Jurnaliscun.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura, Miryam S Haryani, meminta Presiden Joko Widodo mulai waspada terhadap pembisiknya yang berada di lingkungan Istana. Sebab, Miryam menilai, Presiden sudah kembali dipermalukan di depan umum atas pidatonya yang menyebutkan bahwa Bung Karno lahir di Blitar.

“Kejadian ini benar-benar membunuh wibawa Jokowi sebagai Presiden, bukan hanya di depan warga negaranya, tetapi juga di hadapan partai pendukungnya sendiri, bahkan termasuk di mata internasional,” kata Miryam, Sabtu (6/6/2015).

Secara logika, kata Miryam, bagaimana mungkin seorang Presiden yang satu partai dengan Bung Karno bisa salah menyebutkan tempat lahir sang proklamator tersebut. Kejadian ini sungguh sangat telak bagi Presiden sebagai simbol negara.

“Kelalaian ini terletak pada mereka yang berada di sekeliling bapak presiden. Sehingga Jokowi kedepan perlu waspada terhadap pembisiknya itu karena seringnya data yang mereka sodorkan cenderung menyesatkan, kalau tidak, maka presiden bukan tidak mungkin akan dipermalukan lagi di kemudian hari,” kata Miryam.

Baca Juga Disini >> Bertemu Jokowi, Slank beri Batik Pekalongan

Apalagi, lanjut dia, kasus ini bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya sudah pernah ada kesalahan mengenai data tentang utang negara terhadap IMF yang disanggah langsung oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Jokowi selaku presiden, kata dia, seharusnya lebih mampu tegas terhadap orang-orang di sekelilingnya.

“Kalau memang tidak sanggup silakan mundur saja, karena masih banyak kader bangsa potensial yang lebih mampu mengisi posisi itu,” ucap Ketua Srikandi ini.

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com