Web portal pendidikan – Selamat siang sob, kali ini ada sedikit hal yang baru loh. Ada seorang guru sebut saja pak amri, kali ini dia akan bahas guru zaman now. Wah, kelihatannya menarik ya buat kita baca. Yuk ikuti ulasannya dalam artikel berikut ini.

Guru Zaman Now

Seorang guru berada pada posisi yang vital didalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalau kita saja sudah tidak mempercayai guru untuk menjadi orang yang terdepan dalam mencerdaskan anak bangsa, maka bersiaplah “menghapuskan” cita-cita bangsa sebagai negara maju.

Karena percaya atau tidak percaya, faktor guru sangat menentukan dalam membelajarkan siswanya. Menurut penelitian Prof John Hattie dari The Universitas of Auckland, New Zealand.

Guru merupakan profesi yang tertua dimuka bumi seumur dengan keberadaannya manusia. Apabila jika kita melihat kehidupan masyarakat yang semakin maju, apalagi masyarakat makin lama makin terbiasa menggunakan gadget, smart phone yang canggih, sehingga peran guru disini sebagai sumber ilmu sedikit berkurang, apalagi bagi siswa zaman now (masa sekarang).

Baca : Cara Menjadi Guru Yang Inspiratif

Fenomena mulai ‘tersingkirnya’ profesi guru didalam kehidupan bermasyarakat merupakan suatu gejala dari efek tekhnologi. Tapi, harus yakinlah, tak ada satupun golongan masyarakat yang tidak membutuhkan profesi guru, guru tetap dibutuhkan ditengah kelebihan dan kekurangannya.

Tidak dapat kita pungkiri bahwa masyarakat tanpa profesi guru tidak mungkin menghasilkan suatu generasi berkarakter, unggul, kreatif dan cerdas.

Harus diakui dalam maraknya arus informasi pada masa sekarang, guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi, tetapi guru merupakan salah satu sumber informasi. Meskipun demikian, perannya di dalam proses pendidikan masih akan diperlukan, khususnya yang berkenaan dengan sentuhan-sentuhan psikologis dan edukatif terhadap siswa.

Oleh karena itu, pada hakikatnya guru dibutuhkan oleh setiap orang dan semua orang sangat mengharapkan kehadiran “citra” guru yang ideal di dalam dirinya.

Jadi guru di “zaman now” itu susah susah gampang. Gampang karena segala informasi yang berhubungan dengan proses pembelajaran tersedia melalui internet. Susah, karena internet bisa saja menjadi pesaing berat dalam menjalankan proses pembelajaran.

Internet berisi konten yang lebih lengkap dari apa yang bisa diajarkan oleh guru dalam proses pembelajaran. Internet juga lebih menarik, memakai prinsip mau belajar sambil bermain.

Guru Zaman Now Harus Lebih Ekstra Menghadapi Siswa Zaman Now

Guru zaman now harus bersedia menghadapi siswa zaman now atau generasi Z. Maksudnya adalah Generasi Z adalah generasi digital, generasi yang berpikiran terbuka, dan generasi yang diharapkan dapat menjadi pemimpin serta dapat merubah wajah Indonesia menjadi jauh lebih baik.

Gen Z diperkirakan adalah gen masa depan. Mereka adalah generasi pertama yang sejak lahir telah mengenal internet. Generasi Z adalah market utama industri digital di masa yang akan datang.

Guru zaman now harus menyadari bahwa “siswa/i zaman now” ini memiliki cita-cita, memiliki “profesi” yang tidak biasa: youtuber, vlogger, blogger, gamers, selebgram, influencer, komikus bahkan menjadi hacker, barista serta penambang bitcoin. Bagi kami para “teacher zaman old”, deretan nama dan istilah pekerjaan di atas terdengar asing, bahkan “aneh”.

Lagi pula, siswa zaman now sangat cakap menggunakan media berbasis elektronik, seperti laptop, komputer, smartphone, iPad, iPhone, bahkan memproduksi dan merekayasa konten beragam jenis varian perangkat media sosial, seperti youtube, facebook, snapchat, instagram, vlog, line, telegram dan twitter. Semua aktivitas pribadi mereka saat ini berbasis elektronik dan jaringan internet (online).

Baca : Manfaat Media Sosial Bagi Pelajar

Itulah ‘jenis’ siswa yang dihadapi guru zaman now, Tentu saja, karena sebagian besar siswa zaman now dihabiskan waktunya di sekolah, maka peran guru sangat penting untuk mengarahkan perilaku siswa zaman now supaya tidak berlebihan.

Mayoritas pendidik (guru) dan lembaga pendidikan kalah cepat dengan pesatnya teknologi informasi dalam hal menyikapi, memfilter, dan memberikan pemahaman kepada siswa/i cara bijak dalam menggunakan teknologi atau media sosial yang berbeda dengan anak-anak generasi generasi jauh sebelumnya. Mereka lebih akrab dengan identitas mayanya.

Oleh karena itu, untuk menghadapi situasi ini, guru zaman now haruslah seorang sosok pembelajar ulung. Selain tuntutan profesi, belajar juga merupakan kebutuhan dari seorang guru. Dengan terus belajar maka akan terbentuklah suatu pikiran dan mental yang semakin baik. Ketika seorang guru sudah melupakan kebiasaannya untuk terus belajar, maka bersiap siap mengganti profesinya.

Di zaman sekarang, guru harus lebih mengerti terlebih dahulu tentang tekhnologi
Di zaman sekarang, guru harus lebih mengerti terlebih dahulu tentang tekhnologi

Dari aspek pembelajaran kekinian dan kedisinian, bagi guru zaman now harus memperhatikan karakter umum siswa zaman ini:

Pertama, tidak suka membaca, siswa zaman now ditengarai malas membaca buku. Kemampuan literasinya sangat rendah dan cenderung kurang fokus.

Baca : Cara Menambah Minat Baca Bagi Siswa

Kedua, lebih suka tontonan & mencitrakan diri sendiri di media sosial, siswa zaman now lebih suka menikmati tontonan yang tak memusingkan dirinya. Tentu saja dengan smartphone di tangan mereka, mereka bisa gila gilaan mengakses situs apapun tanpa harus memusingkan dirinya.

Ketiga, mendewakan angka-angka, maksudnya siswa zaman now sangat rentan terpapar oleh angka-angka Likes, Share, Follower dan sejenisnya. Mereka merasa bergetar hatinya ketika melihat seseorang punya pengikut yang jumlahnya puluhan ribu, ratusan ribu, hingga puluhan juta.

Keempat, generasi pembosan, siswa zaman now cenderung pembosan dan sangat mudah mengikuti trend yang ada. Dengan perubahan informasi yang sangat cepat, pergantian fitur teknologi menghujani kehidupan mereka dan tentu saja kesukaan mereka pun cepat berubah. (diolah dari berbagai sumber)

Oleh karena itu, tugas pertama guru zaman now adalah ‘masuk’ kedalam kehidupan siswa secara utuh, kemudian, siswa disiapkan memiliki keterampilan kekinian, caranya adalah guru harus terlebih dahulu :

  • mengusai IT
  • mengusai bahasa asing
  • berpikir kritis dan problem solver
  • ahli berkomunikasi
  • mengakui keberagaman dan entrepreneurship.

Setelah guru mengusai keterampilan itu, barulah guru dapat membimbing siswa untuk mengusai keterampilan itu. Hal yang tidak mungkin, guru membimbing siswa menguasai keterampilan ini, bila guru tidak menguasai kompetensi ini.

Tanpa guru, pendidikan hanya akan menjadi slogan: “No teacher no education, no education no economic and social development” (Ho Chi Minh).

Nah, bagaimana sob dengan ulasan yang ditulis oleh pak guru satu ini ? Silahkan isi pendapat kamu di kolom yang sudah disediakan di bawah ini.

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com