Mengenal Teks Biografi : Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh

oleh -32 views
Mengenal teks biografi : pengertian, ciri, struktur dan contoh
Mengenal teks biografi : pengertian, ciri, struktur dan contoh

Web portal pendidikan – Selamat siang sobat keluhkesah, kali ini saya akan memberikan pemahaman edukasi tentang Mengenal teks biografi : pengertian, ciri, struktur dan contoh. Adapun penjelasannya dapat kami sampaikan melalui uraian dibawah ini.

Mengenal Teks Biografi

mengenal teks biografi
mengenal teks biografi

Pengertian Teks Biografi

Teks Biografi tersusun dari kata teks dan biografi. Menurut KBBI, teks sendiri merupakan sebuah naskah berupa kata-kata dari pengarang. Sedangkan, biografi memiliki arti riwayat hidup atau seseorang yang ditulis oleh orang lain.

Jika digabung maka teks biografi merupakan naskah yang berisi riwayat hidup yang ditulis oleh orang lain. Jika ditulis oleh diri kita sendiri artinya kita menulis biografi tentang kita sendiri, biasanya hal ini disebut dengan autobiografi.

Biografi identik dengan penjelasan terkait perjalanan hidup seseorang mulai dari dia lahir hingga dia meninggal.

Di dalam biografi akan dijelaskan secara detail terkait kehidupannya sewaktu kecil, perjalanan sekolahnya, capaian penghargaannya, dan pengalaman-pengalaman hidupnya yang lain.

Ciri-Ciri Teks Biografi

Setelah mengetahui pengertian dari biografi, mari kita lihat ciri-ciri dari teks biografi berikut ini:

  1. Ditulis dengan Bahasa dan Struktur yang Baku

Dalam penulisan teks biografi, naskah akan ditulis dengan menggunakan bahasa dan struktur yang baku. Bahasa yang digunakan juga cenderung formal, tidak menggunakan bahasa gaul. Alur penulisannya juga biasanya menggunakan alur maju, di mana akan dijelaskan dulu mengenai ia dilahirkan, anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Ada pula yang menuliskannya maju-mundur, namun itu jarang digunakan karena akan membuat pembaca bingung.

  1. Berdasarkan Fakta

Bukan teks biografi namanya kalau diisi dengan karangan indah. Salah satu ciri-ciri dari teks biografi adalah adanya kebenaran dari apa yang tertulis. Biasanya sumber penulisan teks biografi diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan si pemilik nama. Atau paling tidak jika diperoleh dari sumber kedua, teks harus valid tentang catatan kehidupannya. Serta satu lagi, teks biografi bersifat objektif bukan subjektif (pandangan pribadi).Objektif tentu dilihat dari kondisi sebenarnya, bukan memuji secara berlebihan dan bukan pula menjatuhkan si pemilik nama di teks biografi.

  1. Teks Biografi Ditulis secara Narasi

Ciri ketiga yang biasanya termuat di karakter penulisan teks biografi adalah ditulis secara narasi. Narasi ini maksudnya tulisan ditulis secara sistematis berdasarkan urutan waktu dengan menceritan atau menjelaskan secara rinci.

  1. Lugas, Tidak Bertele-tele

Nah, ciri keempat ini juga penting untuk mencirikan dari teks biografi. Di mana teks ditulis secara jelas dan lugas. Teks biografi bukanlah suatu teks yang bersifat seperti tulisan fiksi yang cenderung mengedepankan aspek estetika dalam penulisan. Tidak, teks biografi tidak menggunakan gaya bahasa seperti di puisi ataupun cerpen yang erat kaitannya dengan penggunaan majas.

Lugas di sini maksudnya adalah teks biografi mengedepankan aspek keterbacaan dari si pembaca. Teks biografi berusaha dibuat dengan sejelas mungkin agar pembaca mudah memahami isi teks tersebut.Berikut adalah struktur yang bisa diikuti dan diterapkan untuk membuat teks biografi yang jelas dan tidak menimbulkan mispersepsi.

Struktur Teks Biografi

1. Orientasi

Orientasi dalam KBBI itu artinya peninjauan untuk menentukan sikap. Peninjauan di sini maksudnya adalah pengenalan, melihat keadaan, atau menjelaskan kondisi awal.

Orientasi pada struktur teks biografi memiliki maksud adalah upaya pengenalan tokoh di paragraf-paragraf awal. Biasanya di paragraf awal ini memuat identitas personal dari si empunya nama seperti nama, tempat tanggal lahir, nama orang tua, bahkan alasan penting kenapa pembaca perlu untuk mengenal si beliau.

Tujuan dari orientasi adalah memperkenalkan si tokoh. Pada struktur orientasi juga dibuat semenarik mungkin agar pembaca terus melanjutkan bacaan dari teks biografi tersebut.

2. Peristiwa

Struktur kedua dari teks biografi adalah peristiwa, dimana akan dijelaskan secara kronologis atau berdasarkan urutan waktu mengenai peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh.

Bagian ini bisa dimulai dari si tokoh waktu kecil tentang perjalanannya memulai karir, pendidikan, kisah jatuh-bangunnya, dan sejenisnya.

Pada bagian ini pula dituliskan secara jelas dan lugas mengenai catatan kehidupannya, tentu dengan mengedepankan aspek kenyamanan pembaca disertai dengan informasi yang valid (sesuai fakta).

3. Reorientasi

Nah, reorientasi ini menjadi struktur terakhir dari teks biografi. Reorientasi adalah bagian penutup atau kesimpulan dari sebuah teks biografi. Sebagaimana layaknya sebuah kesimpulan, bagian reorientasi akan merangkum dari perjalanan si tokoh. Biasanya dikemas dengan semenarik mungkin disertai dengan bumbu motivasi. Tapi, tetap saja walaupun dikemas dengan menarik, reorientasi ditulis dengan netral atau berdasarkan kondisi sebenarnya.

Contoh Biografi

Setelah membahas cukup panjang mengenai pengertian, ciri-ciri, dan struktur, berikut ini author kasih kamu contoh teks biografi secara singkatnya.

Selamat membaca.

Biografi Raden Ajeng Kartini

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat atau biasa dikenal dengan panggilan Ibu Kartini (R.A. Kartini) adalah pahlawan bangsa kita, Indonesia. Lebih tepatnya pahlawan dalam memperjuangkan emansipasi wanita. Beliau dilahirkan di tanah Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879.

Kartini memiliki garis keturunan seorang bangsawan, ayahnya bernama Raden mas Adipati Ario Sosroningrat merupakan seorang bupati dari Jepara. Kartini memiliki cita-cita yang tinggi untuk mencicipi bangku pendidikan hingga ke negeri Belanda.

Akan tetapi, ayahnya menentang keinginan Kartini. Pada zaman dulu, memang hanya anak berketurunan bangsawan yang boleh bersekolah. Selain itu, perempuan juga memiliki larangan untuk bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Kartini dengan semangatnya ingin memperjuangkan hak perempuan agar sama dengan laki-laki.

Setelah Kartini lulus sekolah, ia tidak diperbolehkan lagi keluar rumah sebab sudah bisa dipingit. Dipingit maksudnya adalah sudah bisa dipersiapkan untuk menikah. Selama Kartini sekolah, ia banyak mempelajari bahasa Belanda hingga fasih dalam berbicara.

Sehari-hari, ia rajin membaca buku dan terus berkirim surat dengan teman-temannya yang ada di Belanda. Dia berbagi cerita tentang keingintahuannya dan harapannya untuk memperjuangkan emansipasi wanita.

Setiap hari, Kartini terus membaca dan menulis. Tulisan-tulisannya banyak menyuarakan tentang emansipasi wanita. Hingga pada suatu ketika ia bertemu dan menikah dengan seorang Bupati Rembang yaitu Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Suaminya sangat mendukung keinginan Kartini. Bersama suaminya, Kartini membangun sekolah-sekolah untuk wanita.

Kartini meninggal dunia pada 17 September 1904, meninggalkan anak pertama dan satu-satunya bersama suaminya. Atas semua jasa yang telah diberikan Raden Ajeng Kartini patut menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama wanita untuk berani menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Surat-suratnya bersama temannya di Belanda, kini telah dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Kita dapat memetik hikmah dari perjalanan seorang Ibu Kita Kartini yang berani memperjuangkan mimpinya.

Artikel ditulis oleh @author dengan judul artikel mengenal teks biografi – pengertian, ciri, struktur dan contoh . Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi pengembangan artikel lebih lanjut.

hastag : mengenal teks biografi, teks biografi, pengertian teks biografi, #mengenal teks biografi

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *