Pasar Minggu Kota Baru
Suasana Pasar Minggu di Kota Baru Jambi

 

Hari minggu adalah waktu yang sangat dinanti-nantikan banyak orang khususnya masyarakat kota yang sangat sibuk dengan rutinitas kerja sehari-hari.

Minggu pagi adalah waktu yang tepat bagi kebanyak masyarakat untuk melakukan aktifitas quality time bersama keluarga, seperti olahraga, jalan santai, bersepeda, jalan-jalan ditaman sampai mencicipi tempat kuliner dan tempat bermain anak-anak.

Selama ini penulis memperhatikan di Jambi tempat untuk menikmati sunmor atau sunday morning hanya ada didepan Kantor Gubernur Jambi, dimana terdapat lapangan yang cukup luas untuk bermain bola, wisata kuliner, tempat bermain anak-anak dan sebagainya.

Akan tetapi tidak lama lagi tempat favorit warga jambi untuk menghabiskan waktu di Minggu pagi tersebut akan mendapat saingan berat. Hal tersebut akan terwujud bila pemerintah Kota Jambi mengaplikasi gagasan penulis tentang konsep “Pasar Minggu Kota Baru”.
Penulis melihat Pemkot Jambi sedang bersemangat membangun tempat-tempat yang kurang produktif untuk dijadikan taman, yang berfungsi selain mempercantik kota juga membuat warga merasa nyaman dan cozy (betah) tinggal di Kota Jambi ini.

Diseputaran bundaran Tugu Kota Baru (sering disebut Tugu Monas) sekitar Kantor Walikota Jambi sekarang terdapat taman yang sangat indah dan nyaman untuk warga bisa menikmati suasana kota, dengan pohon-pohon besar yang rindang, taman bunga, kursi taman dan pedestrian yang luas masyarakat dimanja untuk menghabiskan waktu bercengkrama bersama keluarga.

Khusus hari Minggu pagi penulis melihat dibundaran monas semakin rame, apalagi dengan diberlakukannya car free day masyarakat bisa lebih enjoy berjalan bersama keluarga, berolahraga dan santai menikmati taman kota yang indah.

Minggu pagi tadi (24/07) penulis mengikuti acara senam yang memang tiap hari Minggu dilaksanakan di bundara monas, sambil mengikuti irama lagu dan gerakan instruktur penulis coba mengamati keadaan sekitar yang terasa lebih rame dari hari hari Minggu biasanya.

Banyak warga yang terlihat asik berfoto-foto bersama komunitasnya di taman, beberapa perusahaan swasta membuka boot/stand kecil menawarkan produk dan beberapa penjual makan juga tampak terlihat, namun semuanya belum rapi dan semrawut, parkir sembarangan serta ditambah tidak adanya petugas yang mengatur lalu lintas disekitar bundara monas sehingga rawan terjadi kecelakaan karena beberapa pengendara tidak tahu bila menjadi satu jalur akibat car free day.

Melihat potensi dan kondisi yang ada penulis mempunyai gagasan bila kawasan ini dijadikan pusat kegiatan di hari minggu pagi dengan konsep “Pasar Minggu Kota Baru”. Hal ini akan membuat gerakan ekonomi kerakyatan tumbuh dan menciptakan pasar baru baru industri kecil, menengah sampai yang besar.

Konsep pasar minggu ini sebenarnya sudah ada diberbagai kota-kota besar seperti di Yogyakarta misalnya dikenal dengan nama sunmor yaitu singkatan dari sunday morning bertempat di kompleks Universitas Gadjah Mada, di Kota Malang dikenal dengan nama pasar minggu di sekitar Stadion Gajayana.
Pasar minggu kota baru ini akan menjadi pusat ekonomi baru bagi warga Jambi, pemkot harus turun tangan untuk mengelola dengan benar supaya tertib, aman dan nyaman.

Dimulai dengan menjadikan daerah bundara monas tersebut car free day, kemudiaan dari arah pall 5 sampai monas ditutup dan fokus bagi pejalan kaki dan komunitas-komunitas seperti ; BMX, skateeboard, pecinta binatang dll untuk mengeksplorasi diri, di bundara monas fokus untuk kegiatan senam dan olahraga lainnya, dan dari monas kearah ke kantor DPRD difokuskan untuk kuliner dan pusat jualan kerajinan tangan.

Parkir juga diatur dengan tertip dan aman di sekitar kompleks perkantoran dengan petugas pemuda RT setempat menggunakan tanda pengenal yang jelas dan bertanggung jawab.

Dengan difasilitasinya warga masyarakat untuk berjualan akan semakin menambah semangat jiwa entrepreneurship para pemuda untuk berkreatifitas dan menjual hasil karyanya di pasar minggu, selain itu Disperindag juga bisa mengerahkan pengrajin-pengrajin dan industri kecil binaannya untuk ikut berjualan.

Para pecinta kuliner juga akan dimanja dengan berbagai menu masakan yang siap disajikan bagi masyarkat yang telah lelah dan lapar karena berolahraga.
Tidak menutup kemungkinan “Pasar Minggu” ini akan menjadi destinasi wisata baru bagi Kota Jambi seperti kota Bandung yang mempuyai taman rakyat yang sangat nyaman didepan Masjid Raya Bandung.

Penulis rasa usulan pasar minggu ini perlu untuk didiskusikan dengan beberapa instansi terkait untuk membuat kajian yang lebih mendalam sehingga terkonsep dengan baik dengan mengantisipasi segala kemungkinan baik dan buruk yang bisa terjadi.

Saran penulis, yang terpenting adalah petugas mengatur dengan tertip dan tegas mana zona untuk parkir, zona untuk pejalan kaki dan olahraga serta zona untuk berjualan kerajinan tangan dan kuliner. Jangan sampai terjadi seperti didepan kantor gubernur yang terlihat semrawut. Harus benar-benar dikonsep serapi mungkin supaya masyarakat merasa nyaman.

Begitu dasyatnya efek positif dari pasar minggu ini, menggerakkan ekonomi mikro masyarakat, membuat fikiran dan badan sehat serta menjadikan masyarakat bahagia merasa mempunyai kota yang nyaman untuk ditinggali. Semoga segera terwujud.