Web portal pendidikan – Selamat sore teman seperjuangan, kiriman artikel yang dikirimkan ke email kami belum terlepas dari masa pandemi, dengan judul artikel yang dimuat adalah masa pandemi, guru makan gaji buta ?. Benarkah demikian ? Berikut akan kami jelaskan melalui artikel berikut.

Masa Pandemi Guru Makan Gaji Buta ?

masa pandemi guru makan gaji buta
masa pandemi guru makan gaji buta, benarkah demikian ?

Pelangi tiada bisa terpancar
Dunia kan beku dan bisu
Pun kehidupan tiada pernah terlaksana

Kala puncak kegalauan terhampar
Sepercik cahaya pun nampak dariku
Yang nampak dari gerak tubuhmu
Kau sinari jalan gelapku
Dengan ilmu dan pengetahuan yang kau punya

Sumber: thegorbalslacom/puisi-guru/

Kutipan  puisi diatas menggambarkan betapa penting dan mulianya seorang guru. Jasa-jasa guru terpatri pada diri kita saat ini. Keberhasilan dan kejayaan seseorang tak terlepas dari peran seorang guru. Guru tidak hanya menjadi pengajar ataupun orang tua bagi peserta didik di sekolah. Tak jarang guru juga adalah seorang motivator dalam kehidupan kita. Guru laksana setitik cahaya dalam gelap.

Besarnya jasa guru dalam kehidupan kita  menjadikannya di juluki pahlawan tanpa tanda jasa. Namun, beberapa waktu belakangan ini, khusunya selama pandemi ada nuansa yang sedikit berbeda dalam pembicaraan publik kita tentang guru.

Baca juga : Guru dan Pendidikan Karakter Di Era Digital

Pemberitaan tentang guru tidak hanya pada perjuangan guru dalam melaksanakan pembelajaran selama pandemi, tapi juga tentang stigma atau lebih tepatnya tudingan yang diberikan kepada guru yakni “makan gaji buta”. Tudingan seperti ini banyak kita jumpa dalam masyarakat, termasuk kepada saya. Namun hanya ada beberapa yang mendapat sorotan media, utamnya statment yang diunggah di media sosial dan akhirnya menjadi sensasi. 

Pada awalnya respon Saya secara pribadi, sebagai seorang guru santai saja dalam menanggapi pernyataan semacam ini. Bukan berarti bahwa memang selama pandemi guru makan gaji buta, tetapi bagi saya itu tidak benar.

Selama pandemi guru tetap bekerja. Bekerja dari rumah. Namun semakin kesini kok saya juga jadi risau dengan tudingan seperti itu. Olehnya itu penting juga bagi saya sebagai seorang guru untuk angkat bicara. Salah satu medianya adalah lewat tulisan ini. Kebijakan seperti ini juga bukan keinginan guru tapi kebijakan pemerintah sebagai upaya pencegahan penularan covid-19.

Persoalan tentang pernyataan ” guru makan gaji buta” pertama kali viral setelah seorang perempuan mengunggah postingan di jejaring sosial facebook tentang guru makan gaji buta. Belakangan saat memberikan kesaksian kepada pihak kepolisian perempuan tersebut telah meminta maaf.  

Kejadian ini nampaknya tak jadikan sebagai pelajaran bagi beberapa oknum. Padahal kejadian ini menimbulkan polemik. Mungkin karena tidak adanya tindakan yang tegas, akhirnya kejaidan serupa terulang lagi. Selanjutnya ada sepasang suami istri di muara enim sumatera selatan yang juga mengunggah pernyataan yang sama.

Postingan tersebut dia tulis karena kesal dengan penghasilannya sebagai tukang ojek sehari hanya 20 ribu semenjak covid-19, sedangkan biasanya rata-rata Rp. 50 ribu, sedangkan guru tidak mengajar gajinya tetap sama dengan mengajar.

Baca juga : Konstruksi Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid 19

“Saya minta maaf kepada guru seluruh indonesia, ini karena ketidaktauhan saya dengan kondisi guru. Dan postingan tersebut telah dihapus ”ujarnya sebagaimana dikutip dari Tribunjateng.com

Lah ini kok nyalahkan guru. Memangnya guru yang menyebabkan penghasilannya menurun. Kacau kalian ini.

yang teranyar adalah apa yang terjadi di garut jawa barat. Yang menarik bagi saya adalah adanya kata-kata kasar dan ancaman penembakan oleh seorang oknum polisi kepada guru massa aksi di polres garut pada tanggal 29 juli 2019. Aksi yang dilakukan guru bagi saya adalah hal yang wajar, namun reaksi yang diterima kurang wajar. Tak pantaslah kata-kata itu dilontarkan kepada siapapun termasuk guru. Parahnya lagi ada ancaman penembakan.

Fenomena semacam ini mengundang pertanyaan bagi saya. Apakah memang demikian.? Atau memang profesi guru tak lagi mulia.? hingga bebas dikata-katai bahkan ada yang sampai diancam mau di tembak. Atau oknum-oknum tersebut lupa akan jasa-jasa guru dalam hidup mereka.?

Kondisi pandemi seperti sekarang ini bukan keinginan guru. Bahkan bukan keinginan kita semua. Kecuali bagi penganut teori konspirasi mereka percay ini keinginan elit global. Tapi kita tidak akan bahas soal elit global.

Reaksi para guru terhadap ungguhan di sisoal media tentang guru makan gaji buta bukan berarti  bahwa guru adalah sosok yang arogan dan anti kritik. Sebagai insan akademis guru harus terbuka dengan segala kritik yang tertuju padanya. Kritik itu yang akan menjadi referensi baginya untuk senantiasa memperbaiki diri.

Namun istilah makan gaji buta menurut saya bukanlah kritik tapi hanya nyinyiran saja.  Kan kondisi pandemi bukan guru yang menyebabkan. Kita semua pun tidak menginginkan. Termasuk ibu kantin dan supir angkot yang pendapatannya menurun bahkan hilang kareana anak-anak tak lagi belajar di sekolah. Lagian apa kira-kira tawaran solusi yang diberikan. Tidak ada.

Baca juga : Menjadi Guru Yang Inspiratif

Menjadi guru bukanlah hal yang mudah. Tugas seorang  guru tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik. Mengajar berarti mentransfer ilmu pengetahuan, sedangkan mendidik berarti  mentransfer ilmu. Sulitnya menjadi guru sudah dirasakan oleh orang tua selama pembelajaran daring. banyak orang tua yang mengeluh.

Lalu bagaimana dengan guru yang mengajar banyak anak. Lebih sulit tentu. Kesulitan menjadi seorang guru bertambah selama pandemi. Pembelajaran yang awalnya tatap muka harus dilaksanakan secara daring. melaksanakan pembeajaran daring juga ribet. Dimana guru dan siswa belum sepenuhnya siap.

Selain itu kurangnya sarana dan prasarana juga menjadi persoalan dalam mengakses pembelajaran daring.  pembelajaran daring yang monoton juga akan membosankan dan tidak efektif. Sehingga guru senantiasa berupaya mencari pola pembelajaran terbaik yang bisa diterapkan.

Kesulitan yang lebih tentu dirasakan guru-guru di daerah pelosok yang tidak memilki akses internet yang memadai untuk melaksanakan pembelajaran daring. mereka harus senantiasa melakukan inovasi agar pembelajaran tetap bisa berlangsung.

Media banyak memberitakan perjungan guru dalam mengajar selama pandemi. Perjuangan sekaligus pengorbanan. Mereka ada yang menempuh jarak puluhan kilo meter untuk mengantarkan modul pembelajaran ke rumah siswa, ada juga yang mengajar siswa secara berkelompok.  Mereka tetap keluar rumah karena keadaan, padahal tidak ada jaminan bagi guru untuk terbebas dari virus. Semoga tuhan yang maha esa senantiasa menjaga guru-guru kita yang senantiasa berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa. Meskipun balasannya  tak jarang justru cacian.

Guru adalah orang tua kedua kita. Layaknya seorang  ibu dalam puisi abdur arsyad. Bahwa guru adalah sosok perempuan tangguh, tempat kita berteduh dan membasuh peluh, dia yang paling mengerti kita saat kita jatuh, mengangkat kita dan memberikan semangat baru. Dedikasi seorang guru tentu tak mengaharapkan pujian. Tapi, paling tidak jangan mendapatkan cacian.

Dalam kondisi seperti ini kita harusnya bergandengan tangan dalam mengahdirkan solusi, bukan sensasi. Kondisi pandemi sudah cukup berat, berdampak pada semua sektor kehidupan janganlah lagi mempersulit keadaan dengan sensasi unfaedah. Kalau mau berikan solusi. Tudingan yang mengatakan guru makan gaji buta selama pandemi.

syainal enal
Syainal, S. Pd

Kondisi pandemi justru mewajibakan guru dalam menghadirkan inovasi pembelajaran. Di rumah bukan berarti guru santai mereka harus juga melaksankan tugas dan tangung jawabnya dalam keluarga.

Selama pandemi guru tidak makan gaji buta, mungkin saja nurani yang telah buta melihat dedikasi dan pengorbanan guru. Salam hangat dari guru yang tidak makan gaji buta dan yang mengecam oknum yang mengatakan guru makan gaji buta.

Artikel ditulis oleh Syainal S.Pd
Seorang Guru PPKn SMKN Berau
Dikirim melalui email syainal enal
Judul artikel yang dikirim melalui email yaitu guru makan gaji buta
Revisi : Masa pandemi, guru makan gaji buta ?

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com