Lidi (Literasi Digital) Gaya Anak Muda Memerangi Hoaks

oleh -713 views
Literasi digital gaya anak muda memerangi hoaks - Dudu Mawarida
Literasi digital gaya anak muda memerangi hoaks - Dudu Mawarida

Apa sih, LiDi itu?

LiDi merupakan singkatan yang penulis buat untuk menamai Literasi Digital. Literasi dan bahasa umpama dua sisi pada uang logam. Maksudnya adalah saling berelasi erat. Literasi mengait pada pondasi tataran bahasa seperti fonologi yang menekankan kemampuan untuk mendengar dan menginterpretasikan suara, arti kata, tata bahasa dan kefasihan dalam sebuah bahasa komunikasi.

Sedangkan digital itu sendiri bermakna bahwa saat ini dunia sudah ditemani dengan media digital atau teknologi canggih.

Jadi, LiDi (Literasi Digital) adalah ketertarikan, sikap dan kemampuan individu yang menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat (KompasianaCom).

Pendapat Buckingham Tentang Digital Literasi

Buckingham (2007:47-49) berpendapat bahwa digital literasi juga berkaitan dengan empat komponen penting yaitu: representasi, bahasa, produksi dan khalayak. Media digital merepresentasikan dunia dengan kemampuan berbahasa serta memahami aneka kode berbagai jenis konten yang termuat dalam penyebaran informasi.

Tujuannya untuk memahami berbagai retorika fungsi bahasa seperti persuasi, eufimisme, hiperbola dan sebagainya. Karenanya, pengguna Internet khususnya generasi muda perlu mendalami

LiDi untuk memerangi hoaks atau berita bohong. Perlu membudayakan kegiatan membaca yang baik dan selektif agar tidak langsung terkecoh untuk menyebarkannya secara luas. Masalahnya adalah minat literasi baik tulis maupun membaca di Indonesia sangat rendah.

Hal ini terbukti dengan peringkat ke 60 dari 61 negara di dunia kategori minat literasi membaca yang diduduki Indonesia. Pemuda generasi era digital atau juga disebut generasi Z maupun generasi Milenium wajib bersinergi menggalakkan gerakan anti-Hoaks dengan harapan dapat menghindarkan masyarakat dari berbagai informasi yang menyesatkan.

Misalnya saja dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahayanya penyebaran berita hoaks dan bagaimana cara agar terhindar dari kepalsuan dan tipu muslihat hoaks.

Generasi muda khusus mahasiswa misalnya, mengadakan seminar atau kuliah umum dengan mengundang berbagai tokoh expert dibidang teknologi-informasi yang terpercaya. Atau juga dapat dilakukan dengan menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi yang sehat dan tindakan-tindakan positif lainnya.

LiDi termasuk sebagai daftar solusi alternatif peminimalisir penyebaran hoaks yang sederhana namun begitu terasa manfaatnya bila benar-benar diterapkan.

Menurut Septiaji Eko Nugroho, Ada 5 Langkah Sederhana Mengidentifikasi Berita Hoaks

Septiaji Eko Nugroho memaparkan lima langkah sederhana mengidentifikasi mana berita hoaks dan mana berita asli untuk diimplementasikan oleh generasi muda dengan gaya muda pula. Perihal untuk terhalau dari implikasi negatif dari penyebar hoaks atau berita bohong.

  1. Hati-hati dengan judul provokatif berita hoaks, biasanya terang-terangan menyodor jari ke pihak tertentu.
  2. Cermati alamat situs, terverifikasi sebagai situs berita resmi atau tidak.
  3. Periksa fakta penginput berita.
  4. Mengecek keaslian foto.
  5. Terakhir, ikut serta grup diskusi anti hoaks melalui komunitas online ataupun secara tatap muka.

Kedepannya, sangat diharapkan kepada peran pemuda agar meningkatkan kemampuan LiDi dan segala upaya preventif lainnya maupun tindakan kuratif atau penanggulangannya demi menangkis peredaran hoaks berkelanjutan.

Ditekankan sekali lagi agar tidak langsung menelan bulat-bulat konten abstrak sekalipun tengah hangat diperbincangkan di berbagai akun media sosial. Terutama kepada pemerintah agar kiranya mengunci tautan yang tidak terdaftar, menciptakan URL resmi, dan memblokir semua situs hoaks tanpa terkecuali sebagaimana yang diungkap oleh Chairman Mastel Institute, (Liputan6com).

Terima kasih telah membaca tulisan dengan judul LIDI (Literasi Digital) gaya anak muda memerangi hoaks. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.

Esai ini ditulis oleh Dudu Mawarida, kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com