Meningkatnya Popularitas Pemuda Melalui Hoaks di Jejaring Sosial

oleh -807 views
Meningkatnya popularitas pemuda melalui hoaks di jejaring sosial
Meningkatnya popularitas pemuda melalui hoaks di jejaring sosial

Jejaring Sosial Merupakan Tempat Berkumpulnya Informasi Hoaks

Dilihat dari aktivitas para pencita maya yang telah dituliskan di paragraf sebelumnya, mayoritas dari mereka hanya berfokus pada penerimaan manfaat untuk diri sendiri dan memang tak dapat dipungkiri juga beberapa kegiatan di jejaring sosial, yang gemar dilakoni netizen, ini pun bermanfaat bagi pengguna lain.

Namun satu hal yang tak dapat ditolerir, karena merugikan, mengganggu kenyamanan dan keamanan, mengintimidasi, menipu, sumber kepanikan, bersifat kontroversi, juga cerminan tak terpelajar, yaitu hoaks dan penyebarannya.

Hoaks dan penyebarannya menjadi satu paket yang paling dibenci oleh kalangan pencinta maya, yang juga berdampak bagi seluruh kalangan masyarakat, karna unsur-unsur di dalamnya yang sangat jauh tidak bermanfaat, merugikan banyak pihak, dibandingkan hal lain yang orientasinya bermaya memuaskan hasrat sosial.

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa banyak pemuda-pemudi menyebarkan, baik sadar maupun tidak sadar; sengaja maupun tidak sengaja, berita yang belum pasti akan kebenarannya dan belum dapat dibuktikan keasliannya demi meningkatkan kualitas dan popularitas diri mereka sendiri melalui jejaring sosial.

Kaum muda ini membagikan artikel, berita, video, gambar, link, dan situs yang mendukung sudut pandang mereka didasarkan pada keadaan perasaan mereka saat itu – hal ini yang sangat berbahaya, lingkungan sekitar mereka, peristiwa viral saat itu, potensi likes dan views yang diperoleh, juga potensi tanggapan dan respon yang diperoleh dari pelihat (viewers) hoaks tanpa mempertimbangkan sumber asal; kebenaran fakta, dengan memeriksa ulang; waktu penerbitan; penulis artikel dan pembuat, jika berupa gambar dan video; struktur kalimat dan penulisan, akan menjadi meragukan jika ditulis oleh seseorang yang tidak ahli dalam bidang bahasa dan jurnalistik; keaslian gambar dan video, banyak hal yang berkaitan dengan manipulasi.

“Seorang terpelajar harus juga berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan.” adalah sepenggal kalimat yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer atau yang lebih akrab disapa Mbah Pram, sastrawan produktif dalam sejarah sastra Indonesia, dalam roman Bumi Manusia.

Kutipan Mbah Pram ini yang sudah seharusnya menjadi modal bagi pemuda dalam memutus rantai penyebaran hoaks–tentu tugas pembasmi sumber hoaks diemban oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang dikepalai oleh Mayjen (Purn) TNI Djoko Setiadi–dan menyebarkan fakta serta kebenarannya.

Tentu hal pertama yang perlu dilakukan agar menjadi pemuda-pemudi yang bijak dalam menggunakan jejaring sosial adalah sadar akan berita palsu dan hoaks, seperti yang telah ditulis sebelumnya dalam beberapa hal yang perlu dihindari dan dipertimbangkan dalam membagikan artikel, berita, video, gambar, link, dan situs. Berita yang telah terbukti kebenarannya harus dihormati dan diindahkan.

Sebaliknya, berita palsu, hoaks, dan ujaran kebencian adalah satu paket yang harus dihindari dan diputuskan rantai penyebarannya, oleh pemuda-pemudi sebagai pengguna terbanyak jejaring sosial, karena berita palsu, hoaks, dan ujaran kebencian mempengaruhi keamanan, ketentraman, kesejahteraan, dan kedamaian semua golongan masyarakat yang dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tidak ada hal rugi dalam menyebarkan kebaikan dan kebenaran, dan menghentikan ketidakbenaran. Justru melalui hoaks, pemuda-pemudi dapat menunjukan serta meningkatkan kualitas mereka di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan langkah 5 M:

1) Mengidentifakasi berita, foto, ataupun video yang diterima dengan teliti, bijaksana, dan akurat dengan: memeriksa sumber berita, foto, atau video; memeriksa struktur bahasa penulisan, waktu dan tempat kejadian; bertanya kepada sumber yang lebih terpercaya.

2) Memutus rantai hoaks dengan tidak membagikan secara langsung kepada sesama pengguna jejaring sosial, tidak menjadikannya sebagai status update di Instagram, Facebook, dan WhatsApp, tidak membicarakannya di tempat umum atau kepada orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

3) Menyatakan kebenaran dengan menyebarkan dan memperingatkan sesama pengguna jejaring sosial agar lebih berhati-hati terhadap berita, foto, dan gambar tertentu, yang merupakan hoaks.

4) Meminta sesama pengguna jejaring sosial untuk ikut andil dalam memberantas dan memutus rantai hoaks agar tidak menyebar dan meresahkan setiap golongan masyarakat.

5) Melaporkan kepada pihak berwajib ataupun lembaga pelayanan masyarakat terkait hoaks yang menyebar.
Dengan menunjukkan kualitas sebagai pemuda-pemudi yang berani menghentikan hoaks, tentu sebagai bonus popularitas, sebagai salah satu orientasi kebanyakan pengguna jejaring sosial, pun akan ikut dirasakan sebagaimana mestinya ketika disandingkan dengan kualitas diri seseorang yang greget dan jengkel akan berita hoaks.

Mulailah dari sekarang, dengan adanya hoaks, pemuda-pemudi Indonesia tidak lagi menganut paham apatisme dan tidak membiarkan berita palsu di jejaring sosial merajarela tanpa diberantas dan diputus rantai kebohongannya.

Pengguna jejaring sosial, yang didominasi pemuda-pemudi, dapat menjadikan hoaks sebagai ajang unjuk gigi kualitas pemuda sesungguhnya, sebagai netizen yang bijaksana, untuk berfikir dan bersikap kritis ketika menghadapi hoaks, dan yang luput dari itu apresiasi sesama pengguna jejaring sosial menjanjikan popularitas yang datang secara tidak langsung.

Terima kasih telah membaca tulisan dengan judul meningkatnya popularitas pemuda melalui hoaks di jejaring sosial. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.

Esai ini ditulis oleh Jordan Setiawan, kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com