Web portal pendidikan – Selamat siang sobat belapendidikan, di siang yang cerah ini izinkan saya untuk memberikan opini terkait pendidikan islam, adapun judul yang dibuat kali ini yaitu “Membingkai Pendidikan Islam Dilihat Dari Negara Finlandia.” Menurut kalian, kenapa pendidikan islam berkaitan dengan Finlandia ? Untuk menemukan jawabannya, kamu dapat membaca artikel dibawah ini.

Membingkai Pendidikan Islam Diihat Dari Negara Finlandia


Bismillah, dengan menyebut nama Allah yang dengan karunianya saya dapat menuangkan ide saya bertajuk strategi pendidikan dalam mengembangkan aspek pada peserta didik. Tidak lupa shalawat dan salam kepada nabi junjungan kita Nabi Muhammad Shalalllah alaihi wa sallam, semoga kita pengikutnya diselamatkan didunia ini dan akhirat kelak.

Kita akan membahas mengenai perkembangan aspek-aspek pembelajaran. Perkembangan aspek pembelajaran di Indonesia sendiri dinilai cukup lambat, baik dalam aspek Afektif, Psikomotorik, maupun Kognitif.

Pemerintah telah menaruh perhatian nya dalam sistem pendidikan dengan mengubah kurikulum yang tidak sesuai dalam mengembangkan aspek-aspek ini, tapi apakah perubahan ini cukup untuk pengembangan aspek-aspek ini ?? Jawabannya tidak.

Hal ini dilatar belakangi oleh berbagai faktor jika dibandingkan dengan sistem pendidikan terbaik di Finlandia, yaitu :

  1. Kurang memperhatikan mental peserta didik.
  2. Kurangnya apresiasi guru dalam mendidik.
  3. Kurangnya sokongan pemerintah dalm memajukan pendidikan di Indonesia.

Saya telah merangkum beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam mengatasi faktor-faktor penghambat diatas, yang dirangkum berdasarkan sistem pendidikan Finlandia dan perspektif Islam, sebagai berikut :

A. Sekolah Mulai Usia 7 Tahun

Sekolah mulai usia 7 tahun
Sekolah mulai usia 7 tahun

Di Finlandia anak-anak baru boleh sekolah ketika mereka berusia 7 tahun. Jika dibandingkan negara-negara lain bisa dikatakan usia tersebut cenderung lebih telat, tetapi hal ini justru karena pertimbangan terhadap kesiapan anak-anak untuk belajar.

Hal ini juga sesuai dengan yang tercantum dalam salah satu sumber agama kita yaitu hadits Nabi Shalallahu alaihi wasallam :

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat). Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan)!”
(Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 495; Ahmad, II/180, 187; Al-Hakim, I/197)

Anak yang berumur masih dibawah 7 tahun, memiliki kecenderungan bermain dan imajinasi yang kuat. Oleh karena itu, anak yang telah menginjak bangku persekolahan sebelum umur 7 tahun cenderung tertekan karena tidak tercapainya kecenderungan ini atau bisa disebut MKKB( Masa Kecil Kurang Bahagia). Ketertekanan ini justru berdampak pada daya semangat,daya tarik,dan kepercayaan diri peserta didik.

Menyadari permasalahan ini, maka pemerintah Finlandia menetapkan bahwasanya, pada usia dini anak-anak lebih didorong untuk lebih banyak bersosialisasi dan bermain. Mereka lebih mengutamakan belajar dalam bermain, menemukan jawaban sendiri, dan berimajinasi. Tugas yang diberikan ketika sekolah pun ditujukan untuk pembangunan karakter, seperti membantu orangtuanya, membantu masyarakat,dan lainnya.

Penilaian tugas ilmiah seperti PS maupun PR pun tidak diberikan hingga kelas 4 SD, Para siswa tetap mendapatkan PR, namun diberikan dengan sangat memperhitungkan tingkat kesulitannya. Para guru memberikan PR yang tidak berat Intinya, mereka ingin para siswa benar-benar mendapatkan istirahat yang cukup sepulang sekolah, dan dapat melanjutkan aktivitas yang lain.

Selain itu, Sekolah dan masyarakat Finlandia bekerja sama untuk mengupayakan siswa-siswa yang mandiri. Percayalah, Anda akan terkaget-kaget melihat siswa SD yang pergi-pulang sekolah sendirian, naik bus atau kereta. Dari semangat mandiri itulah para siswa terbiasa untuk berpikir dengan cermat, bahkan menembus batasannya. Sistem belajar dalam permainan interaktif ini juga masih mendominasi sistem pembelajaran di Finlandia hingga jenjang SMA.

Pelajar di Finlandia tidak pernah merasa terpaksa untuk belajar, karena mereka sudah terbiasa dalam menemukan cara belajar sendiri yang paling efektif bagi mereka. Dalam tes internasional Programme for International Student Assessment (PISA) pelajar umur 15 di Finlandia terbukti berhasil mengungguli pelajar lain dari seluruh dunia. Hal itu yang membuktikan efektifitas sistem pendidikan di Finlandia.

B. Tidak Ada Sistem Ranking

Tidak ada sistem perangkingan di negara Finlandia
Tidak ada sistem perangkingan di negara Finlandia

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan harapan semua siswa di Finlandia, pemerintah Finlandia memiliki motto “bahwasanya seluruh peserta didik dapat menjadi pintar tanpa terkecuali” oleh karena itu, pemerintah tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi. Karena menurut mereka sistem ini pada akhirnya hanya akan menghasilkan sejumlah siswa bodoh dan siswa pintar.

Sistem ini juga berdampak adanya kesenjangan pendidikan dan sosial disekolah. Strategi ini terbukti berhasil, karena saat ini Finlandia adalah negara dengan kesenjangan pendidikan terkecil di dunia.

Bukan hanya dalam ranking peserta didik disekolah, pemerintah Finlandia juga menyamakan ratakan seluruh sekolah di negaranya. Hal ini menjadikan seluruh sekolah disana berkualitas, tanpa adanya diskriminasi sekolah favorit dan sekolah buangan.

C. Kualitas para guru yang terjamin

Tidak diragukan lagi, kualitas guru di Finlandia terjamin dengan sangat baik
Tidak diragukan lagi, kualitas guru di Finlandia terjamin dengan sangat baik

Penopang utama dari kualitas pendidikan di Finlandia adalah mutu guru-gurunya yang sangat tinggi. Pemerintah Finlandia paham bahwa guru adalah profesi yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi masa depannya, maka dari itu pemerintah Finlandia berinvestasi besar-besaran untuk meningkatkan mutu tenaga pengajarnya.

Di Finlandia profesi sebagai guru adalah salah satu pekerjaan paling bergengsi, dan pendapatan guru di Finlandia juga dua kali lebih besar daripada pendapatan guru di Amerika. Mulai dari jenjang SD hingga SMA, semua guru di Finlandia diwajibkan memiliki tesis yang sudah dipublikasi dan memiliki gelar master yang disubsidi oleh pemerintah.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran yang intensif, pemerintah Finlandia memastikan adanya cukup guru dalam sistem pembelajaran. Bisa dipastikan untuk setiap 12 siswa di Finlandia akan ada 1 guru, dimana angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Dengan demikian guru dapat memberikan perhatian untuk setiap anak, tidak hanya mengajar dengan berdiri di depan kelas.

Kiat-kiat pemerintah Finlandia dalam menghasilkan dan menjaga kualitas para guru, antara lain:

  • Memberikan subsidi bagi para mahasiswa yang ingin melanjutkan gelar Master nya.
  • Memonitori para Mahasiswa yang masuk ke dalam program pendidikan
  • Melatih para calon guru dengan model pendidikan karakter

Dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam berkata, kepada Mu’adz bin Jabal Radhiyalahu’anhu ketika Beliau mengutusnya ke negeri Yaman:

“Sesungguhnya kamu akan mendatangi kaum Ahlul Kitab, jika kamu sudah mendatangi mereka maka ajaklah mereka untuk bersaksi tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Jika mereka telah mentaati kamu tentang hal itu, maka beritahukanlah mereka bahwa Allah mewajibkan bagi mereka shalat lima waktu pada setiap hari dan malamnya. Jika mereka telah mena’ati kamu tentang hal itu maka beritahukanlah mereka bahwa Allah mewajibkan bagi mereka zakat yang diambil dari kalangan orang mampu dari mereka dan dibagikan kepada kalangan yang faqir dari mereka.

Jika mereka mena’ati kamu dalam hal itu maka janganlah kamu mengambil harta-harta terhormat mereka dan takutlah terhadap do’anya orang yang terzholimi karena antara dia dan Allah tidak ada hijab (pembatas yang menghalangi) nya”.

Hadits menunjukan perhatiannya Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam kepada salah satu sahabatnya yang akan dikirim nya untuk berdakwah mengajarkan agama Islam di Yaman. Lihat bagaimana Rasulullah mebekalinya dengan berbagai nasehat agar menyiapkan sahabatnya dalam mengajar.

Jika pendidikan di Indonesia ingin semaju Finlandia, maka guru-guru di Indonesia selayaknya juga harus mendapatkan dukungan seperti ini. Bukan hanya dukungan berupa materi dari pemerintah saja tetapi juga dukungan berupa moral, semangat, dan perhatian dari pihak sekolah serta orangtua murid tentu akan sangat bermanfaat bagi upaya mereka yang luar biasa.

Sekian rangkuman beberapa strategi yang dapat saya kumpulkan dari berbagai sistem pendidikan Finlandia. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu memajukan pendidikan yang sesuai dengan aspek pembelajaran di Indonesia. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

Catatan : Poin poin diatas hanyalah ringkasan sebagian Strategi Pembelajaran yang dianut negara Finlandia yang sesuai dengan ajaran Islam yang lurus.

Artikel ditulis oleh Frisca Laurencia
Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMA) Yogyakarta
Email pengirim : Frisca Laurencia
Judul Artikel : Membingkai Pendidikan Islam Dilihat Dari Negara Finlandia

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com