Web Portal Pendidikan – Selamat pagi sob, kali ini kita akan bahas kelanjutan dari artikel sebelumnya. Pada kesempatan ini saya akan menulis artikel tentang landasan teori perlindungan hak kekayaan intelektual. Ingin tau lebih jauh tentang landasan teori nya ? yuk mari simak penjelasannya.

Landasan Teori Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

Hak merupakan lembaga atau pranata sosial dan hukum. Hak selalu berkaitan dengan dua aspek, yaitu aspek kepemilikan (owner) dan sesuatu yang dimiliki (something owned). Terminologi hukum menggabungkan dan menyatukannya ke dalam istilah hak (right).

Penjelasan tentang HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dapat dimulai dari konsep hak menurut hukum, L.J Van Aveldoorn menyatakan, hak adalah hukum yang dihubungkan dengan seseorang manusia atau subjek hukum tertentu dan menjelma menjadi suatu kekuasaan dan suatu hak timbul apabila hukum mulai bergerak.

Satjipto Rahardjo mengatakan, hukum melindungi kepentingan seseorang dengan cara mengalokasikan kekuasaan kepada seseorang itu untuk bertindak dalam rangka kepentingannya.

Pengalokasian kekuasaan dilakukan secara terukur, ditentukan kekuasaan dan kedalamannya. Kekuasaan demikian itulah yang disebut sebagai hak. Menurut Fitzgerald ciri ciri yang melekat pada hak menurut hukum adalah:

  • Hak itu dilekatkan kepada seseorang yang disebut sebagai pemilik atau subjek dari hak itu. Orang tersebut juga sebagai pemilik titel atas barang yang menjadi sasaran dari hak.
  • Hak itu tertuju kepada orang lain, yaitu yang menjadi pemegang kewajiban. Antara hak dan kewajiban terdapat hubungan korelatif.
  • Hak yang ada pada seseorang mewajibkan pihak lain untuk melakukan (commission) atau tidak melakukan sesuatu perbuatan. Ini yang disebut sebagai isi hak.
  • Commission atau omission itu menyangkut sesuatu yang dapat disebut sebagai objek dari hak.
  • Setiap hak menurut hukum memiliki titel, yaitu suatu peristiwa tertentu yang menjadi alasan melekatnya hak itu pada pemiliknya.

Kekayaan (property) merupakan padanan kata kepemilikan (ownership). Maka kekayaan dapat diartikan kepemilikan atas suatu benda sebagai konsekuensi dari diberikannya hak kepada seseorang oleh hukum.

Sementara kata Intelektual (intellectual) bermakna kecerdasan, daya pikir dan kemampuan otak yang dimiliki oleh seseorang. Maka HKI dapat diartikan sebagai kekuasaan yang diberikan oleh hukum kepada subjek hukum (manusia/badan hukum) terhadap suatu benda yang merupakan hasil dari kecerdasan intelektual manusia. Yang dijadikan landasan teori perlindungan hak kekayaan intelektual, antara lain.

Teori Hak Alami ( Natural Right Theory )

Teori hak alami bersumber dari teori hukum alam. Penganut teori hak alam antara lain Thomas Aquinas, John Locke, Hugo Grotius. Menurut John Locke, secara alami manusia adalah agen moral. Manusia merupakan substansi mental dan hak, tubuh manusia itu sendiri sebenarnya merupakan kekayaan manusia yang bersangkutan.

Hal utama yang melekat pada manusia adalah adanya kebebasan yang dimilikinya. Manusia dengan kebebasn yang dimiliki bebas untuk melakukan tindakan. Meski demikian kebebasan itu tidak sebebas bebasnya, namun tetap terikat pada aspek moralitas dan kebebasan yang juga dimiliki orang lain.

[wpspoiler name=”Baca Juga” open=”true” style=”wpui-green”] Teori Hak Kekayaan Intelektual
Isu Hukum Dalam Teori Hukum
Mengidentifikasi Isu Hukum
Aspek Praktis dan Akademis Keilmuan Hukum
Pengertian Penelitian Hukum[/wpspoiler]

Kebebasan membuat manusia kreatif dalam mengolah hidupnya, mendayagunakan akal pikiran untuk membuat atau menciptakan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri dan bagi banyak orang.

Usaha mendayagunakan kerja otak itulah yang menghasilkan suatu ciptaan, desain atau invensi baru dan selanjutnya secara alami dan otomatis merupakan milik dari pencipta, pendesain atau inventornya.

Sekaligus juga berhak untuk memanfaatkannya, baik secara ekonomi, sosial maupun budaya. Sebaliknya orang lain juga wajib menghormati hak hak yang timbul tersebut.

Teori Karya (Labor Theory)

Teori karya merupakan kelanjutan dari teori hak alami. Jika pada teori hak alami titik tekannya pada kebebasan manusia bertindak dan melakukan sesuatu, pada teori karya titik tekannya pada aspek proses menghasilkan sesuatu dan sesuatu yang dihasilkan.

Semua orang memiliki otak, namun tidk semua orang mampu mendayagunakan fungsi otaknya (intelektual) untuk menghasilkan sesuatu. Menurut teori motivasi yang dikemukakan oleh David McClelland, bahwa seseorang menghasilkan sesuatu karena memang memiliki motivasi untuk prestasi.

Artinya menghasilkan suatu karya (produk) tidak serba otomatis, melainkan melalui tahap tahap yang harus dilewati. Maka proses berkarya yang menghasilkan suatu ciptaan atau temuan (invensi) sekaligus menimbulkan kekuasaan (hk) terhadap ciptaan, desain atau invensi tersebut.

Sehingga orang lain tidak boleh mengakui ciptaan atau invensi orang lain, dan kepada si pencipta, pendesin atau inventor harus diberikan perlindungan hukum.

Teori Pertukaran Sosial (Social Exchange Theory)

Penganut teori ini antara lain George C. Homan dan Peter Blau. Teori pertukaran sosial dilandaskan pada prinsip transaksi ekonomi yang elementer. Orang yang menyediakan barang dan jasa tentu akan mengharapkan memperoleh balasan berupa barang atau jasa yang diinginkannya.

Hal yang penting dicatat, tidak semua transaksi sosial dapat diukur secara nyata (tangible), misalnya dengan uang, barang atau jasa, adakalanya justru yang penghormatan, persahabatan.

Kaitannya dengan HKI adalah perlunya kepada si pencipta, pendesain atau inventor diberikan balas jasa atas karya yang telah dihasilkannya.

Orang juga dapat mengambil manfaat dari karya hak kekayaan intelektual tersebut, namun juga harus memberikan sesuatu kepada si pencipta, pendesain ataupun inventornya sendiri.

Ada semacam pertukaran yang dilakukan atau dihubungkan timbal balik yang saling menguntungkan. Pencipta, pendesain atau inventor akan merasa dihargai hasil karya dan jerih payahnya, sehingga termotivasi untuk semakin giat menghasilkan karya karya baru yang bermanfaat lainnya.

Teori Fungsional (Functional Theory)

Penganut teori ini antara lain Talcot Parsons dan Robert K. Merton. Kajian teori fungsional atau fungsionalisme berangkat dari asumsi dasar yang menyatakan bahwa seluruh struktur sosial atau yang di prioritaskan mengarah kepada suatu integrasi dan adaptasi sistem yang berlaku.

Eksistensi atau kelangsungan struktur atau pola yang sudah ada dijelaskan melalui konsekuensi konsekuensi atau efek efek yang penting dan bermanfaat dalam mengatasi berbagai permasalahan yang timbul dan berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Para fungsionalis berusaha menunjukan suatu pola yang ada telah memenuhi kebutuhan sistem vital untuk menjelaskan eksistensi pola tersebut. Objek kajiannya adalah masyarakat itu sendiri.

Marion J. Levy mendefinisikan masyarakat sebagai suatu sistem tindakan dengan ciri ciri yaitu melibatkan suatu pluralitas individu yang berinteraksi, merupakan unsur pemenuhan diri, kemampuan eksistensi lebih lama dari kehidupan individu.

Guna memenuhi kebutuhan diri, seseorang berusaha lebih kreatif mengelola sumber daya yang dimilikinya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Sejalan dengan konsep integrasi dan adaptasi sistem ini diyakini teori fungsional, maka ciptaan atau invensi harus bersifat fungsional dalam kehidupan masyarakat.

Artinya harus memberikan kontribusi positif terhadap sistem kemasyarakatan dan bukan melemahkan integrasi sistem atau masyarakat yang sudah ada.

Kesimpulannya dari Landasan Teori Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

Ciptaan atau invensi yang berdampak negatif bagi masyarakat tidak layak dilindungi dan dapat diabaikan keberadaanya. Salah satu syarat perlindungan HKI harus bermanfaat (fungsional) bagi manusia.

Nah itulah penjelasan yang lengkap dari landasan teori perlindungan hak kekayaan intelektual. Untuk kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan dari pengunjung belapendidikan. Demi pembangunan artikel ini lebih dalam lagi.

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com