberantas penyebar hoaks yang menjamur di Indonesia.

Maka dari itu bahasa indonesia, sebagai bagian penting bagi persatuan indonesia harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com