Web portal pendidikan – Cerpen kali ini berjudul Mutiara tersembunyi dari timur Indonesia, yang dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba cerpen nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Cerpen : Mutiara Tersembunyi Dari Timur Indonesia (Bagian Pertama)

Apa yang ada dipikiran anda saat seseorang menyebut Nusa Tenggara Timur ?
Pasti sebagian orang akan mengatakan Komodo.
Selain itu,pasti orang tak tau banyak.Apalagi tentang Kupang dan juga Soe !

Kupang ialah nama ibukota provinsi dari Nusa Tenggara Timur.Banyak dari rakyat Indonesia yang belum tertarik dengan pulau kecil ini. Pulau dengan mayoritas penduduknya yang menganut agama nasrani ini, menyimpan sejuta pesona alam yang tak kalah indahnya dengan pesona alam yang berada diluar negeri.

Waktu pertama kali aku menginjakkan kaki kecilku dipulau kecil ini, seakan-akan aku terhipnotis dengan suguhan alam yang membentang disepanjang jalan yang kulalui. Awan biru serta langit cerah yang berada diatasku menunjukan kesempurnaan ciptaan Allah, pantai yang membentang disepanjang perjalanan yang kulalui serta angin kecil yang berhembus mampu membuat hijab tebalku menari-nari.

Mobil kecil yang aku tumpangi mengantarkanku disebuah pantai nan Indah dengan pasir putihnya yang berkilauan dari tempatku berdiri saat ini. Nama pantai ini adalah Pantai Lasiana, pantai sejuta pohon kelapa yang menari-nari karena sapuan angin laut. Pantai ini berada dikota Kupang dan dari pantai ini kita dapat melihat pulau Nusa Tenggara Barat yang tampak seperti Batu Karang.

Pantai yang masih bersih serta air lautnya yang begitu bening membuatku betah untuk berlama-lama dipantai ini. Dipantai ini terdapat banyak kuliner yang sederhana namun sangatlah lezat, seperti Jagung Bose yang merupakan makanan favorit warga Nusa Tenggara Timur dan tak lupa pisang penyet bagar rasa kacang ataupun rasa keju. Makanan nan lezat yang tidak perlu merogoh kocek banyak.

Pantai ini adalah salah satu pantai wisata, banyak wisatawan dari luar kota kupang bahkan dari luar negri. aku berkeliling disekitar pantai lasiana, melihat-lihat berbagai tempat-tempat menarik disekitar area pantai ini. Aku melihat Anak-anak kecil yang membuat istana dengan pasir serta pasangan muda mudi yang asik berfoto-foto.

Disini juga terdapat rumah adat Nusa Tenggara Timur yang dijadikan tempat berteduh serta berkumpul wisatawan yang menghabiskan liburan bersama keluarga, tetapi sayang sekali ada beberapa rumah adat yang tak terawat dan terkesan menyeramkan,

Ada pula pengerajin alat Music khas Nusa Tenggara Timur yaitu Sasando tak lupa terdapat pertunjukan music yang dapat menyegarkan pikiran, kami juga dapat menyaksikan pergelaran tari tradisional NTT.

Tak jauh dari pantai Lasiana terdapat Air terjun oenisu. Air Terjun yang memiliki tinggi kurang lebih 10 -15 m ini berada disekitar pemukiman warga.jadi tidak terlalu sulit untuk menuju tempat yang satu ini. Hawa sejuk yang dapat membuat pikiran kita menjadi tenang serta percikan air terjun yang begitu indah untuk didengar bagaikan alunan music yang bergema digendang telinga.

Cerpen : Mutiara Tersembunyi Dari Timur Indonesia (bagian Kedua)

Kami melanjutkan perjalanan kami untuk menuju daerah yang lebih jauh dari kota kupang tetapi ditengah-tengah perjalanan kami menemukan sebuah pasar yang sangat ramai. Ternyata pasar ini adalah Pasar terbesar dikupang yaitu pasar Inpres Naikotan. Layaknya pasar pada umumnya, pasar ini banyak sekali menjajakan kebutuhan yang kita cari.

Pernak-pernik khas kota Kupang yang begitu banyak dapat kita temui dipasar ini, berbagai hasil laut yang begitu segar juga terdapat dipasar ini. Kami juga menemukan Sasando lagi di pasar ini, ukiran dari kayu cendana yang menjadi ciri khas NTT dan juga batu mangan. Banyak turis yang berlalu lalang disekitar pasar ini, entah berbelanja oleh-oleh ataupun hanya melihat-lihat saja.

Perjalanan selanjutnya masih tetap berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jika tadi kita berada di ibukota provinsi yaitu Kupang, kali ini kita akan menuju SOE. Kota dengan hawa dingin dengan pemandangan yang masih-masih sangat alami.

Kota SOE berada cukup jauh dari kota kupang serta jalan yang berkelak-kelok mampu membuat seseorang pusing bahkan mabuk tetapi tenang saja, jalannya yang kami lewati mulus serta bebas hambatan apalagi kita akan dibuat terkagum-kagum dengan pemandangan yang berada dipinggir-pinggir jalan.

Hari semakin larut. Matahari pun telah berganti tugas dengan bulan. Suhu yang awalnya sejuk berubah menjadi sangat-sangat dingin. Bahkan dibulan Agustus pun suhu dikota Soe sangatlah dingin dan 2 selimut tebal tidak akan tidak mampu menghangatkan tubuh kita.

Jadi tidak perlu jauh-jauh kekorea ataupun ke jepang hanya cuma ingin merasakan musim dingin,jika dinegara kita saja ada kota yang mempunyai musim dingin layaknya musim dingin di negara-negara Asia Timur,lalu ngapain harus pergi jauh-jauh ?

Akhirnya kami tiba juga dikota Soe. Kami menginap dirumah paman kami. Disini benar-benar dingin. Aku menggosok-gosokkan kedua tanganku agar rasa dingin ini dapat berkurang tetapi tetap saja tidak berhasil. Bahkan kakiku ikut gemetaran seperti sedang tersengat listrik. Suhu yang begitu dingin membuat kami tidak dapat tidur apalagi ditambah capek karena perjalanan jauh yang semakin terasa.

Saat aku melangkahkan kakiku untuk keluar rumah, aku dikagetkan dengan seekor anak anjing. Anak anjing itu sama kagetnya denganku. Ia lari pergi menjauhiku. Aku memutuskan mengikutinya hingga aku tiba disamping rumah milik pamanku.

Dari tempatku berdiri, aku melihat cahaya kecil yang begitu banyak. Aku kira itu kunang-kunang tetapi saat aku mengambil kacamata kerumah dan kembali melihatnya, ternyata itu adalah lampu.

Kata pamanku dari kota Soe ini,kita dapat melihat lampu kota kupang yang begitu indah nan banyak bahkan jika cuaca sedang cerah kita dapat melihat lampu perbatasan Australia. disinipun kita seperti lebih dekat dengan langit. Mungkin jika kita dikota sangatlah sulit untuk melihat beribu bintang tetapi dari kota Soe seakan-akan diatas kita bertabur beribu-ribu bintang yang kapan saja bisa kita petik.

Cerpen : Mutiara Tersembunyi Dari Timur Indonesia (Bagian Ketiga)

Subuh-subuh saat ayam berkokok. Aku diajak jalan-jalan disekitar tempat tinggal pamanku.Aku melihat warga-warganya sudah sibuk dengan rutinitas mereka sendiri-sendiri. Dari cara bicara mereka mungkin sedikit terlihat kasar tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat ramah.apalagi dengan pendatang baru sepertiku ini.

Disini rasa kekeluargaan mereka sangatlah masih terjalin sekalipun itu bukan keluargannya. Mereka akan selalu meyempatkan mengobrol satu sama lain. Disini pula anak-anak kecil sudah diajari mamakan sirih pinang, jadi sangatlah banyak kita temui sirih pinang dirumah-rumah warga.

Sirih pinang ini merupakan salah satu cara mereka melestarikan tradisi adat istiadat mereka serta dengan sirih pinang ini gigi-gigi mereka jadi kuat.makannya hampir semua lansia,gigi mereka masih lengkap. Hampir semua warganya adalah seorang petani. DiSoe terkenal dengan buah jeruk dan juga apel tetapi sekarang Apel khas Soe semakin susah ditemui

Soe sangatlah dekat dengan Gunung Muti. Gunung Muti adalah salah satu gunung tertinggi NTT. Dari gunung Muti inilah menghasilkan batu marmer yang sudah di ekspor keluar negri.Aku diajak pamanku menuju Air terjun Oehala yang berada diTimur soe .Dari kota Soe jarak yang kami tempuh sekitar 1 jam perjalanan jika kita menaiki motor. Air Terjun ini berada tepat di bawah gunung muti.

Lagi dan lagi aku terhipnotis dengan pemandangan alam yang luar biasa indahnya. hawanya sangatlah sejuk dan sangat cocok untuk membuat hati kita menjadi tenang. gemericik air yang jatuh membasahi bajuku sedikit demi sedikit layaknya lintah yang menghisap darah.

Semua orang yang mengunjungi air terjun ini akan dibuat ketagihan untuk datang lagi ketempat ini. walaupun tempatnya jauh dari kota Soe, banyak turis mancanegara yang datang diair terjun dan aku yakin mereka telah tersihir dengan air terjun ini.

Disini juga terdapat Gunung yang sangat terkenal dan tak kalah bagusnya dengan gunung Muti. Warga sering menyebutnya Gunung Fatuleu.dinamakan Fatuleu karena Fatu yang berarti batu dan Leu yang berarti obat.Jika kita ingin menuju daerah ini,kita harus meminta izin kepada ketua suku terlebih dahulu.

Cerpen : Mutiara Tersembunyi Dari Timur Indonesia (Bagian keempat)

Betul-betul menakjubkan saat mata keciku ini melihat sebatang pohon yang memiliki bermacam-macam bentuk daun. Dibawah gunung fatuleu terdapat kali yang merupakan tempat tambang mas local dan cara pengerjaannya masih manual. Kaki kecilku ini tak henti-hentinya melangkah menyusuri tempat-tempat ini. Mulutku pun dibuat menganga saat kudapati sesuatu hal yang begitu indah yang belum pernah kulihat.

Disini Ayam hutan masih banyak populasinya,semuanya masih alami. Terdapat pula perkebunan masyarakat yang ditanami berbagai sayuran serta buah-buahan yang tumbuh segar nan cantik terdapat pula hutan kecil.

Terakhir pamanku mengajakku pergi kesuatu tempat yang sedikit jauh. Aku tak tau kemana aku diajak pamanku dengan sepeda motor tuanya ini. Setelah sampai, aku berlari-lari riang. ternyata pamanku mengajakku kepantai.

Pantai yang konon katanya pantai tercantik di Nusa Tenggara Timur. Pantai Kolbano tts, pantai selatan kota Soe yang memliki pasir putih. Angin berhembus lembut dipipiku, ombak yang menari-nari dengan riang,hamparan air yang begitu luas membuatku seperti berada didalam cerita pengantar tidur.

Dari pantai ini kita dapat menemukan berbagai batu hias. Batu hias / yang sering digunakan untuk properti taman ini sudah di ekspor diluar negri. Biasanya batu ini diekspor diluar negri untuk ditaruh disamping jalan perlintasan moto GP agar saat pembalap jatuh ia tidak akan terlalu sakit serta juga tidak membahayakan.

Ada banyak ragam bentuk batu hias disini. Ada yang sebesar jagung,kacang dan juga jempol kaki dengan warna putih.

Lelah sudah langkah kaki ini berjalan tetapi semua itu dapat terbayarkan dengan begitu hal yang tak pernah kuketahui sebelumnya. Begitu indah ciptaan Allah yang kami abaikan keberadaannya selama ini.

Salah satunya adalah kota-kota yang menyimpan keindahan alam yang tak ternilai harganya. Kota Kupang dan Kota Soe salah satunya. Kota yang jauh dari kota metropolitan yang pada sesungguhnya menyimpan sesuatu yang selama ini kita cari.

Layaknya Mutiara yang indah, kita harus bersabar untuk mencarinya didasar laut terdalam hingga pada akhirnya mutiara itu akan berada tepat didepan mata yang dapat menyilaukan mata kita. Begitu pula sebuah keindahan alam yang tersembunyi.

Indonesia merupakan The Golden of Island,dari pulau-pulau itulah berbagai keanekaragamaan tersembunyi. Kalau bukan generasi muda yang menyelamatkannya lalu siapa lagi ?

Hamparan pantai dengan pasir putih yang menyilaukan mata saat kita memandangi pulau ini dari kejauhan yang membuat pulau kecil ini seperti Mutiara.Tepatnya Mutiara Tersembunyi dari Timur Indonesia.

Tamat …

Cerpen ini ditulis oleh Anjaz Tika Galuh Pratiwi kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com