Web portal pendidikan – Selamat malam sobat belapendidikan, kali ini saya ingin memberikan sebuah opini yang berkaitan dengan hari lahirnya pancasila. Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni, beberapa minggu yang lalu. Namun tahukah anda bahwa Ketua DPR RI Mengubah Teks Pembukaan UUD 1945 ? Berikut ulasannya.

Ketua DPR RI Mengubah Teks Pembukaan UUD 1945 Pada Hari Lahirnya Pancasila

Ketua DPR RI Mengubah Teks Pembukaan UUD 1945 Pada Hari Lahirnya Pancasila
Ketua DPR RI Mengubah Teks Pembukaan UUD 1945 Pada Hari Lahirnya Pancasila

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila tertanggal 1 Juni 2016, maka ada 2 (dua) poin penting dalam keputusan tersebut yang menjadi hal baru dalam tatanan pemerintahan bernegara Indonesia yakni:

  1. Tanggal 1 Juni merupakan hari libur nasional; dan
  2. Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni:

Pada 1 Juni 2020, disaat hampir semua negara di dunia fokus melawan malapetaka wabah Covid-19 tak terkecuali Indonesia.

Implementasi 2 (dua) poin penting dari Keppres No. 24 Tahun 2016 di atas khususnya pada poin angka 2 yakni Memperingati Hari Lahir Pancasila” diselenggarakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan tahun ini dilaksanakan secara daring melalui video conference dengan mengangkat tema:

“Pancasila dalam tindakan melalui gotong royong menuju Indonesia Maju” dan adapun yang menjadi tujuan dari tema tersebut adalah agar mengamalkan pancasila dalam tindakan, mewujudkan kerukunan sosial, menumbuhkan semangat gotong royong dimasa Pandemi malapetaka wabah covid-19 ini.

Baca juga :

Sepintas acara peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada hari senin 1 Juni 2020 lalu yang dipimpin secara langsung resmi kenegaraan oleh Presiden RI, telah dilaksanakan dengan hikmat walaupun perayaan tersebut melalui daring video coference.

Namun jika kita mengikuti, mendengar dan menyimak dengan saksama dan secara lebih teliti setiap moment khususnya pada acara pembacaan Pembukaan UUD NRI 1945 oleh Ketua DPR RI, kita akan menyadari bahwa telah terjadi pelanggaran etis yang tidak seharusnya terjadi dan dilakukan oleh Ketua DPR RI sebagai Lembaga Negara terhadap Pembukaan UUD NRI 1945, karena Pembukaan UUD NRI 1945 sejajar dengan Pancasila sebagai Staatsnorm yang tidak boleh berubah atau diubah sampai kapanpun selama negara Indonesia ini masih ada.

Hal ini sesuai dengan kewajiban DPR sebagai Lembaga Negara yang diatur dalam UU No.17 Tahun 2014 jo UU No.2 Tahun 2018 jo UU No.13 Tahun 20019 yang mengatur tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD mengamanatkan DPR berkewajiban memegang teguh dan mengamalkan Pancasila.

Beberapa Perubahan Penggalan Kata Yang Dirubah atau Diperbaharui

Memperingati Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2020
Memperingati Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2020

Hemat kami ada 3 (tiga) perubahan atas kesalahan yang dilakukan oleh Ketua DPR RI saat membacakan Pembukaan UUD NRI 1945 di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020 yakni:

  1. Menghilangkan imbuhan “kan” pada alinea ke IV kalimat “berdasarkan kepada” menjadi “berdasar kepada”;
  2. Mengganti kata “beradab” pada alinea ke IV menjadi kata “Berhadap”; dan
  3. Menambahkan kalimat “Pro Rakyat Indonesia” diakhir penutup teks setelah kalimat mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kami selaku Advokat yang berstatus sebagai penegak hukum, sebelum menjalankan profesi wajib bersumpah menurut agama atau berjanji dengan sungguh-sungguh yang mana bunyi pertama lafal sumpah tersebut adalah “akan memegang teguh dan mengamalkan pancasila sebagai dasar negara dan UUD NRI”.

Oleh karenanya, kami sangat menyayangkan kesalahan yang dilakukan oleh Ketua DPR RI tersebut, dan kami meyakini kesalahan yang ketiga menambahkan kalimat “Pro Rakyat Indonesia” itu jelas disengaja, sehingga bisa dianggap suatu pelanggaran etis yang seyogianya dapat dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan DPR RI.

Kami juga menghendaki adanya sikap tegas dari Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) atas kesalahan yang dilakukan oleh Ketua DPR RI tersebut. Selian itu, kami juga berharap kepada para stakeholder bangsa ini, khusus organisasi yang selama ini berteriak paling keras “Pancasilais” dan “NKRI Harga Mati” juga melakukan hal serupa untuk meluruskan dan berani menegur dan/atau mengingatkan Ketua DPR RI atas kesalahan yang dilakukannya pada saat Pembacaan Pembukaan UUD NRI 1945 tersebut.

Selain itu, kami berharap adanya pengkajian khusus terutama oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan para stakeholder lainnya baik praktisi maupun akademisi untuk menjawab pertanyaan kami bahwa “apakah konsekuensinya terhadap kesalahan yang dilakukan oleh Ketua DPR RI dalam membacakan Pembukaan UUD NRI 1945 pada acara resmi kenegaraan tersebut…? Salam Konstitusi.

Kenalan Dulu Dengan Penulisnya Yuk,

Nama penulis : Bedi Setiawan Al Fahmi, S.H.,M.Kn.
Ketua Umum Aspeg Indonesia
Email pengirim : Bedi Usmani
Judul artikel : Ketua DPR RI Mengubah Teks Pembukaan UUD 1945 Pada Hari Lahirnya Pancasila

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami redaksi@belapendidikan.com

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi belapendidikan.com