Web portal pendidikan – Selamat siang sobat keluhkesah, kali ini saya akan memberikan pemahaman edukasi tentang mitigasi bencana : pengertian, jenis dan tujuan. Adapun penjelasannya dapat kami sampaikan melalui uraian dibawah ini.

Mitigasi Bencana

Mitigasi bencana Pengertian, jenis dan tujuan
Mitigasi Bencana Penyelamat Jiwa Manusia

Pada pelajaran Geografi, kita akan belajar mengenai struktur bumi, fenomena yang terjadi di bumi, dan lain sebagainya tentang alam. Salah satu pelajaran geografi yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini adalah mengenai mitigasi bencana.

Sudah pada tau belum, apa itu mitigasi bencana ? Belum tau nih pasti hehe. Jadi, kalau melihat berdasarkan siklus waktu, penangan bencana terbagi menjadi 4 macam.

  1. Mitigasi, sebelum bencana terjadi.
  2. Evakuasi, saat bencana sedang terjadi.
  3. Searching and rescue, sesaat setelah bencana terjadi.
  4. Pemulihan, pasca bencana terjadi.

Pada artikel kali ini, author akan lebih membahas secara detail mengenai mitigasi yaitu upaya yang dilakukan sebelum bencana terjadi.

Pengertian Mitigasi Bencana

Pengertian mengenai mitigasi bencana kalau dilihat dari asal bahasanya, tersusun dari mitis dan agare. Mitigasi berasal dari bahasa Latin, secara terpisah ada dua kata penyusun yakni jinak dan melakukan. Artinya, mitigasi itu dilakukan dalam upaya untuk menjinakkan sesuatu. Dalam hal ini menjinakkan yang dimaksud di pembahasan adalah bencana.

Sedangkan, jika kita melihat pengertian mitigasi bencana dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mitigasi bencana didefinisikan sebagai berikut :

  • menjadikan berkurang kekasaran atau kesuburannya (tentang tanah dan sejenisnya).
  • tindakan mengurangi dampak bencana.

Dilihat secara definisi di KBBI, mitigasi termasuk dalam bentuk kata benda (nomina) yang mana dalam hal ini kita mengambil pengertiannya yang kedua yaitu sebuah tindakan untuk mengurangi dampak bencana.

Pengertian mitigasi bencana juga ada pada Pasal 1 ayat 6 PP No. 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Di mana, mitigasi bencana adalah sebuah rangkaian upaya guna mengurangi risiko bencana, baik lewat pembangunan fisik atau penyadaran dan peningkatan kemampuan dalam menghadapi ancaman bencana.

Jenis-jenis Mitigasi Bencana

Teman-teman sudah tau pasti ya tentang pengertian mitigasi bencana. Lalu, apa saja jenis-jenis mitigasi bencana ? Ada dua jenis yaitu mitigasi secara struktural dan mitigasi secara non struktural.
Berikut penjelasannya lebih lanjut.

Mitigasi struktural

Mitigasi struktural adalah sebuah upaya untuk menekan bencana yang terjadi dengan memanfaatkan pembangunan pada prasarana fisik dan menggunakan teknologi.

Apa saja contohnya ? Mitigasi struktural bisa dilakukan dengan membangun waduk untuk mencegah banjir. Kemudian, bisa juga dengan membangun sebuah bangunan yang tahan gempa dan masih banyak lagi.

Mitigasi non struktural

Mitigasi non struktural adalah sebuah upaya untuk meminimalisir dampak bencana yang terjadi dengan cara membuat kebijakan atau peraturan. Biasanya daerah longsor, daerah banjir sering terjadi pada pemukiman yang pepohonannya habis ditebang.

Mitigasi yang bisa dilakukan bisa dengan undang-undang larangan membakar hutan, kebijakan untuk membuang sampah pada tempatnya, peraturan untuk tidak membuang sampah di sungai dan lain sebagainya.

Tujuan Mitigasi Bencana

Adapun tujuan mitigasi adalah sebagai berikut :

  • Mengurangi risiko bencana
  • Menekan angka korban jiwa
  • Meminimalisir kerugian yang terjadi
  • Mengurangi kerusakan sumber daya alam kita
  • Membuat hidup masyarakat lebih teratur sehingga nyaman dan tentram
  • Sebagai panduan bagi pemangku kebijakan untuk rencana masa depan
  • Menciptakan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan
  • Membuat masyarakat agar lebih cinta dengan bumi dan pemilik bumi yakni Tuhan Yang Maha Mencipta

Strategi Mitigasi Bencana

Berikut ini strategi mitigasi bencana agar dapat terkoordinir dengan baik:

Pemetaan

Pemetaan seharusnya menjadi strategi wajib yang dilakukan oleh pemerintah, khususnya pemetaan pada wilayah rawan bencana. Hal ini dilakukan untuk menghindari pembangunan di wilayah tersebut. Contohnya pemetaan pada wilayah yang rawan longsor, jika pemerintah telah membuat pemetaannya tentu hal ini akan mempermudah bagi masyarakat yang ingin membangun rumah dan lain sebagainya.

Begitu juga, perlu adanya peta persebaran gunung merapi aktif, wilayah rawan banjir, dan titik-titik lainnya.

Pemantauan

Strategi yang kedua adalah pemantauan. Hal ini dilakukan setelah mengetahui titik-titik rawan bencana. Contohnya pada titik-titik wilayah yang rawan banjir, maka pemerintah perlu memantau infrastruktur pendukungnya, waduk. Memantau alat ukur ketinggian air, agar mempermudah untuk mengetahui prediksi akan adanya banjir.

Penyebaran Informasi

Penyebaran informasi bida dilakukan secara cetak maupun elektronik. Jika dicetak bisa ditempelkan pada tempat-tempat yang strategis, tempat dimana orang ramai mengunjungi. Elektronik bisa dilakukan dengan menyebarkan informasi melalui internet, media sosial, dari pesan broadcast dan lain-lain. Ini juga merupakan upaya meningkatkan rasa kewaspadaan akan bencana.

Sosialisasi Kepada Masyarakat

Sosialisasi penting dilakukan kepada masyarakat, apalagi bagi mereka yang kesulitan untuk mengakses informasi, mereka yang awam, hingga mereka yang memiliki keterbatasan dalam membaca dan sejenisnya.

Sosialisasi bisa dilakukan oleh perangkat desa kepada masyarakatnya mengenai mitigasi bencana. Dan sosialisasi juga bisa dilakukan ke sekolah-sekolah. Tidak hanya itu, pelajaran mitigasi bencana kan juga masuk ke dalam mata pelajaran geografi, harapannya guru bisa memberikan pengetahuan atau pendidikan terkait mitigasi bencana. Di luar materi geografi seharusnya ada juga penyuluhan dari pihak sekolah kepada siswanya.

Peringatan Dini

Langkah strategi mitigasi bencana yang terakhir adalah peringatan dini. Peringatan dini ini berguna untuk menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada lagi terkait hasil pengamatan atau pemantauan bencana secara rutin di titik-titik rawan bencana. 

Macam-Macam Bencana

Bencana Alam:

  • Banjir
  • Tanah longsor
  • Kebakaran Hutan
  • Gunung Meletus
  • Gempa Bumi
  • Angin kencang
  • Gelombang pasang
  • Tsunami
  • Jatuhnya benda dari langit (meteorit)

Bencana Non-Alam:

  • Kegagalan teknologi
  • Sabotase Data Pemerintah
  • Hacker
  • Gizi Buruk
  • Demo besar-besaran
  • Genosida
  • Diskriminasi Ras/etnis minoritas

Baiklah, sekian materi mengenai mitigasi bencana. Semoga penjelasannya dapat kamu mengerti ya. Bencana memang tidak bisa kita hindari, namun paling tidak kita berusaha meminimalisir resiko yang terjadi. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Artikel ditulis oleh @author dengan judul artikel Mitigasi bencana : pengertian, jenis dan tujuan . Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi pengembangan artikel lebih lanjut.

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]