Web portal pendidikan – Selamat malam sobat jurnaliscun. Pada malam ini saya berkesempatan hadir menyapa sobat lewat artikel artikel, kali ini saya akan membuat sebuah artikel edukasi yang berkaitan dengan Partisipasi Politik Negara Demokrasi. Nah, oleh sebab itu saya akan membuat artikel edukasi dengan judul artikel adalah “Partisipasi Politik di Negara Demokrasi.” Untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan dan mengulas artikel tersebut.

PARTISIPASI POLITIK DI NEGARA DEMOKRASI

Kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai partisipasi politik menunjukan perbagai bentuk dan intensitas. Biasanya diadakan pembedaan jenis partisipasi menurut frekuensi dan intensitasnya.

Orang yang mengikuti kegiatan secara tidak intensif, yaitu kegiatan yang tidak banyak menyita waktu dan yang biasanya tidak berdasarkan prakarsa sendiri (seperti memberikan suara dalam pemilihan umum) besar sekali jumlahnya.

Sebaliknya kecil sekali jumlah orang yang secara aktif dan sepenuh waktu melibatkan diri dalam politik. Kegiatan sebagai aktivis politik ini mencakup antara lain menjadi pimpinan partai atau kelompok kepentingan.

Suatu penelitian lain yang dilakukan oleh Verba dan Nie menemukan bahwa dari jumlah orang Amerika yang diteliti.

  • Dua puluh dua persen dari masyarakat Amerika sama sekali tidak aktif dalam kehidupan politik, memberikan suara dalam pemilihan pun tidak. Kelompok ini terdiri dari tingkat sosial ekonomi rendah, berkulit hitam, perempuan, orang tua dan orang muda.
  • Dua puluh satu persen disebut ‘spesialis pemilih’ hanya aktif dalam memberikan suara, tetapi tidak mengadakan kegiatan politik lainnya. Kelompok ini terdiri atas golongan sosial ekonomi rendah, orang kota dan orang berumur. Orang daerah pedesaan kurang terwakili dalam kelompok ini.
  • Dan sisanya disebut “aktivis penuh”. Kelompok ini merupakan aktivis dalam arti aktif dalam melakukan segala macam kegiatan politik termasuk berkampanye, menjadi pimpinan partai sepenuh waktu, dan sebagainya. Mereka ini kebanyakan berasal dari golongan sosial ekonomi atas, Orang tua dan golongan muda kurang terwakili dalam kelompok ini.
Suatu bentuk partisipasi yang paling mudah diukur intensitasnya adalah perilaku warga negara dalam pemilihan umum, antara lain melalui perhitungan persentase orang yang menggunakan hak pilihnya (voter turnout) dibandinkan jumlah seluruh warga negara yang berhak memilih.
Di Amerika Serikat voter turnout umumnya lebih rendah daripada di negara negara Eropa Barat. Di Amerika persentase itu pada tahun 1995 kurang dari 50%, sementara di negara negara Eropa pada umumnya lebih baik.
Contohnya Prancis dan Jerman. Pada pemilihan umum 1990 di Prancis angka partisipasinya mencapai 86% , sedangkan di Jerman pada pemilihan umum 1992 mencapai 90%. Di Inggris pada pemilihan umum 1992 juga cukup tinggi angka partisipasinya, yakni 77,7%.
Perkembangan pada pemilihan umum berikutnya adalah sebagai berikut. Di Inggris, pada pemilihan umum 2001 voter turnout nya 59,2% pada pemilihan umum 2005 meningkat menjadi 61,3%. Angka partisipasi pada pemilihan umum 2001 tersebut merupakan yang terendah dalam sejarah pemilihan umum di Inggris sejak 1918.
Beralih ke profil partisipasi, memperoleh data partisipasi di negara negara berkembang ternyata tidak mudah, tambahan pun berbeda beda satu sama lainnya. Di India misalnya, dalam pemilihan umum yang dilaksanakan pada bulan November 1993, persentase yang memberi suara adalah kira kira 50%.
Persentase ini hanya berubah sedikit pada pemilihan umum selanjutnya. Pada tahun 1999 yang memberikan suara 57,7% dan pada pemilihan umum 2004 persentase yang memberikan suaranya juga kurang dari 60%.
Jumlah kursi di parlemen yang diperebutkan ada 545. Melihat jumlah pemilih, tepatlah jika dikatakan bahwa India merupakan negara demokrasi yang terbesar di dunia.
Akan tetapi, memberi suara dalam pemilihan umum bukan merupakan satu satunya bentuk partisipasi. Angka hasil pemilihan umum hanya memberikan gambaran yang kasar mengenai partisipasi itu.
Masih terdapat pelbagai bentu partisipasi lain yang berjalan secara kontinue dan tidak terbatas pada pemilihan umum saja. Penelitian mengenai kegiatan ini menunjukan bahwa persentase partisipasi dalam pemilihan umum seringkali berbeda dengan persentase partisipasi dalam kegiatan yang tidak menyangkut pemberian suara semata mata. Maka dari itu, untuk mengukur tingkat partisipasi perlu diteliti pelbagai kegiatan politik lainnya.
Penelitian mengenai partisipasi politik di luar pemberian suara dalam pemilihan umum dilakukan oleh Gabriel A. Almond dan Sidney Verba. Dari hasil penelitiannya yang dituangkan dalam karya klasik Civic Culture ditemukan beberapa hal yang menarik.
Dibanding dengan warga di beberapa negara Eropa Barat, orang Amerika tidak terlalu bergairah untuk memberi suara dalam pemilihan umum. Akan tetapi mereka lebih aktif mencari pemecahan pelbagai masalah masyarakat serta lingkungan melalui kegiatan lain, dan menggabungkan diri dengan organisasi organisasi seperti organisasi politik, bisnis, profesi, petani dan sebagainya.
Suatu studi penilaian kembali yang dilakukan dua puluh tahun kemudian dan yang diedit oleh kedua tokoh yang sama, berjudul The Civic Culture Revisited, memperkuat temuan temuan ini.
Dan pada umumnya penemuan penemuan dari tokoh tokoh klasik ini dianggap masih relevan untuk masa kini, seperti terbukti dari penelitian Alan S. Zuckerman dalam bukunya Doing Political Science (1991).
Sesudah pertanyaan mengenai persentase pemilih, timbul pertanyaan apakah ada faktor (sosial-ekonomis misalnya) yang memengaruhi sikap pemilih. Sudah ada banyak kajian komparatif mengenai hal ini, terutama pada masa 1970an hingga 1980an. Salah satu adalah studi mengenai Amerika.
Nah, itulah penjelasan dan ulasan dari Partisipasi Politik di Negara Demokrasi. Untuk itu saya ucapkan terima kasih sudah menyempatkan hadir ke artikel kita dengan judul Partisipasi Politik di Negara Demokrasi.
JURNALISCUN TAGS
 
Partisipasi Partisipasi Politik Negara Demokrasi
Partisipasi Politik Yang Dilakukan Oleh Negara Demokrasi
Salah Satu Bentuk Partisipasi Politik Negara Demokrasi
Partisipasi Politik Negara Demokrasi
Partisipasi Politik Demokrasi
Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com