Web portal pendidikan – Selamat malam sobat belapendidikan, kali ini kita kedatangan opini dari mas Azka dengan judul “Mirisnya nasib anak putus sekolah di Indonesia“. Untuk ulasan lengkapnya dapat kita simak dibawah ini.

Bagaimana Nasib Anak Putus Sekolah Di Indonesia ?


Dalam UUD 1945 alenia keempat disebutkan salah satu tujuan dibentuknya negara RI adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dimana pendidikan akan menjadi perantara utama untuk mewujudkan tujuan tersebut, berbicara tentang pendidikan maka sangat berkaitan erat dengan sasarannya yaitu peserta didik, sesuai dengan pasal 1 UU No. 20/2003 tentang sistem pendidikan disana dijelaskan bahwa peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

Kalau kita melihat terhadap sebab “mengapa anak putus sekolah?”, tentunya tidak akan lepas dari beberapa hal yang mempengaruhi secara dominan sehingga anak tersebut tidak dapat menyelesaikan sekolahnya atau bahkan tidak sekolah sama sekali, wajar saja hal ini bisa terjadi karena sang anak dihadapkan oleh beberapa kendala baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari lingkungan.

Hal-hal yang mempengaruhi anak antara lain latar belakang pendidikan orang tua, lemahnya ekonomi keluarga, kurangnya minat anak untuk sekolah, kondisi lingkungan tempat tinggal anak, serta pandangan masyarakat terhadap pendidikan.

Sudah semestinya staf pemerintah di sektor pendidikan lebih memperhatikan para kaum lemah baik secara akademi maupun latar belakang ekonomi, karena kurangnya wawasan mereka tentang pentingnya mengenyam pendidikan maka angka anak putus sekolah selalu meningkat.

Seolah-olah pemerintah menjalanan program tanpa adanya hasil yang signifikan, bahkan pemerintah di tahun 2012 merintis program wajib belajar 12 tahun, tapi angka putus sekolah juga meningkat karena negara indonesia juga termasuk negara dengan populasi yang tinggi.

Oleh karena itu pemerintah sebagai elemen yang memiliki andil besar dalam keberlangsungan nasib pendidikan di negara kita sudah semestinya bekerja lebih ekstra untuk berbenah di ranah pendidikan ini apakah sudah sampai kepada tujuan pendidikan ataukah hanya sebatas pembicaraan tanpa tindakan?

Sesuai dengan Pasal 9 (1), UU No.23/2002, disana juga tercantum pemerintah hendaknya menyediakan lembaga atau sarana yang menyeluruh, tentunya sasaran utamanya adalah bagi kalangan kaum ekonomi lemah, dengan adanya sistem pendidikan yang menyeluruh otomatis akan menekan angka putus sekolah di Indonesia.

Angka partisipasi pendidikan oleh anak usia sekolah di Indonesia kian meningkat disetiap tahunnya, tapi disisi lain jumlah anak putus sekolah di 34 Provinsi di Indonesia masih berada dikisaran 4,5 juta anak yang relatif masih tinggi.

Dari hasil laporan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di tahun 2019 kemarin, jumlah anak rentan usia 7-12 tahun di Indonesia yang tidak bersekolah berada di angka 1.228.792 anak.

Untuk kategori anak usia 13-15 tahun di 34 Provinsi, jumlahnya adalah 936.674 anak yang tidak bersekolah. Sementara usia 16-18 tahun ada 2.420.866 anak tidak bersekolah.

Sehingga secara keseluruhan jumlah anak di Indonesia yang tidak bersekolah mencapai 4.586.332, di situs resminya TNP2K mengungkap bahwa konsentrasi dari anak yang putus sekolah atau yang tidak bersekolah berada di Provinsi Jawa Barat, dengan angka 958.599 anak. Di susul oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur, masing-masing di angka 677.642 dan 609.131 anak.

Menurut studi yang dilakukan Yayasan Sayangi Tunas Cilik (STC), ada berbagai alasan yang mendasari dari kondisi putus sekolah anak di Indonesia ini.


Penyebab terbesarnya adalah angka kemiskinan yang tinggi, Karena kita tidak bisa membohongi bahwa dengan jumlah penduduk yang sangat bayak tentunya pemerintah Indonesia akan dihadapkan banyak permasalahan ketika dalam proses perbaikan pada masalah yang sentral ini.

Kembali kepada Undang- Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 3, tujuan pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi peserta agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratif dan bertanggung jawab.

Semua ini tidak akan dicapai ketika kita tidak memiliki pondasi dan langkah kerja yang nyata dari pihak yang memiliki wewenang yaitu pemerintah.

Maka dari itu pemerintah mesti menggaungkan kembali atau mensosialisasikan pentingnya pendidikan kepada masyarakat dan menyediakan fasilitas yang tentunya disertai dengan langkah nyata, agar mampu mencapai tujuan dibentuknya negara kita yang tercinta ini yaitu “mencerdaskan bangsa”.

Ini akan berdampak besar juga bagi mutu bangsa kita, karena dengan pendidikan moral seseorang bisa menjadi bermutu, hidup terarah, memiliki sifat yang baik dan berkhlak mulia otomatis menekan angka kriminalitas juga.

Karena menurut penulis ketika suatu negara minim akan kasus kriminalitas yang terjadi itu menunjukkan tujuan pendidikan di negara tersebut sudah sesuai dengan yang diharapkan, dan ini merupakan dampak positif dari perilaku terpuji yang tentunya didapat ketika sang anak mendapatkan pendidikan yang baik.

Maka kita sangat berharap kepada staf pemerintahan agar segera mengambil langkah bijak sebagai tujuan kita bersama yaitu “mencerdaskan bangsa”, tentunya ini bukan hanya tugas pemerintah saja tapi kita juga sebagai pelajar bisa membantu mereka (pelajar putus sekolah) dengan menjelaskan pentingnya pendidikan dalam kehidupan.

karena hidup tanpa adanya moral yang tertanam dalam jiwa seperti mengendarai kendaraan tanpa tahu bagaimana cara me-ngerem maka akan banyak kendala yang sulit diuraikan.

Artikel ditulis oleh Azka Musthofa
Lembaga Akademik : STIT Madani, Yogyakarta
email pengirim : basyierchannel

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com