web portal pendidikan – Selamat malam sobat belapendidikan, kembali lagi hari ini saya akan membuat suatu artikel edukasi yang membahas kekuasaan. Dalam Ilmu politik kekuasaan adalah arti penting dari politik itu sendiri. Nah pada kali ini saya akan membuat suatu artikel dengan judul Konsep Kekuasaan Dalam Ilmu Politik. Untuk lebih lanjut mari kita simak ulasan dan penjelasannya.

KONSEP KEKUASAAN Dalam Ilmu Politik

Diantara konsep politik yang banyak dibahas adalah kekuasaan. Hal ini tidak mengherankan sebab konsep ini sangat krusial dalam ilmu sosial pada umumnya, dan dalam ilmu politik khususnya. Malahan pada suatu ketika politik dianggap identik dengan kekuasaan. Telah muncul begitu banyak definisi lain sehingga beberapa ahli, seperti W. Connoly (1983) dan S. Lukes (1974) menganggap kekuasaan sebagai suatu konsep yang dipertentangkan (a contested concept) yang artinya merupakan hal yang tidak dapat dicapai suatu konsensus.

Perumusan yang umumnya dikenal ialah bahwa kekuasaan adalah kemampuan seorang pelaku untuk memengaruhi perilaku seorang pelaku lain, sehingga perilakunya menjadi sesuai dengan keinginan dari pelaku yang mempunyai kekuasaann. Dalam perumusan ini pelaku bisa berupa orang, kelompok, atau suatu kolektivitas. Jadi, umpamanya A mempunyai kekuasaan atas B, jika A dapat menyebabkan B bertindak sesuai dengan keinginan A. Dalam hal ini diasumsikan bahwa B sebenarnya mempunyai niat lain daripada yang dikhendaki A. Kekuasaan selalu berlangsung antara sekurang kurangnya dua pihak, jadi ada hubungan dua pihak atau lebih.

Kebanyakan sarjana berpangkal tolak dari perumusan sosiolog Max Weber dalam bukunya Wirtschaft und Gessellshaft (1922):

Kekuasaan adalah kemampuan dalam suatu hubungan sosial, melaksanakan kemauan sendiri sekalipun mengalami perlawanan, dan apapun dasar kemampuan ini.

Definisi serupa juga dirumuskan Harold D. Laswell dan Abraham Kaplan yang sudah menjadi rumusan klasik:

Kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau sekelompok orang dapat menentukan tindakan seseorang atau kelompok lain ke arah tujuan dari pihak pertama

Biasanya kekuasaan diselenggarakan (exercise of power) melalui isyarat yang jelas. Ini sering dinamakan kekuasaan manifes (manifest power). Namun kadang kadang isyarat itu tidak ada, misalnya dalam keadaan oleh Carl Friedrich dinamakan the rule of anticipated reactions. Perilaku B ditentukan oleh reaksi yang diantisipasikan jika keinginan A tidak dilakukan oleh B. Bentuk kekuasaan ini sering dinamakan kekuasaan implisit (implict power).

Suatu contoh dari kekuasaan manifes ialah jika seorang polisi menghentikan seorang pengendara motor karena melanggar peraturan lalu lintas. Contoh dari kekuasaan implisit ialah seorang anak sekolah membatalkan rencana untuk main bola dan memutuskan untuk membuat pekerjaan . rumahnya, karena takut akan dimarahi bapaknya.

Esensi dari kekuasaan adalah hak mengadakan sanksi. Cara untuk menyelenggarakan kekuasaan berbeda beda. Upaya yang paling ampuh adalah kekerasan fisik. Seorang penjahat yang bersenjatakan celurit yang memaksakan seseorang untuk menyerahkan miliknya merupakan suatu contoh dari kekuasaan yang paling terbuka dan brutal.

Kekuasaan dapat juga diselenggarakan lewat koersi, yaitu melalui ancaman akan diadakan sanksi. Suatu upaya yang sedikit lebih lunak adalah melalui persuasi yaitu proses meyakinkan, beragumentasi atau menujuk pada pendapat seorang ahli. Dalam kehidupan sehari hari seorang pelaku berkuasa kadang kadang cenderung memakai cara ini agar tidak terlalu menonjol kekuasaanya.

Selain itu dapat digunakan pula cara lain. Cara lain itu adalah dengan tidak mengatakan denda tetapi memberi ganjaran atau intensif, imbalan, atau kompensasi. Suatu contoh dari pemberian imbalan ialah pemerintah yang berupaya untuk mengatasi masalah sampah dapat melakukan sanksi negatif dengan mendenda setiap pelanggar. Akan tetapi karena petugas pengawas terbatas mungkin pemerintah cenderung memberikan “sanksi” positif misalnya berupaya hadiah kepada Rukun Tetangga yang paling bersih. Kadang kadang hal ini dinamakan sanksi positif.

Nah itulah penjelasan dan ulasan dari artikel “Konsep Kekuasaan Dalam Ilmu Politik. Untuk itu terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel kami. Nantikan artikel artikel edukasi lainnya dari kami.

JURNALISCUN TAGS

Konsep Dari Kekuasaan
Kekuasaan Dalam Ilmu Politik Adalah
Konsep Kekuasaan
Definisi Kekuasaan
Pengertian dan Penjelasan Dari Kekuasaan

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com