Selamat pagi sobat belapendidikan, kiriman artikel hari ini di kirim melalui laman Kirim Artikel oleh Rasyid Nurdin dengan judul artikel “Kontruksi Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid 19”. Untuk uraian lengkapnya dapat kita baca dbawah ini.

Kontruksi Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid 19


Dunia memang sedang tergoncang oleh kasus coronavirus disease atau dikenal dengan istilah covid-19 sejak akhir tahun lalu. Di Indonesia sudah mencapai 5.136 positif, 446 berhasil sembuh, dan 469 meninggal dunia. Tentu menjadi kekhawatiran karena kasus ini akan terus membesar resikonya dan mengancam banyak sektor, termasuk dunia pendidikan.

Upaya sebagai ketua mengeluarkan Surat Edaran No 038/STITMA/III/2020 pada 22 Maret 2020 perihal Darurat Covid-19 di Lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta. Pilihan ini harus diambil untuk melakukan tindakan pencegahan dan mitigasi yang efektif atas wabah yang kini telah menjadi pandemi nasional, bahkan menjadi pandemi global.

Baga juga :

Di antara kebijakan yang diambil ialah memulangkan seluruh mahasiswa yang tinggal di asrama serta menonaktifkan kegiatan perkuliahan di lingkungan kampus untuk melakukan sterilisasi serta melakukan karantina mandiri mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, termasuk tidak melakukan aksi pertemuan di tempat umum sekaligus menghidupkan perkuliahan dan bimbingan tesis/skripsi secara daring.

Kebijakan tersebut aktif mulai 23 Maret hingga pemerintah menentukan situasi menjadi kondusif. Tentu ada kesulitan ketika kebijakan baru ini diterapkan. Diterangkan juga bahwa penghentian tatap muka secara langsung bukan berarti bahwa perkuliahan dan bimbingan tidak dilakukan.

Apakah Metode Belajar Daring Dapat Dbilang Sukses Untuk Saat ini ?


Namun, dengan tradisi perkuliahan secara konvensional, pilihan melakukan pembelajaran secara daring dari kediaman masing-masing tidak mudah dilakukan. Pertama, memerlukan kesiapan perangkat dan tentu paket data internet yang masih dikelola secara mandiri.

Kedua, tidak semua dosen dan mahasiswa siap mengoperasikan sistem pembelajaran daring dengan cepat, termasuk juga mempersiapkan bahan perkuliahan secara digital. Bahkan tidak jarang untuk memaksakan menggunakan aplikasi yang kekinian dan keren, namun sangat tidak sesuai dengan tujuan awal dari sebuah pembelajaran daring, yaitu untuk mempermudah siswa mendapat pembelajaran dalam situai pandemi covid-19 saat ini.

Bukannya membantu meringankan beban psikis, melainkan membuat mahasiswa menjadi stress, ditambah lagi dengan banyaknya penugasan yang tidak terukur diberikan. Dengan demikian, kreatifitas merupakan kunci sukses dari seorang guru untuk dapat memotivasi mahasiswanya untuk tetap semangat dalam belajar secara online dan tidak menjadi beban psikis.

Kesimpulan yang didapat :

Pembelajaran dengan metode daring saat ini belum bisa dikatakan sukses, karna banyak dari mahasiswa ataupun dosen sekalipun kurang mengerti cara menggunakannya. Perlu adanya pemberdayaan terhadap teknologi yang dipakai, agar kedepannya penggunaan teknologi sebagai metode belajar ini dapat di maksimalkan dengan baik.

Indonesia memang belum siap untuk menghadapi kegiatan semacam ini, perlu perbaikan perbaikan di tiap lini, namun apapun itu kita mau tidak mau harus mengikuti perkembangan.

Artikel ditulis oleh : Rasyid Nurdin
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMa) Yogyakarta
Judul artikel : Kontruksi Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid 19

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami redaksi@belapendidikan.com