Kata Dasar dan Kata Berimbuhan : Begini Penulisannya

oleh -230 views
kata dasar dan kata berimbuhan
kata dasar dan kata berimbuhan

Web portal pendidikan – Halo sahabat intelektual, pada kesempatan yang bahagia ini portal pendidikan akan memberikan materi mengenai kata dasar dan kata berimbuhan. Berikut ulasannya dapat saya bagikan dibawah ini.

Kata Dasar Dan Kata Berimbuhan

kata dasar dan kata berimbuhan
kata dasar dan kata berimbuhan

Salah satu materi yang pasti pernah diajarkan oleh guru Bahasa Indonesia kamu di Kelas. Namun, apakah teman-teman semua sudah paham? Iya atau tidak nih. Barang kali banyak diantara kalian yang masih kurang paham, so kenapa tidak untuk belajar lagi di artikel ini.

Kita sebagai penduduk warga negara Indonesia memang sudah seharusnya menerapkan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Kalau bukan kita, siapa lagi? Jangan sampai warga negara asing malah yang lebih ahli dengan pelajaran Bahasa Indonesia ketimbang kita sendiri selaku penduduk asli. Jangan sampai deh!

Mengenal Kata Dasar

Kata dasar adalah kata yang belum mengalami perubahan serta penambahan dari segi bentuk katanya. Kata dasar juga bisa dikatakan sebagai hierarki terbawah dari susunan bahasa.

Kata dasar dikatakan belum mengalami perubahan atau penambahan, ketika belum diberikan imbuhan. Dengan demikian, kata dasar bisa diambil kesimpulan sebagai kata yang menjadi dasar dari kata yang lebih besar.

Masih bingung dengan kata dasar ? Berikut ini ciri ciri dari kata dasar :

  1. Merupakan satuan terkecil dari struktur bahasa
  2. Mempunyai makna tersendiri
  3. Mengalami perubahan makna atau arti ketika ada penambahan imbuhan
  4. Sebagai kata dasar bagi pembentukan kata yang lebih kompleks

Sebagaimana arti “Dasar” maka kata dasar adalah bentuk kata yang paling sederhana.

Karena kata dasar adalah kata yang merupakan dasar pembentukan kata imbuhan, maka akan ada banyak makna baru yang muncul. Sebelum memasuki pembahasan terkait imbuhan, mari lihat contoh kata dasar berikut ini:

MakanPenaRumahTikar
BukuMinumPantunJahit
GelasJalanNamaPohon
Mengenal Kata Dasar

Dan banyak lagi. Saya rasa sobat sudah paham mengenai kata dasar, mari kita beralih ke pembahasan terkait imbuhan.

Baca juga : Peran bahasa Indonesia dalam mengembangkan budaya

Mengenal Kata Berimbuhan

Berimbuhan asal katanya adalah imbuh. Imbuh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya tambahan.

Kemudian, kata imbuh memperoleh tambahan berupa akhiran -an yaitu imbuhan. Imbuhan inilah yang kemudian kita kenal sebagai bentuk bubuhan (penambahan berupa awalan, sisipan, akhiran) pada kata dasar.

Sedangkan, “kata berimbuhan” yang penulis maksud adalah kata yang mempunya imbuhan. Gampangnya, kata berimbuhan adalah kata yang sudah mengalami proses penambahan atau pengimbuhan (afiksasi).

Afiksasi berasal dari kata dasar afiks. Di mana, afiks menurut KBBI adalah suatu bentuk terikat yang ketika ditambahkan pada kata dasar maka akan mengalami perubahan makna gramatikal (menurut tata bahasa).

Ketika kata dasar telah mengalami afiksasi maka bisa jadi mengubah kelas kata. Ketika awalnya kata kerja bisa menjadi kata benda, atau malah sebaliknya dari kata benda menjadi kata kerja.

Berikut Contohnya :

Reskia sedang makan di dapur. (Kata makan merupakan kata kerja).
Ketika ditambah imbuhan berupa akhiran -an maka akan mengubah maksud.
Makanan di meja makan sungguh lezat sekali. (Kata makanan merupakan kata benda).
Begitulah yang dikatakan afiksasi atau imbuhan.

Baca juga : Cerdas dan bijak menggunakan bahasa

Penulisan kata dasar dan kata berimbuhan

Baiklah untuk penulisan pada kata dasar dan kata berimbuhan, penulis akan memberikan contoh kata dasarnya, diubah menjadi kata berimbuhan, dan contoh penulisannya di dalam kalimat.
Berikut ini cara penulisan imbuhan yang didasarkan pada panduan dari PUEBI

A. Imbuhan prefiks, infiks, sufiks (awalan, sisipan, akhiran) dan juga gabungan

Contoh prefiks (awalan)

  • Kata dasar napas, awalan ber-

Contoh kalimat : Ikan menggunakan insang untuk bernapas di dalam air.

  • Kata dasar cari, awalan men-

Contoh kalimat : Ibu mencari adik yang pergi bermain ke luar rumah.

  • Kata dasar baik, awalan ter-

Contoh kalimat : Pak Dodo menjadi guru terbaik di Kabupaten Musi Banyuasin.

Contoh infiks (sisipan)

  • Kata dasar getar, sisipan -me-

Contoh kalimat : Budi gemetar, ketika maju ke depan kelas.

Contoh sufiks (akhiran)

  • Kata dasar makan, akhiran -an

Contoh kalimat : Di atas meja ada makanan yang lezat.

Contoh gabungan

  • Kata dasar kirim, gabungan meng- dan -kan

Contoh kalimat: Ibu selalu mengirimkan uang jajan kepada Reski.

  • Kata dasar makna, gabungan me- dan -i

Contoh kalimat: Mari kita memaknai hari kemerdekaan dengan bersyukur.

B. Bentuk terikat dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya

Contoh kata yang bentuk terikat serangkai dengan kata yang mengikutinya :

  • Kata dasar pidana, imbuhan nara-

Contoh kalimat : Pagi tadi banyak narapidana yang kabur dari penjara.

  • Kata dasar sarjana, imbuhan pasca-

Contoh kalimat : Budi sedang menempuh studi pascasarjana di Universitas Indonesia.

Catatan tambahan :

  1. Ketika bentuk terikat yang diikuti kata berhuruf awal kapital atau singkatan berupa huruf kapital maka perlu dirangkai dengan tanda hubung (-).
    Contoh:
    – Negara kita tidak pro-Barat maupun pro-Timur (Kata dasar Barat, imbuhan pro-)
    – Kelas ini hanya diperuntukkan bagi non-HMI. (Kata dasar HMI, imbuhan non-)
  1.  Ketika bentuk kata “Maha” yang diikuti kata turunan yang mengacu pada sifat atau nama Tuhan, maka perlu ditulis dengan huruf awal kapital.
    Contoh:
    – Setiap hari kita harus bersyukur, karena Tuhan kita Maha Pemurah (Kata turunan pemurah, imbuhan Maha)
  1. Ketika bentuk kata “Maha” yang diikuti kata dasar yang mengacu kepada sifat atau nama Tuhan ditulis serangkai, kecuali kata esa.
    Contoh:
    – Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita (Kata dasar kuasa, imbuhan Maha-)
    – Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita (Kata dasar Esa, imbuhan Maha)

Baiklah cukup sekian artikel mengenai kata dasar dan kata berimbuhan, semoga teman-teman bisa menerapkan cara penulisannya ya. Semoga bermanfaat.

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

10 thoughts on “Kata Dasar dan Kata Berimbuhan : Begini Penulisannya

  1. Senengnya bisa recall belajar Bahasa Indonesia lagi. Neti aja kadang bingung di atau ke kapan digandeng kapan dipisah 🙁

  2. Harus teliti yaa… menempatkan kata depan dalam tulisan. Salah-salah bikin tulisan malah amburadul..

  3. Yeayy… Jd belajar bahasa Indonesia lagi…
    Kata dasar yg diberi imbuhan punya arti sendiri ya, kadang saya salah penempatan hehe.
    Saya sendiri kadang suka abai dengan kaidah Bahasa yg benar, karena ketidaktahuan
    Makasih pembelajarannya

  4. Sangat bermanfaat nih.. rasanya belajar bahasa Indonesia lagi. Hehe… Penggunaan Maha jadi lebih paham..

  5. Wah terimakasih banyak kak, jadi belajar lagi nih. Selama ini suka abai dengan kaidah berbahasa indonesia yang baik dan benar nih

  6. Saat ini ilmu seperti kata dasar dan kata berimbuhan yang dijelaskan sering diabaikan. Jadi diingatkan setelah baca ini. Terima kasih
    Semoga makin banyak yang peduli untuk berbahasa sesuai kaidahnya.

  7. Jadi ingettt masa SMP, paling suka tuh pelajaran bahasa Indonesia. Baca artikel ini berasa nostalgia

  8. Simple tapi sering terlupakan. Baca ini jadi keinget lagiii. Emang perlu charging bahasa kayak gini hahaha

  9. Mantap nih materinya. Buat kita sebagai penulis, penting banget belajar kata dasar, sinonim beserta imbuhan-imbuhan dan artinya, thanks infonya kak

  10. wah materinya bagus banget nih. lumayan buat recall ingatan… meski hampir setiap hari menulis, tapi kadang bisa lupa juga…

Komentar ditutup.