Komunikasi Sehat dan Informasi Sesuai Fakta

oleh -1.038 views
Achmad Ridwan Palili - Komunikasi sehat dan informasi sesuai fakta
Achmad Ridwan Palili - Komunikasi sehat dan informasi sesuai fakta

Langkah Tepat yang Harus Dilakukan Pemuda Jaman Sekarang Seperti Apa ?

Hal yang paling utama yang harus pemuda cendekia lakukan dalam mengembalikan fungsi bahasa yang sebenarnya agar tidak lagi mengalami keterpaksaan fungsi sebagai alat menyebar hoax yaitu, membuat berbagai akun media sosial yang sehat secara kebahasaan maupun secara sosial khususnya mengenai informasi yang disebarkan atau dalam istilah kids zaman now “di-share”.

Mengapa hal ini utama? Karena pemuda (remaja dan dewasa) adalah tahap dari metaformosis manusia dimana lonjakan keinginan untuk membangun relasi dengan individu lainnya sedang berada pada puncaknya.

Para pemuda menjadi pengguna sosial media terbanyak yang tentu saja mendominasi segala bentuk komunikasi digital dan segala bentuk informasi yang terbesar.

Hal ini sangat sesuai dengan sebuah riset yang dilakukan oleh Gallup Youth Survey “Pemuda dan Media” dimana kesimpulan akhir dari riset tersebut menyatakan bahwa pemuda (usia 13-33: remaja dan dewasa) adalah subjek yang mendominasi grafik perkembangan komunikasi dan informasi.

Remaja dan dewasa berada pada 89 % dalam mempengaruhi komunikasi dan informasi sosial media. Tentu menjadi suatu proses pengendalian yang baik jika persentase besar tersebut berada dalam jalur komunikasi sehat dan informasi sesuai fakta sehingga bahasa akan menemukan jati dirinya kembali.

Siklus yang sangat sederhana sekali dapat digambarkan dari keadaan tersebut. Anggap saja seorang individu memiliki lima sosial media, di antaranya Facebook, Instagram, WhatsApp, Line dan Twitter misalnya.

Tindakan penolakan hoax yang paling dasar adalah membuat identitas yang asli-namun tetap memperhatikan keselamatan pengguna dan kemananan privasi.

Selanjutnya adalah memberikan genre atau tema dari setiap postingan atau hal-hal yang di-share di akun-akun media sosial tersebut, seperti tema kreatifitas, seni, olahraga, literasi, kritik politik, keagamaan, dll, dimana dalam mengulik informasi atau berita-beritanya memang telah diputuskan dari awal bahwa hanya berita dari media terpercaya yang boleh dibagikan ke khalayak.

Misalnya sumber media terpercaya (atau paling tidak masih dipercaya sampai sekarang ini) seperti CNN, Java Post, Detikcom, Kompas, dll. Setelah itu, memperhatikan tujuan berita tersebut diposting. Apakah untuk sekedar berbagai berita, informasi atau pengetahuan, apakah untuk mempromosikan atau mengiklankan sesuatu, apakah untuk tujuan persuasif dan tujuan-tujuan lainnya.

Kemudian yang terakhir adalah memperhatikan caption yang dibuat. Mulai dari nada bicara, pemilihan diksi, serta tanggapan atau feedback yang coba untuk didemonstrasikan. Jika suatu individu melakukan hal ini, dapat dipastikan bahwa semua pengguna akun-akun lain yang berteman dengan individu tersebut di semesta maya, pasti akan melakukan hal yang sama selama tidak ada nada sarkastik, nada menggurui ataupun siluet yang terkesan konservatif dan sok formal.

Bayangkan saja, jika individu tersebut memiliki lima sosial media dimana masing-masing sosial media berteman atau di-follow sebanyak lima ribu orang.

Dalam waktu lima hari, masing-masing dari sosial media terdapat lima orang teman yang ikut mengubah outline sosial medianya menjadi sosial media dengan unsure komunikasi sehat dan informasi sesuai fakta (karena terinspirasi, dihimbau, atau hal tersebut telah menjadi tren).

Total sebanyak dua puluh lima orang yang melakukan hal yang sama. Bagaimana jika dalam kurun waktu lima pekan, lima bulan hingga lima tahun. Pasti kehidupan dunia maya tidak lagi dianggap sebagai dunia yang kejam dalam hal tuduh-menuduh, fitnah-memfitnah, bodoh-membodohi, tipu-menipu serta lumbung kebohongan (baca :hoax).

Akan tetapi kembali lagi, hal ini hanya akan terjadi jika ada yang menobatkan diri menjadi pelopor untuk aksi nyata menyelematkan bahasa dari tuduhan kejam yang didakwakan kepadanya. Membuang jauh-jauh kata hoax dari tubuh bahasa yang pada hakikatnya merupakan alat yang murni dan luhur untuk menyampaikan pikiran individu yang satu dengan individu yang lainnya.

Achmad Ridwan Palili - Komunikasi sehat dan informasi sesuai fakta
Achmad Ridwan Palili – Komunikasi sehat dan informasi sesuai fakta

Biodata penulis :
Nama : Achmad Ridwan Palili
Asal : Makasar
Seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri makasar jurusan pendidikan bahasa inggris.

Esai ini ditulis oleh Achmad Ridwan Palili, kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com