Web portal pendidikan – Selamat malam sobat jurnaliscun, pada malam kali ini saya akan membuat suatu artikel edukasi yang berkaitan dengan kepartaian. Artikel ini saya beri judul yaitu Klasifikasi Sistem Kepartaian. Untuk lebih lanjut dapat sobat simak artikel nya dibawah ini.

Sistem Partai Tunggal KLASIFIKASI SISTEM KEPARTAIAN

Beberapa sarjana menganggap perlu analisis ini untuk meneliti perilaku partai partai sebagai bagian dari suatu sistem, yaitu bagaimana partai politik berinteraksi satu sama lain dan berinteraksi dengan unsur unsur lain dari sistem itu.

Analisis sistem ini yang dinamakan “Sistem Kepartaian” pertama kali dibentangkan oleh Maurice Duverger dalam bukunya Political Parties. Duverger mengadakan klasifikasi menurut tiga kategori, yaitu sistem partai tunggal, sistem dwi partai, dan sistem multi partai.

Ada pengamat yang berpendapat bahwa istilah sistem partai tunggal merupakan istilah yang menyangkal diri sendiri, sebab suatu sistem selalu mengandung lebih dari satu bagian.

Namun demikian, istilah ini telah tersebar luas di kalangan masyarakat dan dipakai baik untuk partai yang benar benar merupakan satu satunya partai dalam suatu negara maupun untuk partai yang mempunyai kedudukan yang dominan diantara beberapa partai lain. Dalam kategori ini terdapat banyak variasi.

Pola partai tunggal terdapat dibeberapa negara Afrika, China, dan Kuba, sedangkan dalam masa jaya nya uni soviet dan beberapa negara Eropa Timur termasuk dalam kategori ini. Suasana kepartaian dinamakan non kompetitif karena semua partai harus menerima pimpinan dari partai yang dominan, dan tidak dibenarkan bersaing dengannya.

Terutama di negara negara yang baru lepas dari kolonialisme ada kecenderungan kuat untuk memakai pola sistem partai tunggal karena pimpinan dihadapkan dengan masalah bagaimana mengintegrasikan berbagai golongan, daerah serta suku bangsa yang berbeda corak sosial serta pandangan hidupnya.

Dikhawatirkan bahwa bila keanekaragaman sosial dan budaya ini tidak diatur dengan baik akan terjadi gejolak gejolak sosial politik yang menghambat usaha pembangunan. Padahal pembangunan ini harus memfokuskan diri pada suatu program ekonomi yang Future Oriented.

Fungsi partai adalah meyakinkan atau memaksa masyarakat untuk menerima persepsi pimpinan partai mengenai kebutuhan utama dari masyarakat seluruhnya. Dewasa ini banyak negara Afrika pindah ke sistem multi partai.

Negara paling berhasil dalam menyingkirkan partai partai lain ialah Uni Soviet pada masa jayanya. Partai komunis Uni Soviet bekerja dalam suasana yang Non kompetitif tidak ada partai lain yang diperbolehkan bersaing, oposisi dianggap sebagai penghianatan.

Partai tunggal serta organisasi yang bernaung dibawahnya berfungsi sebagai pembimbing dan penggerak masyarakat dan menekankan perpaduan dari kepentingan partai dengan kepentingan rakyat secara menyeluruh.

Di Indonesia pada tahun 1945 ada usaha mendirikan partai tunggal sesuai dengan pemikiran yang pada saat itu banyak dianut di negara negara yang baru melepaskan diri dari rezim kolonial.

Diharapkan partai itu akan menjadi “motor perjuangan”. Akan tetapi sesudah beberapa bulan usaha itu dihentikan sebelum terbentuk secara konkret. Penolakan ini antara lain disebabkan karena dianggap berbau fasis.

Sistem Dwi Partai

Dalam kepustakaan ilmu politik pengertian sistem dwi partai biasanya diartikan bahwa ada dua partai diantara beberapa partai, yang berhasil memenangkan dua tempat teratas dalam pemilihan umum secara bergiliran, dan dengan demikian mempunyai kedudukan dominan.

Dewasa ini hanya beberapa negara yang memiliki ciri ciri sistem dwi partai, yaitu Inggris, Amerika Serikat, Filipina, Kanada dan Selandia Baru. Oleh Maurice Duverger malahan dikatakan bahwa sistem ini adalah khas Anglo Saxon.

Dalam sistem ini partai partai dengan jelas dibagi dalam partai yang berkuasa dan partai oposisi. Dengan demikian jelaslah dimana letak tanggung jawab mengenai pelaksanaan kebijakan umum.

Dalam sistem ini partai yang kalah berperan sebagai pengecam utama tapi yang setia terhadap kebijakan partai yang duduk dalam pemerintahan, dengan pengertian bahwa peran ini sewaktu waktu dapat bertukar tangan.

Dalam persaingan memenangkan pemilihan umum kedua partai berusaha untuk merebut dukungan orang orang yang ada ditengah dua partai dan yang sering dinamakan pemilih terapung atau pemilih di tengah.

Baca Juga : Ideologi Partai Politik

Sistem Dwi Partai pernah disebut a convenient system for contented people dan memang kenyataannya ialah bahwa sistem dwi partai dapat berjalan baik apabila telah terpenuhi tiga syarat, yaitu komposisi masyarakat bersifat homogen, adanya konsensus kuat dalam masyarakat mengenai anas dan tujuan sosial politik, dan adanya komunitas sejarah.

Inggris biasanya digambarkan sebagai contoh yang paling ideal dalam menjalankan sistem dwi partai ini. Partai buruh dan Partai Konservatif boleh dikatakan tidak mempunyai pandangan yang banyak berbeda mengenai asas dan tujuan politik, dan perubahan pimpinan umumnya tidak terlalu mengganggu kontinuetas kebijakan pemerintah.

Perbedaan yang pokok antara kedua partai hanya berkisar pada cara dan serta kecepatan melaksanakan berbagai program pembaharuan yang menyangkut masalah sosial dan perdagangan, industrik.

Partai buruh lebih condong agar pemerintah melaksanakan pengendalian dan pengawasan terutama di bidang ekonomi, sedangkan Partai Konservatif cenderung memilih cara cara kebebasan berusaha.

Di samping kedua partai ini, ada beberapa partai kecil lainnya diantaranya partai Liberal Demokrat. Pengaruh partai ini biasanya terbatas, tetapi kedudukannya berubah menjadi sangat krusial pada saat perbedaan dalam perolehan suara dari kedua partai besar dalam pemilihan umum sangat kecil.

Dalam situasi seperti ini Partai pemenang terpaksa membentuk koalisi dengan Partai Liberal Demokrat atau partai kecil lainnya.

Pada umumnya dianggap bahwa sistem dwi partai lebih kondusif untuk terpeliharanya stabilitas karena ada perbedaan yang jelas antara partai pemerintah dan partai oposisi.

Akan tetapi perlu juga diperhatikan peringatan sarjana Ilmu Politik Robert Dahl bahwa dalam masyarakat yang terpolansasi sistem dwi partai malahan dapat mempertajam perbedaan pandangan antara kedua belah pihak, karena tidak ada kelompok di tengah tengah yang dapat meredakan suasana konflik.

Sistem dwi partai umumnya diperkuat dengan digunakannya sistem pemilihan single member constituency dimana dalam setiap daerah pemilihan hanya dipilih satu wakil saja. Sistem pemilihan ini cenderung menghambat pertumbuhan partai kecil, sehingga demikian memperkokoh sistem dwi partai.

Sistem Multi Partai

Umumnya dianggap bahwa keanekaragaman budaya politik suatu masyarakat mendorong pilihan kearah sistem multi partai. Perbedaan tajam antara ras, agama, suku bangsa mendorong golongan golongan masyarakat lebih cenderung menyalurkan ikatan ikatan terbatasnya dalam satu wadah yang sempit saja.

Dianggap bahwa pola multi partai lebih sesuai dengan pluralitas budaya dan politik daripada dwi partai. Sistem multi partai ditemukan antara Indonesia, Malaysia, Nederland, Australia, Prancis, Swedia dan Federasi Rusia. Prancis mempunyai jumlah partai yang berkisar antara 17 sampai 28, sedangkan di Federal Rusia sesudah jatuhnya Partai Komunis jumlah partainya mencapai 43.

Baca Juga : Cara Partai Politik Kejar Sedekah

Sistem multi partai apalagi jika dihubungkan dengan sistem pemerintahan parlementer mempunyai kecenderungan untuk menitikberatkan kekuasaan pada badan legislatif, sehingga peran badan eksekutif sering lemah dan ragu ragu.

Hal ini sering disebabkan karena tidak ada satu partai yang cukup kuat untuk membentuk suatu pemerintahan sendiri, sehingga terpaksa untuk membentuk koalisi dengan partai partai lain.

Dalam keadaan semacam ini partai yang berkoalisi harus selalu mengadakan musyawarah dan kompromi dengan mitranya dan menghadapi kemungkinan bahwa sewaktu waktu dukungan dari partai yang duduk dalam koalisi akan ditarik kembali, sehingga mayoritasnya dalam parlemen hilang.

Di lain pihak partai partai oposisi pun kurang memainkan peranan yang jelas karena sewaktu waktu masing masing partai dapat diajak untuk duduk dalam pemerintahan koalisi baru.

Hal semacam ini sering menyebabkan terjadinya siasat yang berubah ubah menurut kegentingan situasi yang partai dihadapi partai masing masing. Lagi pula, seringkali partai partai oposisi kurang mampu menyusun suatu program alternatif bagi pemerintah. Dalam sistem semacam ini masalah letak tanggung jawab menjadi kurang jelas.

Dalam situasi dimana terdapat satu partai yang dominan, stabilitas politik lebih dapat terjamin. India dimasa lampau sering dikemukakan sebagai negara yang didominasi satu partai, tetapi karena suasana kompetitif, pola dominasi setiap waktu dapat berubah. Hal ini dapat dilihat pada pasang surutnya kedudukan partai kongres.

Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa pemerintahan koalisi selalu lemah. Belanda, Norwegia, dan Swedia merupakan contoh dari pemerintah yang dapat mempertahankan stabilitas dan kontinuitas dalam kebijakan publiknya.

Pola multi partai umumnya diperkuat oleh sistem pemilihan perwakilan berimbang yang memberi kesempatan luas bagi pertumbuhan partai partai dan golongan golongan baru.

Melalui Sistem Perwakilan Berimbang partai partai kecil dapat menarik keuntungan dari ketentuan bahwa kelebihan suara yang diperolehnya disuatu daerah pemilihan dapat ditarik ke daerah pemilihan lain untuk menggenapkan jumlah suara yang diperlukan guna memenangkan satu kursi.

Indonesia mempunyai sejarah panjang dengan berbagai jenis sistem multi partai. Sistem ini telah melalui beberapa tahap dengan bobot kompetitif yang berbeda beda. Mulai 1989 Indonesia berupaya untuk mendirikan suatu sistem multi partai yang mengambil unsur unsur positif dari pengalaman masa lalu, sambil menghindari unsur negatifnya.

Nah itulah penjelasan dari artikel Klasifikasi Sistem Kepartaian. Lebih dan kurang nya saya minta maaf. Untuk Referensi mungkin dapat anda komentarkan dibawah ini. Terima kasih sudah membaca artikel kami yang berjudul Klasifikasi Sistem Kepartaian

JURNALISCUN TAGS

Di Klasifikasikan Beberapa Sistem Kepartaian
Ada 3 Macam Klasifikasi Sistem Kepartaian
Beberapa Macam Sistem Kepartaian
Partai Tunggal
Dwi Partai
Multi Partai

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com